Menangkap Si Ayam Tangkap

Kompas.com - 23/07/2012, 08:42 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

KOMPAS.com Potongan ayam digoreng dalam bumbu seakan tersembunyi dalam rimbunan dedaunan. Acara menyomot ayam di tengah daun-daun tak akan menjadi masalah jika saat menyantap ayam hanya dilakukan seorang diri.

Namun, bagaimana jika satu porsi menu tersebut harus berbagi dengan beberapa orang yang sedang kelaparan. Ya, rasanya seperti sedang berusaha menangkap ayam di tengah hutan.

Jika Anda mampir ke daerah asal si ayam tangkap, yaitu Aceh, menu ayam tangkap sangat mudah ditemukan. Di daerah Langsa, ada satu rumah makan yang sering dikunjungi untuk menyantap ayam tangkap.

Rumah Makan Jambo Kencana memang menjadikan ayam tangkap sebagai menu andalannya, sampai-sampai rumah makan ini dikenal dengan nama "Ayam Tangkap Jambo Kencana".

Letaknya berada di Jalan Ahmad Yani, Langsa, Aceh Timur. Posisinya persis di pinggir jalan raya sehingga mudah ditemukan.

Nah, mari mengulas si ayam tangkap. Potongan ayam, termasuk tulangnya dalam bentuk kecil-kecil, diberi bumbu. Bumbu seperti lada, bawang putih, jahe, dan kemiri memberi rasa rempah pada ayam.

Baru kemudian ayam digoreng. Tak lupa, aneka daun pun ikut digoreng, sebut saja seperti daun kari, daun salam, pandan, sampai daun jeruk. Jangan lupa, cabai hijau pun ikut digoreng.

Setelah matang, semua gorengan ini disajikan dalam piring, lalu ditaburi bawang merah goreng. Aromanya bisa dibayangkan. Begitu harum dan membangkitkan selera makan. Aroma cabai pedas mencolok, berpadu keharuman pandan dan daun kari.

Ayam goreng tak terlalu garing, tetap lembut saat digigit. Namun, beda dengan daun-daunnya. Akibat digoreng kering, daun pun begitu garing seperi keripik saat digigit.

Jangan buang daun dan cabai goreng itu. Santap saja bersama ayam dan nasi. Makanlah daunnya saat masih panas agar kerenyahannya tetap terasa.

Sama seperti orang Aceh yang senang bercerita, kisah di balik nama ayam tangkap pun punya beragam versi. Menu ayam tangkap ini baru tenar pascatsunami, walaupun sebenarnya ia merupakan masakan tradisional khas Aceh Besar.

Sebagai teman makan ayam tangkap, Anda harus mencoba sambal ebi. Layaknya sambal terasi, kali ini terasi diganti dengan ebi. Rasanya gurih dengan tingkat pedas yang masih sopan di lidah. Rujak dari buah serut dan berkuah yang dingin harus Anda cicipi sebagai pencuci mulut.

Selain ayam tangkap, di rumah makan Jambo Kencana, Anda juga harus mencoba menu-menu lainnya. Tak perlu repot mengambil atau memesan makanan. Seperti rumah makan Padang, semua menu disajikan di atas meja dalam porsi-porsi kecil.

Anda tinggal menyomot masakan mana yang ingin Anda makan, tanpa perlu lagi memesan makanan ke pelayan. Begitu pula dengan minuman, air putih, misalnya, sudah terhidang. Hidangan penutup seperti buah dan rujak manis dingin pun sudah siap di meja.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X