Kompas.com - 12/08/2012, 08:21 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

MEDAN, KOMPAS.com - Dulunya, ikan bakar dengan bumbu holat ini hanya diperuntukkan sebagai makanan khusus para raja di Tapanuli Selatan (Tapsel) sana. Saat ini, kita yang ingin mencoba mencicipinya tak perlu harus bersusah payah menempuh perjalan satu malam ke Tapsel, di Kota Medan kita sudah bisa mendapatkannya.

Holat berasal dari kayu Balakka yang dikupas kulitnya, tumbuhan yang biasanya hanya terdapat di hutan kawasan Tapsel kini sudah dapat tumbuh di pinggiran Jalan Sisingamangaraja Medan, tepatnya di depan kampus UNIVA Medan, Sumatera Utara. Bumbu Holat dicampur dengan air garam dan bawang kemudian direbus, setelah itu dicampur dengan pengananan lainnya seperti pakat atau umbut rotan, atau ikan Bakar. Disinilah aroma dan cita rasa khasnya muncul.

Tidak heran, ikan bakar yang dijual dengan satuan renteng dan dipajang di tempat bakarannya mengundang selera para pengguna yang melintasi Jalan Sisingamangaraja untuk mampir. Harum dari bumbu-bumbu bakarnya pasti akan memuat semua orang tertarik untuk mencobanya, apalagi selama bulan Ramadhan ini.

"Ini masakan khas Tapsel, ikan-ikan yang dibakar ini dibawa dari daerah Mandailing, Madina, dan Palas. Semua ikan asli dari sungai yang ada di sana," kata Edi Nasution.

Dia mengatakan, ikan yang dipajang jenis jurung, baung, labosang, alu, nila, gurami, limbat, dan lainnya. "Biasanya yang paling sulit didapat adalah ikan jurung dan baung, terkadang satu hari hanya dapat 5 kilogram atau tiga ekor," ujarnya.

"Harganya cukup mahal untuk ikan jurung karena ikan asli sungai. Warnanya pun berbeda dengan ikan jurung lokal atau ternakan," katanya lagi.

Edi mengakui untuk satu kilogram ikan jurung dibanderol seharga Rp 200 ribu, sedangkan ikan baung dan labosang seharga Rp 80 ribu. Sementara untuk ikan alu, gurami, limbat, ataupun nila berkisar Rp 30 ribu sampai Rp 45 ribu per kilogramnya.

Hal senada juga dikatakan Amin Hasibuan. Pedagang ikan bakar dari Tapsel ini menyatakan para pelanggannya hanya mau mencicipi ikan jurung. Mereka tidak hanya warga Medan, tapi juga dari luar seperti Jakarta. "Jurung sangat sulit didapatkan. Kita tidak hanya menjual ikan bakar dan bumbu asal Tapsel saja, tapi ada pakat juga lemang yang biasa menemani racikan-racikan bumbu yang diolah dari bahan alami tersebut," jelasnya.

Amin mengaku penjual ikan bakar dengan bumbu ciri khas Tapsel ini hanya dilakukan pada bulan Ramadhan saja, untuk mengobati rindu warga Medan baik yang pernah bermukim di Tapsel, juga warga perantauan bahkan seluruh etnis yang ingin merasakan masakan khas ini. "Untuk hari biasa kita tidak berjualan, ini hanya kegiatan musiman saja," ujarnya.

Amin mengaku untuk satu hari dirinya bisa menjual sebanyak 30 hingga 40 kilogram ikan jenis apa pun, tidak hanya ikan-ikan sungai. "Tapi yang paling menarik adalah sambal tuk-tuk, dimana ikan yang dibakar adalah ikan megawati atau kora-kora sebagai penyedap makanan saat berbuka maupun sahur," katanya lagi.

Sementara Sudarman, warga Medan mengaku setiap Ramadhan dirinya membeli masakan khas Tapsel ini. "Setiap hari saya harus membeli salah satu ikan bakar masakan khas Tapsel ini," ucapnya.

Alasan Sudarman, dirinya sudah menetap di daerah Tapsel selama 23 tahun sehingga jika tidak mencicipi masakan khas ini seperti ada yang kurang di lidahnya. "Selain itu, ikan sungai dikenal sehat karena tidak mengandung kolesterol tinggi jadi aman dikonsumsi untuk seluruh kalangan," katanya tersenyum.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pati Ka Du'a Bapu Ata Mata, Ritual Beri Makan Leluhur di Danau Kelimutu

    Pati Ka Du'a Bapu Ata Mata, Ritual Beri Makan Leluhur di Danau Kelimutu

    Jalan Jalan
    Tiket Pesawat Masih Mahal, Sandiaga Prediksi Tarif Turun Akhir Tahun

    Tiket Pesawat Masih Mahal, Sandiaga Prediksi Tarif Turun Akhir Tahun

    Travel Update
    Komunikasi Jadi Kunci Upaya Pariwisata Berkelanjutan di Labuan Bajo

    Komunikasi Jadi Kunci Upaya Pariwisata Berkelanjutan di Labuan Bajo

    Travel Update
    Promo Tiket Garuda Indonesia, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,7 Jutaan

    Promo Tiket Garuda Indonesia, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,7 Jutaan

    Travel Promo
    HUT Ke-77 RI, Bendera Merah Putih Raksasa Dibentangkan di Gunung Bromo

    HUT Ke-77 RI, Bendera Merah Putih Raksasa Dibentangkan di Gunung Bromo

    Travel Update
    7 Aktivitas Rayakan Hari Kemerdekaan Indonesia, Bisa Jajal 'Road Trip'

    7 Aktivitas Rayakan Hari Kemerdekaan Indonesia, Bisa Jajal "Road Trip"

    Travel Tips
    5 Tempat Wisata yang Gratis Saat HUT ke-77 RI

    5 Tempat Wisata yang Gratis Saat HUT ke-77 RI

    Travel Promo
    Bali Akan Miliki Theme Park Internasional Seluas 57 Hektar

    Bali Akan Miliki Theme Park Internasional Seluas 57 Hektar

    Travel Update
    Lama Tinggal Wisatawan di Gunungkidul Kurang dari 2 Hari

    Lama Tinggal Wisatawan di Gunungkidul Kurang dari 2 Hari

    Travel Update
    Harga Menu Sawah Segar, Tempat Makan di Bogor yang Instagramable

    Harga Menu Sawah Segar, Tempat Makan di Bogor yang Instagramable

    Travel Tips
    Naik AKAP DAMRI, Bisa Pesan Tiket di Alfamart dan Indomaret

    Naik AKAP DAMRI, Bisa Pesan Tiket di Alfamart dan Indomaret

    Travel Update
    Pemerintah Arab Saudi Izinkan Umrah Pakai Visa Turis

    Pemerintah Arab Saudi Izinkan Umrah Pakai Visa Turis

    Travel Update
    11 Hotel Instagramable di Tangerang Dekat Scientia Square Park

    11 Hotel Instagramable di Tangerang Dekat Scientia Square Park

    Jalan Jalan
    Naik Kereta Api, Anak 6-17 Tahun yang Sudah 2 Kali Vaksin Tak Perlu Tes Covid-19

    Naik Kereta Api, Anak 6-17 Tahun yang Sudah 2 Kali Vaksin Tak Perlu Tes Covid-19

    Travel Update
    Kain Tenun Motif Puncatiti, Kekayaan Budaya Masyarakat Congkar di Manggarai Timur

    Kain Tenun Motif Puncatiti, Kekayaan Budaya Masyarakat Congkar di Manggarai Timur

    Jalan Jalan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.