Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kawah Timbang Mengeluarkan Gas Beracun

Kompas.com - 13/03/2013, 02:28 WIB

BANJARNEGARA, KOMPAS - Kawah Timbang di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, kembali mengeluarkan gas beracun. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menaikkan status Dieng dari Normal menjadi Waspada dan mengimbau masyarakat tidak berada dalam radius 500 meter dari kawah.

”Hasil pemantauan visual dan konsentrasi gas beracun karbon dioksida di Kawah Timbang menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang membahayakan manusia,” kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono, Selasa (12/3). ”Senin (11/3) pukul 21.30 WIB, status Dieng dinaikkan dari Normal menjadi Waspada.”

Hal sama dikatakan Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Dieng Tunut Pujiharjo. ”Tanda larangan masuk kawah dipasang di radius 500 meter,” ujarnya.

Menurut Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banjarnegara Tursiman, Selasa, pihaknya tidak melakukan evakuasi. Sebab, jarak permukiman dengan gas relatif aman, sekitar 500 meter. ”Evakuasi dilakukan bila PVMBG menyatakan status Siaga,” kata Tursiman.

BPBD menyiagakan petugas untuk mengantisipasi peningkatan status Kawah Timbang.

Menurut Tunut, sejak Kamis pekan lalu, ada peningkatan konsentrasi gas karbon dioksida (CO2) di Kawah Timbang. Biasanya 0,05 persen, kini melebihi 0,71 persen volume. Ambang batas aman bagi kesehatan di bawah 0,5 persen volume.

Kepala Desa Sumberejo Ibrahim mengimbau warganya agar tidak mendekati kawah. Sebagian warga mulai paham bahaya gas beracun. Namun, masih ada petani kentang yang nekat meladang dekat kawah. ”Kami akan terus melakukan pendekatan,” ujarnya.

Surono mengimbau masyarakat agar waspada jika menggali tanah di sekitar Kawah Timbang sedalam lebih dari 1 meter. Tempat itu berpotensi mengeluarkan gas CO/CO2. Peningkatan gas beracun di Dieng pernah menelan korban ratusan jiwa tahun 1970-an.

Selain kawah Timbang, di Dieng ada sejumlah kawah lain, seperti Kawah Sikidang, Sinila, dan Candradimuka. Walau ada ancaman gas beracun, Dataran Tinggi Dieng termasuk padat dihuni manusia. Sebagian penduduk tidak menyadari mereka hidup di kaldera Gunung Api Dieng. (GRE/AIK)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ketua PHRI Sebut Perkembangan MICE di IKN Masih Butuh Waktu Lama

Ketua PHRI Sebut Perkembangan MICE di IKN Masih Butuh Waktu Lama

Travel Update
Astindo Nilai Pariwisata di Daerah Masih Terkendala Bahasa Asing

Astindo Nilai Pariwisata di Daerah Masih Terkendala Bahasa Asing

Travel Update
Kereta Api Lodaya Gunakan Kereta Eksekutif dan Ekonomi Stainless Steel New Generation Mulai 1 Mei 2024

Kereta Api Lodaya Gunakan Kereta Eksekutif dan Ekonomi Stainless Steel New Generation Mulai 1 Mei 2024

Travel Update
Deal With Ascott 2024 Digelar Hari Ini, Ada Lebih dari 60 Properti Hotel

Deal With Ascott 2024 Digelar Hari Ini, Ada Lebih dari 60 Properti Hotel

Travel Update
4 Tempat Wisata Indoor di Kota Malang, Alternatif Berlibur Saat Hujan

4 Tempat Wisata Indoor di Kota Malang, Alternatif Berlibur Saat Hujan

Jalan Jalan
3 Penginapan di Rumpin Bogor, Dekat Wisata Favorit Keluarga

3 Penginapan di Rumpin Bogor, Dekat Wisata Favorit Keluarga

Hotel Story
Pendakian Rinjani 3 Hari 2 Malam via Sembalun – Torean, Perjuangan Menggapai Atap NTB

Pendakian Rinjani 3 Hari 2 Malam via Sembalun – Torean, Perjuangan Menggapai Atap NTB

Jalan Jalan
Rekomendasi 5 Waterpark di Tangerang, Harga mulai Rp 20.000

Rekomendasi 5 Waterpark di Tangerang, Harga mulai Rp 20.000

Jalan Jalan
Tips Pilih Kursi dan Cara Hindari Mual di Pesawat

Tips Pilih Kursi dan Cara Hindari Mual di Pesawat

Travel Tips
4 Playground di Tangerang, Bisa Pilih Indoor atau Outdoor

4 Playground di Tangerang, Bisa Pilih Indoor atau Outdoor

Jalan Jalan
Tradisi Syawalan di Klaten, Silaturahmi Sekaligus Melestarikan Budaya dan Tradisi

Tradisi Syawalan di Klaten, Silaturahmi Sekaligus Melestarikan Budaya dan Tradisi

Jalan Jalan
Aktivitas Seru di World of Wonders Tangerang, Bisa Nonton 4D

Aktivitas Seru di World of Wonders Tangerang, Bisa Nonton 4D

Jalan Jalan
Cara ke Pasar Senen Naik KRL dan Transjakarta, buat yang Mau Thrifting

Cara ke Pasar Senen Naik KRL dan Transjakarta, buat yang Mau Thrifting

Travel Tips
8 Tips Kemah, dari Barang Wajib DIbawa hingga Cegah Badan Capek

8 Tips Kemah, dari Barang Wajib DIbawa hingga Cegah Badan Capek

Travel Tips
Harga Tiket Candi Borobudur April 2024 dan Cara Belinya

Harga Tiket Candi Borobudur April 2024 dan Cara Belinya

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com