Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 22/04/2013, 11:33 WIB
Editorkadek

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sudah menetapkan 30 kuliner Indonesia. Nantinya, daftar kuliner ini akan dikembangkan lagi, sehingga tak berhenti di jumlah 30 saja.

"Nanti akan dikembangkan lagi. Tentu ada persyaratan kuliner yang masuk dalam daftar. Misalnya masalah ketersediaan bahan baku untuk membuatnya, apa bisa didapat di luar negeri. Karena ini dipromosikan lingkup nasional dan internasional," kata Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf Firmansyah Rahim, beberapa waktu yang lalu.

Menurut Firmansyah, ketiga puluh kuliner tersebut akan dipromosikan ke masyarakat Indonesia. Sebab, lanjutnya, banyak orang Indonesia yang belum tahu 30 kuliner Indonesia tersebut.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Wisata Minat Khusus, Konvensi, Insentif, dan Event Kemenparekraf Achyaruddin, menuturkan bahwa berdasarkan studi yang pernah dilakukan UGM diperoleh 2.000 kumpulan resep masakan Indonesia. Sedangkan nama jenis masakan Indonesia yang berhasil dikumpulkan mencapai 5.000 nama.

"Ketika kami diminta mengembangkan kuliner Indonesia, terpilih 72 menu. Lalu dicari nutrition facts dan bahan bakunya harus jelas," tutur Achyaruddin.

Setelah itu, dikerucutkan lagi menjadi 30 kuliner. Dari 30 kuliner tersebut kemudian dicari masakan utama. "Kami lalu mulai sibuk dengan rendang. Tapi, rendang identik dengan Rendang Pandang. Kita inginnya masakan yang bisa mewakili semua daerah. Semua sepakat tumpeng. Sebab setiap ada acara, pasti potong tumpeng," katanya.

Achyaruddin menuturkan maskapai nasional Garuda akan menyajikan nasi tumpeng versi mini di penerbangan rute internasional. Rendang tentu saja tetap masuk dalam daftar 30 kuliner.

"Kalau standar, 30 ikon kuliner itu sudah standar. Resep rendang kita sudah bikin standar. Sama saja seperti tomyam, itu di Thailand ada lima ersi. Tapi Thailand mempromosikan keluar sudah distandarisasi," tutur Chef Vindex Tengker.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+