Akulturasi Budaya dalam Semangkuk Wedang Tahu

Kompas.com - 01/06/2013, 15:42 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Jika berbicara tentang "wedang", maka identik dengan wedang ronde. Tetapi, kuliner satu ini malah wedang tahu. Ya, mungkin ini kali pertama Anda mendengar wedang tahu.

Wedang tahu adalah salah satu jenis minuman hangat khas Semarang. Namanya memang tak setenar wedang ronde, yang menjualnya pun tidak banyak. Salah satu penjualnya adalah Wedang Tahu Pak Adi.

Warung tersebut berada di Jalan Setiabudi, Semarang. Untuk menuju warung ini, dari arah Semarang bawah arahkan perjalanan ke Ungaran. Letaknya 10 meter sebelah kiri sebelum lampu merah Simpang Tiga gerbang UNDIP.

Warung tenda itu berada di atas trotoar. Pikulannya sederhana dengan dandang berisi kuah jahe dan satu lagi dandang berisi kembang tahu sebagai ciri khasnya. Menurut penjualnya, Suprapto, kuah jahe terbuat dari rebusan air, jahe, gula jawa, dan gula pasir.

Sebagai isiannya adalah kembang tahu yang terbuat dari sari kedelai. Wedang tahu pertama kali dijual oleh warga keturunan Tionghoa.

"Biasanya dijual secara keliling dengan pikulan. Dulu Pak Adi, paman saya, ikut jualan milik orang China di Kampung Bandaran. Lalu pas krismon (krisis moneter) tahun 1997, Pak Adi keluar dan berjualan sendiri. Aslinya resep wedang tahu ini milik orang-orang China di Semarang," kata Suprapto, Sabtu (31/5/2013).

Soal rasa, wedang tahu sepintas seperti wedang ronde. Hanya isiannya yang membedakan, yaitu kembang tahu. Rasanya agak kenyal, tetapi lembut saat meluncur di lidah.

Manis kuah jahe bercampur gurih kembang tahu, sangat cocok untuk menghangatkan badan. Satu mangkok wedang tahu hanya dihargai Rp 4.000 saja.

"Satu dandang ini bisa jadi 50 porsi. kalau pembeli banyak, tinggal menambahi kuah jahe yang sudah disiapkan," kata Suprapto.

Kini, Wedang Tahu Pak Adi sudah memiliki beberapa cabang di Semarang. Awalnya, hanya berjualan di Ruko Mataram, Semarang. Bahkan, kata Suprapto, ia berencana membuka cabang lagi di Ungaran.

"Sekarang cabang Wedang Tahu Pak Adi sudah ada di Jalann Mataram, Gajahmada, UNDIP, dan Setiabudi. Rencananya mau buka lagi di Ungaran," imbuhnya.

Jika Anda berencana ke Semarang, jangan luoa masukan acara berburu wedang tahu ke dalam agenda wisata Anda.

Baca tentang
    Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    30 Hotel di Medan Bersiap Buka Kembali Juni 2020

    30 Hotel di Medan Bersiap Buka Kembali Juni 2020

    Whats Hot
    Pelaku Wisata Gunungkidul Bersiap Hadapi New Normal

    Pelaku Wisata Gunungkidul Bersiap Hadapi New Normal

    Whats Hot
    Persiapkan 'New Normal', Kemenparekraf Susun Program CHS dengan Libatkan Pelaku Parekraf

    Persiapkan "New Normal", Kemenparekraf Susun Program CHS dengan Libatkan Pelaku Parekraf

    Whats Hot
    Hotel-hotel di NTT Didorong Mulai Buka pada 15 Juni

    Hotel-hotel di NTT Didorong Mulai Buka pada 15 Juni

    Whats Hot
    #BeliKreatifLokal, Kampanye Kemenparekraf untuk Selamatkan Pelaku Ekonomi Kreatif

    #BeliKreatifLokal, Kampanye Kemenparekraf untuk Selamatkan Pelaku Ekonomi Kreatif

    Whats Hot
    Mau Wisata ke Labuan Bajo? Bakal Ada Registrasi Online untuk Turis

    Mau Wisata ke Labuan Bajo? Bakal Ada Registrasi Online untuk Turis

    Jalan Jalan
    Tebar Semangat di Tengah Pandemi, Kemenparekraf Gelar Kopdar Virtual Komunitas

    Tebar Semangat di Tengah Pandemi, Kemenparekraf Gelar Kopdar Virtual Komunitas

    Whats Hot
    Bisnis Kuliner Indonesia di Inggris Makin Marak di Tengah Corona

    Bisnis Kuliner Indonesia di Inggris Makin Marak di Tengah Corona

    Makan Makan
    AirAsia Indonesia Kembali Layani Penerbangan Domestik dan Internasional pada 8 Juni 2020

    AirAsia Indonesia Kembali Layani Penerbangan Domestik dan Internasional pada 8 Juni 2020

    Whats Hot
    Harga Melon Premium Jepang Terjun Bebas, dari Rp 684 Juta Menjadi Rp 16 Juta

    Harga Melon Premium Jepang Terjun Bebas, dari Rp 684 Juta Menjadi Rp 16 Juta

    Makan Makan
    Resep dan Cara Membuat Siomay Ayam Udang, Bisa Jualan Online

    Resep dan Cara Membuat Siomay Ayam Udang, Bisa Jualan Online

    Makan Makan
    Curahan Hati Mereka yang Rindu Libur Lebaran dan Kampung Halaman

    Curahan Hati Mereka yang Rindu Libur Lebaran dan Kampung Halaman

    Jalan Jalan
    Pariwisata Buka Saat New Normal, Ini Hal-hal yang Harus Diketahui

    Pariwisata Buka Saat New Normal, Ini Hal-hal yang Harus Diketahui

    Whats Hot
    Kabar Ongkos Wisata Turis Asing Dibiayai Pemerintah Jepang, Dibantah Japan Tourism Agency

    Kabar Ongkos Wisata Turis Asing Dibiayai Pemerintah Jepang, Dibantah Japan Tourism Agency

    Jalan Jalan
    TravelCast, Podcast Baru dari Kompas Travel Membahas Wisata Belanja di Korea Selatan

    TravelCast, Podcast Baru dari Kompas Travel Membahas Wisata Belanja di Korea Selatan

    Travel Tips
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X