Kompas.com - 06/06/2013, 10:09 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

MANADO, KOMPAS.com - Sekelompok pencinta fotografi baru-baru ini mengeksplorasi potensi dan keindahan Pulau Bangka, di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. "Ini merupakan bentuk kepedulian kami di Hari Lingkungan Hidup Dunia yang jatuh pada hari ini," ujar Toar Pantouw kepada Kompas.com, Rabu (5/6/2013).

Pulau Bangka menjadi isu penting karena di atas pulau yang indah tersebut pemerintah daerah rencananya akan memberikan kesempatan kepada investor pertambangan untuk mengeksplorasi bijih besi. Pulau Bangka menyimpan potensi 17.500.000 ton bijih besi.

Rencana eksplorasi bijih besi tersebut dikhawatirkan akan merusak lingkungan yang ada di Pulau Bangka yang mempunyai luas sekitar 4.800 hektar. Demikian pula akan membawa dampak sosial bagi sekitar ratusan kepala keluarga yang rencananya akan direlokasi jika kegiatan pertambangan berjalan. Pulau Bangka dihuni sekitar 2.600-an penduduk.

Toar Pantouw menjelaskan bahwa keindahan bawah laut di perairan Pulau Bangka tidak kalah indahnya dengan lokasi penyelaman lain di Sulawesi Utara. Demikian pula dengan landsekap Pulau Bangka itu sendiri. "Savana di atas pulau ini juga tidak kalah indahnya," ujar salah satu fotografer, Wena Regar.

Bahkan di savana tersebut, menurut pengakuan warga, masih sering terlihat rusa yang berkeliaran secara liar dan bebas. Demikian pula dengan berbagai fauna lainnya seperti burung elang. "Sayang jika ekosistem yang indah ini akan tergantikan dengan daerah tambang," keluh Donny Datulangi yang juga ikut mengeksplorasi Pulau Bangka.

Menurut mereka, Hari Lingkungan Hidup Dunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni merupakan kesempatan paling tepat untuk mengingatkan semua pihak terhadap pentingnya menjaga lingkungan. "Kita hidup di lingkungan kita masing-masing, jangan dirusak agar alam tidak menjadi marah di kemudian hari," tambah Donny.

Keprihatin terhadap Pulau Bangka tersebut akan mereka tuangkan dalam rencana Pameran Foto bertajuk "Save Bangka", yang akan digelar di Manado pada tanggal 12 hingga 16 Juni 2013. "Kami hanya ingin masyarakat tahu bahwa Pulau Bangka menyimpan potensi keindahan yang sayang jika harus tergerus," tutup Wena.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.