Kompas.com - 27/06/2013, 14:08 WIB
Pegawai di pabrik dan toko roti Tan Ek Tjoan, Cikini, Jakarta, mengeluarkan roti buaya pesanan pelanggan dari oven, Sabtu (8/6/2013). Roti buaya di toko ini hanya dibuat ketika ada yang memesan. Roti yang menyimbolkan kesetiaan ini selalu disertakan dalam pernikahan adat Betawi. KOMPAS/TOTOK WIJAYANTOPegawai di pabrik dan toko roti Tan Ek Tjoan, Cikini, Jakarta, mengeluarkan roti buaya pesanan pelanggan dari oven, Sabtu (8/6/2013). Roti buaya di toko ini hanya dibuat ketika ada yang memesan. Roti yang menyimbolkan kesetiaan ini selalu disertakan dalam pernikahan adat Betawi.
EditorI Made Asdhiana
Oleh Budi Suwarna

Sepasang roti buaya mengiringi sepasang manusia yang baru saja mengikat janji sehidup semati. Begitulah, roti buaya wajib hadir dalam prosesi perkawinan adat Betawi. Pertanyaannya, mengapa harus buaya?

Pagi yang tenang awal Mei lalu di kompleks Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta tiba-tiba pecah oleh suara dar-der-dor petasan. Itulah tanda bahwa pengantin pria akan datang menemui pengantin wanita yang menanti di pelaminan. Pengantin pria bernama Hadits mengenakan baju pengantin Betawi berupa jubah, penutup kepala, dan kacamata hitam. Kedua telapak tangannya menangkup di dada, dan di ujung jarinya terselip sekuntum mawar merah.

Pengantin pria itu diiringi keluarga dan beberapa laki-laki yang berperan sebagai centeng. Di barisan berikutnya, dua anak muda berjalan membawa sepasang roti buaya berpita yang panjangnya sekitar satu meter. Rombongan itu bergerak perlahan seturut irama rebana.

Di depan pelaminan, tiba-tiba empat orang centeng mencegat dan membentak. ”Ade apaan tepak-tepok? Jauh-jauh Rawa Buaya lebih jauh Rawa Kemiri. Ini ade ape datang kemari?” teriak centeng dari pihak pengantin perempuan.

Pantun dibalas pantun. ”Kayu papan kayu kemiri, saya datang nganterian pengantin pria ke sini,” balas centeng pengantin pria.

”Enak amat mau duduk di pelaminan begitu aje. Langkahin dulu mayat gue.” Main pukul pun terjadi. Berbagai jurus silat dikeluarkan. Singkat cerita centeng pengantin pria menang. Tinggal satu syarat yang harus dipenuhi pengantin pria, yakni mengaji.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

”Bang Hadits pasti bisa. Dia itu udah lewatin banyak pondok,” centengnya Hadits berkoar.

”Pondok pesantren maksudnye?”

”Bukan! Pondok Ranji, Pondok Indah, Pondok Kopi.”

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisata ke Rawa Pening, Bersih dari Encek Gondok dan Ada Pentas Tari

Wisata ke Rawa Pening, Bersih dari Encek Gondok dan Ada Pentas Tari

Travel Update
Punya Pantai Indah, Desa Wisata Ngilngof Cocok untuk Sport Tourism

Punya Pantai Indah, Desa Wisata Ngilngof Cocok untuk Sport Tourism

Travel Update
Janji Sandiaga di Desa Wisata Ngilngof Maluku: Perbaikan Jaringan Internet

Janji Sandiaga di Desa Wisata Ngilngof Maluku: Perbaikan Jaringan Internet

Travel Update
Berkunjung ke Kos-kosan Pelajar yang Kini Museum Sumpah Pemuda

Berkunjung ke Kos-kosan Pelajar yang Kini Museum Sumpah Pemuda

Jalan Jalan
Rute Tercepat Menuju Desa Wisata Nusa Aceh Besar dari Bandara

Rute Tercepat Menuju Desa Wisata Nusa Aceh Besar dari Bandara

Jalan Jalan
Wisata Keraton Yogyakarta Sudah Buka, Ini Syarat Berkunjungnya

Wisata Keraton Yogyakarta Sudah Buka, Ini Syarat Berkunjungnya

Travel Update
Antigen 1x24 Jam Masih Jadi Syarat Naik Kereta Api Jarak Jauh, Kapal, dan Bus Antarkota

Antigen 1x24 Jam Masih Jadi Syarat Naik Kereta Api Jarak Jauh, Kapal, dan Bus Antarkota

Travel Update
Tes PCR untuk Naik Pesawat Boleh 3x24 Jam

Tes PCR untuk Naik Pesawat Boleh 3x24 Jam

Travel Update
Fasilitas Wisata di Desa Wisata Nusa Aceh Besar, Ada Becak dan Homestay

Fasilitas Wisata di Desa Wisata Nusa Aceh Besar, Ada Becak dan Homestay

Jalan Jalan
Cerita Perajin di Desa Wisata Arborek Raja Ampat yang Terdampak Pandemi

Cerita Perajin di Desa Wisata Arborek Raja Ampat yang Terdampak Pandemi

Travel Update
4 Koleksi Menarik Museum Sumpah Pemuda, Ada Biola W.R. Supratman

4 Koleksi Menarik Museum Sumpah Pemuda, Ada Biola W.R. Supratman

Jalan Jalan
Wisata Raja Ampat Sudah Buka, tapi Kunjungan Masih Sepi

Wisata Raja Ampat Sudah Buka, tapi Kunjungan Masih Sepi

Travel Update
Paket Wisata ke Raja Ampat Mahal, Ini Kata Sandiaga

Paket Wisata ke Raja Ampat Mahal, Ini Kata Sandiaga

Travel Update
7 Cara Memilih Durian yang Sudah Matang, Manis, dan Banyak Daging

7 Cara Memilih Durian yang Sudah Matang, Manis, dan Banyak Daging

Travel Tips
Boneka Squid Game Muncul di Seoul Korea Selatan, Jadi Daya Tarik Wisatawan

Boneka Squid Game Muncul di Seoul Korea Selatan, Jadi Daya Tarik Wisatawan

Travel Update

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.