Kompas.com - 02/09/2013, 18:22 WIB
Warga Kampung Adat Bena, Ngada, Flores, NTT, bermain musik tradisional yang biasa dimainkan dalam rangka upacara adat pembangunan rumah baru, Selasa (15/6/2011). Kampung berusia sekitar 1.200 tahun ini kental dengan arsitektur kuno dan budaya megalitik. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOWarga Kampung Adat Bena, Ngada, Flores, NTT, bermain musik tradisional yang biasa dimainkan dalam rangka upacara adat pembangunan rumah baru, Selasa (15/6/2011). Kampung berusia sekitar 1.200 tahun ini kental dengan arsitektur kuno dan budaya megalitik.
EditorI Made Asdhiana
DENPASAR, KOMPAS.com - Ajang mempertemukan para pelaku perjalanan wisata bertajuk "Komodo Travel Mart" ditargetkan dapat mengangkat potensi wisata terpendam di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

"Acara yang akan kami gelar pada 17-20 September 2013 di Labuan Bajo, NTT itu sekaligus dirangkaikan dengan pelaksanaan Sail Komodo. Acara ini juga didukung penuh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif," kata Managing Director Flobamora Events Emil Bei di Denpasar, Senin (2/9/2013).

Dia mengemukakan pada Komodo Travel Mart itu akan dipertemukan sekitar 30 penjual dari NTT dengan 60 pembeli dari beberapa provinsi di Indonesia yang berasal dari kalangan biro perjalanan, hotel dan operator wisata bahari.

Para pembeli yang akan didatangkan antara lain dari Bali, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Lombok, Makassar, Medan, dan Kupang. "Selain itu akan diadakan pameran wisata dengan menampilkan semua produk unggulan dan atraksi kesenian dari 21 kabupaten/kota di NTT," ujarnya.

Menurut Emil, pihaknya melihat selama ini potensi wisata di NTT kurang tergarap dengan baik dan kurang dikenal, padahal menyimpan potensi yang sangat bagus.

DOK INDONESIA.TRAVEL Menparekraf Mari Elka Pangestu di Kabupaten Lembata, Flores, Nusa Tenggara Timur, Minggu (23/6/2013).
"Kegiatan ini ditujukan pula supaya mempunyai nilai edukasi bagi para pemangku kepentingan di NTT dalam mengelola pariwisata. Di samping memperkenalkan dan menjual produk yang dimiliki secara nasional dan internasional," ujar Emil.

Emil mengemukakan, gaung Sail Komodo harus ditindaklanjuti dengan kegiatan semacam Komodo Travel Mart setiap tahun. Ke depan, dengan  makin banyak destinasi wisata yang dikenal dan makin banyak paket wisata yang dijual bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTT.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Ketua Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) Bali Ketut Ardana menyambut baik acara itu. "Bali sebagai pulau kecil sudah tentu memerlukan daerah lain karena wisatawan yang datang ke Bali, kami lihat mempunyai keinginan yang besar juga untuk mengunjungi daerah lainnya," katanya.

Ardana menambahkan, kondisi sekarang tidak hanya wisatawan Eropa saja yang ingin berwisata ke bagian timur Indonesia, tetapi juga dari Asia Pasifik. "Bagi kami tidak sulit mendatangkan 25 anggota Asita untuk menghadiri Komodo Travel Mart di tengah jumlah anggota yang mencapai 370 biro perjalanan," ujarnya.

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Suasana di Kampung Adat Bena, Ngada, Flores, NTT, Selasa (15/6/2011). Kampung berusia sekitar 1.200 tahun ini kental dengan arsitektur kuno dan budaya megalitik.
Dia menekankan, akses penerbangan ke berbagai wilayah NTT juga harus dikembangkan dengan baik karena jangan sampai ketika sudah ramai orang yang berminat ke sana, tetapi kursi pesawat penuh terus.

Sedangkan Manager Business Development Trans Nusa Budhi Syahroni Karsidin mengatakan pihaknya akan mendukung pelaksanaan Komodo Travel Mart itu.

"Selama ini baru sekitar 5-10 persen saja dari potensi NTT yang sudah dikembangkan, padahal secara bisnis daerah ini sangat menjanjikan. Pihak Trans Nusa saja sudah terbang pada 15 destinasi di Bali, NTB, NTT dan Makassar," katanya.

Pelaksanaan Sail Komodo diharapkan tidak hanya menjadi gaung sementara sehingga sangat tepat didukung oleh Komodo Travel Mart. "Meskipun baru tingkat nasional, kami yakin gaungnya akan dapat lebih meluas apalagi ada kerja sama dengan Asita Bali," ujarnya.

Budhi mencontohkan, penerbangan dari Denpasar ke Labuan Bajo dapat ditempuh dalam satu jam dan itu cukup layak untuk kepentingan pariwisata.

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Lanskap Kampung Adat Bena, Ngada, Flores, NTT, Selasa (15/6/2011). Kampung berusia sekitar 1.200 tahun ini kental dengan arsitektur kuno dan budaya megalitik.
"Kami ingin NTT menjadi bagian dari pengembangan pariwisata Bali dan berharap ini menjadi momentum besar untuk silahturahmi antarpemangku kepentingan pariwisata," katanya.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Austria Sambut Wisatawan dari Singapura dan Thailand 24 Juni 2021

Austria Sambut Wisatawan dari Singapura dan Thailand 24 Juni 2021

Travel Update
Sebelum Buka Kembali, Pelaku Wisata di Bantul akan Divaksin

Sebelum Buka Kembali, Pelaku Wisata di Bantul akan Divaksin

Travel Update
11 Wisata Cagar Budaya Yogyakarta Tutup Sementara, Termasuk Prambanan

11 Wisata Cagar Budaya Yogyakarta Tutup Sementara, Termasuk Prambanan

Travel Update
Garuda Dilarang Terbang Sementara ke Hongkong, Ini Kata Dirut Garuda

Garuda Dilarang Terbang Sementara ke Hongkong, Ini Kata Dirut Garuda

Travel Update
Taman Impian Jaya Ancol Tutup Sementara Mulai 24 Juni 2021

Taman Impian Jaya Ancol Tutup Sementara Mulai 24 Juni 2021

Travel Update
Penutupan Museum dan Destinasi Budaya Jakarta Diperpanjang Hingga 5 juli

Penutupan Museum dan Destinasi Budaya Jakarta Diperpanjang Hingga 5 juli

Travel Update
Covid-19 Melonjak, Taman Margasatwa Ragunan Tutup Sementara

Covid-19 Melonjak, Taman Margasatwa Ragunan Tutup Sementara

Travel Update
Koh Samui, Koh Phangan, Koh Tao Thailand Sambut Turis Asing 15 Juli

Koh Samui, Koh Phangan, Koh Tao Thailand Sambut Turis Asing 15 Juli

Travel Update
UNESCO Berencana Masukkan Great Barrier Reef Australia ke Daftar Terancam Punah

UNESCO Berencana Masukkan Great Barrier Reef Australia ke Daftar Terancam Punah

Travel Update
Bali Akan Jadi Destinasi Paket Wisata Vaksin Covid-19

Bali Akan Jadi Destinasi Paket Wisata Vaksin Covid-19

Travel Update
Kemenparekraf Luncurkan Paket Wisata Relief Candi Borobudur

Kemenparekraf Luncurkan Paket Wisata Relief Candi Borobudur

Travel Update
Simak! Ini Daftar 4 Hotel Karantina di Kawasan Sanur, Bali

Simak! Ini Daftar 4 Hotel Karantina di Kawasan Sanur, Bali

Travel Update
Museum dan Destinasi Budaya Jakarta Tutup Mulai 22-28 Juni 2021

Museum dan Destinasi Budaya Jakarta Tutup Mulai 22-28 Juni 2021

Travel Update
4 Hal Menarik Seputar Museum M.H. Thamrin, Bangunan Kaya Sejarah di Jakarta

4 Hal Menarik Seputar Museum M.H. Thamrin, Bangunan Kaya Sejarah di Jakarta

Travel Update
Wisata Boyolali Tutup Sementara, Restoran dan Kafe Masih Buka, tapi...

Wisata Boyolali Tutup Sementara, Restoran dan Kafe Masih Buka, tapi...

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X