Kompas.com - 20/09/2013, 17:49 WIB
Suasana di Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Kamis (6/9/2012). Pulau Moyo menawarkan eksotisme alam berkelas dunia, bahkan mendiang Putri Diana dan mantan kiper Manchester United, Edwin Van De Saar pun pernah berlibur di pulau ini. Panorama alam yng dimiliki Pulau Moyo tidak kalah dengan panorma yang berada di pulau Bali.  KOMPAS/HENDRA A SETYAWANSuasana di Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Kamis (6/9/2012). Pulau Moyo menawarkan eksotisme alam berkelas dunia, bahkan mendiang Putri Diana dan mantan kiper Manchester United, Edwin Van De Saar pun pernah berlibur di pulau ini. Panorama alam yng dimiliki Pulau Moyo tidak kalah dengan panorma yang berada di pulau Bali.
EditorI Made Asdhiana
MATARAM, KOMPAS.com - Festival Moyo 2013 sebagai salah satu kampanye program pariwisata di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, mulai digelar pemerintah setempat, dan akan berakhir 29 September 2013.

"Festival Moyo 2013 baru saja dibuka oleh Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin," kata Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB, H Lalu Moh Faozal yang dihubungi dari Mataram, Jumat (20/9/2013).

Dia mengatakan bahwa Festival Moyo 2013 merupakan kegiatan kedua atau lanjutan dari kegiatan pertama yang digelar Oktober 2012.

Festival Moyo merupakan salah satu program kampanye pariwisata Pulau Sumbawa dengan slogan "Go Sumbawa".

Pada acara itu ditampilkan berbagai kegiatan menarik, seperti berburu di Pulau Moyo, pemecahan rekor dunia menyelam terlama dan melibatkan sejumlah besar penyelam, dan ada kegiatan unik menggiring kerbau dari laut ke padang rumput.

Selain itu, digelar karapan kerbau, balap kuda, kerbau hias, triathlon, lomba memancing, dan penanaman terumbu karang di Teluk Saleh.

Festival tersebut juga akan dimeriahkan Parade Budaya yang menampilkan berbagai warisan seni dan budaya masyarakat adat Sumbawa.

Juga diagendakan kontes putra dan putri pariwisata Sumbawa, selain sebagai wadah memperkenalkan berbagai sektor bisnis dan peluang investasi di Pulau Sumbawa.

Pulau Moyo terletak sekitar 3 kilometer di lepas pantai utara Sumbawa. Pulau Moyo dikelilingi terumbu karang alami yang ideal untuk snorkeling, berenang dengan hiu putih, menyelam bersama ikan pari, dan pemandangan gerombolan ikan tropis.

Sepertiga daratan Pulau Moyo merupakan cagar alam yang dihuni berbagai satwa liar seperti rusa, sapi liar, dan berbagai jenis burung mulai bangau besar, brahmini hingga elang laut putih.

Di Pulau Sumbawa juga terdapat Gunung Tambora yang terkenal dengan letusan yang melegenda, dan tidak jauh dari Pantai Lakey yang merupakan salah satu tempat terbaik untuk menjajal ombak dengan papan selancar.

"Tahun ini diupayakan lebih meriah karena merupakan momentum untuk memperkenalkan program Tambora Menyapa Dunia 1815-2015," ujar Faozal.

Kini, Pemerintah Provinsi NTB tengah memantapkan pelaksanaan program Tambora Menyapa Dunia 1815-2015 atau peringatan dua abad meletusnya Gunung Berapi Tambora, yang puncak peringatannya diagendakan 11 April 2015.

Peluncuran program Tambora Menyapa Dunia 1815-2015 sudah dilakukan Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, pada Upacara Peringatan Hari Jadi Ke-198 Pemerintah Kabupaten Dompu 11 April 2013 yang digelar di halaman Kantor Bupati Dompu.

Program tersebut dihajatkan sebagai pengungkit kepariwisataan NTB yang kini telah dikenal dunia internasional.

Pada tanggal 16 Juni 2013, launching program Tambora Menyapa Dunia 1815-2015 dilakukan di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di Jakarta.

"Saat launching itu, Menparekraf Mari Elka Pangestu menyatakan mendukung sepenuhnya pengembangan NTB sebagai sebagai salah satu dari 16 daerah destinasi unggulan pariwisata nasional," ujarnya.

TRIBUN / HERUDIN Parade Budaya Lombok Sumabawa 2013 di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (16/6/2013). Parade budaya yang diikuti kabupaten-kabupaten di Nusa Tenggara Barat ini merupakan salah satu promosi wisata untuk mengajak wisatawan mengunjungi NTB.
NTB merupakan salah satu pintu gerbang pariwisata nasional selain sebagai penyangga pangan nasional. Oleh karena itu, Kemenparekraf akan mendorong penyiapan infrastrukturnya.

Terdapat tiga agenda besar dalam peringatan dua abad meletusnya Gunung Tambora, yakni kegiatan sosialisasi sekaligus promosi keunggulan Gunung Tambora, pengembangan situs dan daya tarik wisata, dan pengembangan infrastruktur pendukung, seperti jalan dan pelabuhan laut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.