Kompas.com - 28/09/2013, 11:44 WIB
EditorI Made Asdhiana
KOMPAS.com — Kalau mendengar kata Riau, kita pasti akan membayangkan destinasi yang
mempunyai budaya Melayu yang kental. Ya, Kota Pekanbaru adalah ibu kota Provinsi Riau dan dikenal dengan istilah Riau Daratan.

Seperti kota besar lainnya di Indonesia, kota ini merupakan kota perdagangan dan jasa. Di balik kota bisnis ternyata Riau mempunyai banyak obyek wisata yang bagus untuk dikunjungi wisatawan.

Hanya saja, yang membuat kurang populer di kalangan fotografer ataupun travelers karena obyek wisata di Pekanbaru ini jaraknya terpisah-pisah lumayan jauh. Beda dengan Bali, di mana sekali jalan kita bisa mendapatkan beberapa obyek wisata sekaligus.

Candi Muara Takus

Di kabupaten ini ada Candi Muara Takus yang merupakan candi Buddha. Candi ini sangat unik dan terawat dengan baik. Memang untuk menuju ke sini bisa memakan waktu 3 sampai 4 jam dari Kota Pekanbaru.

Saat yang tepat untuk menuju candi ini berangkat subuh karena cuaca di sini biasanya hanya bagus pada saat pagi hari. Siang sampai dengan sore biasanya sudah mendung dan sering terjadi hujan.

BARRY KUSUMA Candi Muara Takus di Kabupaten Kampar, Riau.
Candi ini berada di Desa Muara Takus, Kabupaten Kampar, Kota Riau. Jaraknya lebih kurang 135 kilometer dari Kota Pekanbaru. Kompleks candi ini dikelilingi tembok berukuran 74 x 74 meter. Di luar arealnya terdapat pula tembok tanah berukuran 1,5 x 1,5 kilometer yang mengelilingi kompleks ini sampai ke pinggir Sungai Kampar Kanan.

Di dalam kompleks ini terdapat pula bangunan Candi Tua, Candi Bungsu dan Mahligai Stupa, serta Palangka. Kompleks Candi Muara Takus merupakan satu-satunya peninggalan sejarah yang berbentuk candi di Riau.

Tips memotret Candi Muara Takus

1. Destinasi wisata di Pekanbaru Riau letaknya sangat berjauhan, sangat disarankan untuk pergi dari hotel setelah subuh. Maksudnya agar kita bisa mendapatkan cuaca yang bagus pada saat sampai di tujuan.

2. Obyek foto di Riau ini sangat banyak arsitekturnya karena memang kental dengan budaya Melayu. Sangat disarankan membawa lensa Range 17 mm untuk DX dan 24 mm untuk full frame. Lensa ini bisa meminimalisasi distorsi saat memotret arsitektur.

3. Obyek landscape juga banyak di Riau ini. Bawalah lensa wide untuk memotret landscape dan arsitektur untuk bereksperimen dengan distorsi kalau kita suka.

4. Bawalah charger kamera dan memory card back-up. Lamanya rute menuju obyek wisata membuat kita susah menemukan sumber listrik untuk men-charge baterai kamera kita kalau habis.

5. Cuaca di Pekanbaru dan sekitarnya sangat mudah berubah. Oleh karena itu, bawalah
filter ND atau CPL yang berguna membuat langit lebih berwarna kalau tertutup awan.

6. Di dalam kota kita bisa menemukan banyak makanan khas Riau. Untuk memotret
makanan tersebut, bawalah lensa dengan diafragma besar, misal F 2.8 F1.8, yang berguna untuk menciptakan DOF sempit dan terkadang kita harus memotret malam hari. (BARRY KUSUMA)

BARRY KUSUMA Candi Muara Takus di Kabupaten Kampar, Riau.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Makam Bung Karno di Blitar, Tempat Peristirahatan Terakhir Sang Proklamator

Makam Bung Karno di Blitar, Tempat Peristirahatan Terakhir Sang Proklamator

Jalan Jalan
Masuk Tebet Eco Park Harus Daftar Lewat Aplikasi JAKI, Ini caranya

Masuk Tebet Eco Park Harus Daftar Lewat Aplikasi JAKI, Ini caranya

Travel Update
Harga Tiket dan Jam Buka Istana Gebang Blitar, Rumah Bung Karno Masa Remaja

Harga Tiket dan Jam Buka Istana Gebang Blitar, Rumah Bung Karno Masa Remaja

Travel Tips
Jelajah Pulau hingga Mangrove, Wisata Belitung untuk Delegasi G20

Jelajah Pulau hingga Mangrove, Wisata Belitung untuk Delegasi G20

Travel Update
Istana Gebang di Blitar, Berkunjung ke Rumah Bung Karno Masa Remaja

Istana Gebang di Blitar, Berkunjung ke Rumah Bung Karno Masa Remaja

Jalan Jalan
Tebet Eco Park Buka Lagi 15 Agustus 2022, Ini Aturan dan Cara Berkunjung

Tebet Eco Park Buka Lagi 15 Agustus 2022, Ini Aturan dan Cara Berkunjung

Travel Update
Kereta Zombie di LRT Jakarta Bakal Tambah Konsep Baru, Seperti Apa?

Kereta Zombie di LRT Jakarta Bakal Tambah Konsep Baru, Seperti Apa?

Travel Update
Tradisi Sedekah Laut Akan Jadi Agenda Wisata Daerah

Tradisi Sedekah Laut Akan Jadi Agenda Wisata Daerah

Travel Update
Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Jalan Jalan
6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

Travel Tips
Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Travel Update
Ada 'Fashion Week' di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Ada "Fashion Week" di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Jalan Jalan
Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Travel Update
Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Jalan Jalan
Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.