Kompas.com - 14/11/2013, 08:36 WIB
Ilustrasi: Satu angkutan umum menanjak di satu bukit dengan pemandangan Danau Toba menuju perkampungan penduduk di Peabang, Kecamatan Harian Boho, Kabupaten Samosir, Sumut. TRIBUN MEDAN/TAUFAN WIJAYA Ilustrasi: Satu angkutan umum menanjak di satu bukit dengan pemandangan Danau Toba menuju perkampungan penduduk di Peabang, Kecamatan Harian Boho, Kabupaten Samosir, Sumut.
EditorI Made Asdhiana
MEDAN, KOMPAS —  Infrastrutur jalan menuju Danau Toba masih memprihatinkan. Beberapa jalur utama menuju obyek wisata alam andalan Sumatera Utara itu hingga kini rusak parah.

Ketika Kompas melintas dari arah Kabupaten Karo ke Tele, Kabupaten Samosir, jalan rusak mulai muncul dari Kecamatan Merek hingga Simpang Panji, Kabupaten Dairi. Kerusakan ini variatif, seperti berlubang dengan diameter 1 meter dan jalan berupa tanah sepanjang 25 meter. Laju mobil pun harus dikurangi hingga 25 kilometer per jam. Kerusakan itu terjadi di sepanjang 12 kilometer dari total panjang jalan 43 kilometer.

”Jalan ini sedang kami perbaiki dan semoga tahun ini selesai,” kata Kepala Satuan Kerja Wilayah I Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional I Bambang Pardede, Rabu (13/11/2013). Dana perbaikan jalan ini Rp 37 miliar.

Di jalan sepanjang 41 kilometer dari Simpang Panji ke Tele, Kabupaten Samosir, juga masih terdapat beberapa titik kerusakan. Kerusakan jalan paling parah dari Desa Parbuluan IV hingga Parbuluan VI yang mencapai 7 kilometer. Jalan ini berupa tanah karena aspalnya terkelupas. Hal serupa tampak dari arah Humbang Hasundutan via Dolok Sanggul. Di sini ditemukan kubangan lumpur berdiameter 4 meter.

Jalan menuju Danau Toba dari arah Sumatera Barat via Aek Latong lebih parah lagi. Meski jalan di Aek Latong telah diperbaiki, kondisi di sepanjang Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, hingga Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, rusak parah.

Di Sipirok terdapat jalan tanah labil sepanjang 10 kilometer. Saat hujan turun, mobil harus merambat pelan dengan kecepatan maksimal 10 kilometer per jam jika tidak ingin tergelincir di lumpur atau terguling. ”Sudah bertahun-tahun seperti ini,” ujar S Sitompul (43), warga Desa Sarulla, Kecamatan Siatas Barita, Tapanuli Utara.

KOMPAS.com/Ni Luh Made Pertiwi F. Wisatawan domestik di Menara Pandang Tele melihat panorama Danau Toba dari ketinggian. Menara ini berada di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara,
Jalur yang mulus menuju Danau Toba hanya dari Medan via Pematang Siantar. Meski jalur ini ramai truk pembawa logistik, nyaris tidak ada jalan berlubang. Sekitar 20 kilometer menjelang Parapat, pengendara perlu mewaspadai jalan yang kerap longsor.

Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional I Wijaya Seta mengaku terus memperbaiki jalan rusak di jalur menuju Danau Toba. Namun, perbaikan tidak dapat selesai tahun ini karena anggaran terbatas. ”Anggaran hanya Rp 1,9 triliun. Tahun depan semoga bisa menjadi Rp 2,3 triliun agar jalan cepat selesai,” katanya.

Kondisi jalan di Samosir di tepi Danau Toba pun demikian. Masih banyak jalan rusak. Lebar badan jalan hanya 5 meter. Danau Toba termasuk kawasan strategis nasional. Jumlah wisatawan mencapai 30.000 orang per tahun. ”Kami terus perbaiki jalan untuk kenyamanan wisatawan,” kata Bupati Samosir Mangindar Simbolon. (MHF)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.