Kompas.com - 19/11/2013, 09:27 WIB
EditorI Made Asdhiana
PEKANBARU, KOMPAS.com - Sedikitnya 5.000 wisatawan mengikuti Festival Bekudo Bono, sebuah pergelaran wisata dibalut olahraga ekstrem, yakni berselancar di ombak sungai di Semenanjung Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau.

"Tercatat sekitar 5.000 wisatawan yang datang untuk mengikuti festival ini, mayoritas wisatawan lokal," kata Koordinator Lapangan, Hisam Setiawan di Pekanbaru, Senin (18/11/2013).

Pemerintah Kabupaten Pelalawan menggelar festival tersebut mulai tanggal 16 hingga 22 November 2013. Kegiatan wisata dan olahraga ekstrem itu berisi beragam kegiatan mulai dari lomba memancing, berselancar hingga pergelaran budaya lokal dan bazar.

"Bono merupakan ombak yang tercipta di daerah muara Sungai Kampar karena pertemuan arus dari sungai dan laut. Tinggi gelombang bisa mencapai 10 meter lebih pada bulan ini karena pengaruh bulan purnama," katanya.

Selama tiga tahun terakhir, gelombang Bono Sungai Kampar mulai terkenal karena kerap dikunjungi peselancar nasional dan internasional. Fenomena alam itu terbilang langka karena "tidal wave" di sungai itu berdurasi lama hingga sekitar satu jam.

Dalam festival itu, panitia menggelar lomba selancar untuk kalangan profesional dan amatir. Sebanyak enam peselancar lokal dari Bali yang dipastikan berpartisipasi antara lain Marlon Gerber, Varun Tanjung, Endrik Epen, Dedi Satriadin, Iman Setiawan, Zulkarnaen Tayeb, dan Mick Curley.

"Untuk kalangan amatir, pesertanya sangat banyak sampai 30 orang yang merupakan warga setempat," katanya.

Lomba yang cukup unik pada festival kali ini adalah berselancar menggunakan sampan kayu. Hisam mengatakan, lomba ini mengadopsi kebiasaan warga sekitar yang sejak dulu menggunakan sampan untuk mengarungi ombak Bono yang kerap disebut "Bekudo Bono".

"Ada 30 perserta yang ikut Bekudo Bono dan peserta dipilih sangat selektif untuk yang sudah memahami kondisi sungai dan karakteristik Bono karena ini tidak sembarang orang bisa melakukannya," ujar Hisam.

Dia mengatakan Festival Bekudo Bono yang dipusatkan di Kelurahan Teluk Meranti, membawa keuntungan bagi masyarakat tempatan dengan banyaknya wisatawan yang datang. Desa kecil tersebut kini ramai pengunjung dan rumah-rumah warga berubah menjadi "homestay" karena penginapan yang ada tidak bisa menampung ribuan wisatawan.

"Festival ini juga menjadi uji coba untuk penyelenggaraan tahun selanjutnya, dalam segi pelayanan dan keamanannya juga," ujar Hisam.

Salah satu juri selancar Bono, Arya Subiyakto mengatakan Bono memiliki potensi besar untuk menjadi daya tarik wisata dan olahraga esktrem tingkat internasional.

"Ini pertama kali digelar lomba selancar di ombak sungai di Indonesia, dan ini merupakan potensi dan kebanggaan yang perlu dikembangkan lagi," tambah Arya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Motif Batik yang Boleh Dipakai dan yang Dilarang untuk Pernikahan

Motif Batik yang Boleh Dipakai dan yang Dilarang untuk Pernikahan

Jalan Jalan
Indonesia Turun ke Level 1 CDC Amerika, Berisiko Rendah Covid-19

Indonesia Turun ke Level 1 CDC Amerika, Berisiko Rendah Covid-19

Travel Update
Jangan Beri Uang Tip ke Pramugari, Akibatnya Bisa Merugikan

Jangan Beri Uang Tip ke Pramugari, Akibatnya Bisa Merugikan

Travel Tips
Korea Selatan Kembali Terbitkan Visa untuk Turis Asing per 1 Juni

Korea Selatan Kembali Terbitkan Visa untuk Turis Asing per 1 Juni

Travel Update
Pantai Tureloto di Nias Utara, Dikenal sebagai Laut Matinya Indonesia

Pantai Tureloto di Nias Utara, Dikenal sebagai Laut Matinya Indonesia

Jalan Jalan
Wisata ke Malaysia Kini Tidak Perlu Tes PCR, Asuransi, dan Karantina

Wisata ke Malaysia Kini Tidak Perlu Tes PCR, Asuransi, dan Karantina

Travel Update
Motif Batik Larangan Keraton yang Tak Boleh Dipakai Orang Biasa

Motif Batik Larangan Keraton yang Tak Boleh Dipakai Orang Biasa

Jalan Jalan
Panduan Wisata Kedai Sawah Sembalun Lombok Timur, Fasilitas, Jam Buka, dan Rute 

Panduan Wisata Kedai Sawah Sembalun Lombok Timur, Fasilitas, Jam Buka, dan Rute 

Travel Update
Masih Ada Long Weekend Mei 2022, Bisa Libur 4 Hari dengan Cara Ini

Masih Ada Long Weekend Mei 2022, Bisa Libur 4 Hari dengan Cara Ini

Travel Tips
Kreativitas Pemuda Desa Bangun Wisata Bukit Porong NTT yang Sukses Menangi Penghargaan

Kreativitas Pemuda Desa Bangun Wisata Bukit Porong NTT yang Sukses Menangi Penghargaan

Travel Update
Mulai 1 Juni 2022, Masuk Thailand Hanya Perlu 3 Syarat Ini

Mulai 1 Juni 2022, Masuk Thailand Hanya Perlu 3 Syarat Ini

Travel Update
4 Wisata Banyuwangi dengan Nuansa KKN di Desa Penari 

4 Wisata Banyuwangi dengan Nuansa KKN di Desa Penari 

Travel Update
Kawah Ijen via Bondowoso, Perjalanan Melalui Kaldera Gunung Api Purba

Kawah Ijen via Bondowoso, Perjalanan Melalui Kaldera Gunung Api Purba

Jalan Jalan
Citilink Tambah Rute dari Medan ke Aceh, Gunungsitoli, dan Sibolga PP

Citilink Tambah Rute dari Medan ke Aceh, Gunungsitoli, dan Sibolga PP

Travel Update
Panduan Car Free Day Jakarta, Khusus untuk Olahraga dan Tanpa PKL  

Panduan Car Free Day Jakarta, Khusus untuk Olahraga dan Tanpa PKL  

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.