Kompas.com - 14/12/2013, 22:02 WIB
Pemandangan obyek wisata Green Canyon, Cijulang, Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu (4/5/2013). Obyek wisata ini menawarkan keindahan dinding bebatuan yang ditutupi lumut dan wisatawan dapan menikmatinya dengan menyusuri sungai menggunakan perahu. KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZESPemandangan obyek wisata Green Canyon, Cijulang, Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu (4/5/2013). Obyek wisata ini menawarkan keindahan dinding bebatuan yang ditutupi lumut dan wisatawan dapan menikmatinya dengan menyusuri sungai menggunakan perahu.
EditorI Made Asdhiana
BANDUNG, KOMPAS — Pemerintah memulai pengembangan taman bumi atau geopark di Provinsi Jawa Barat. Kawasan yang akan dinamai Taman Bumi Parahyangan itu meliputi tiga area geologi yang membentang dari Sukabumi hingga Bandung.

”Pengembangan geopark ini merupakan bagian dari konservasi geologi, tetapi sekaligus untuk mengembangkan perekonomian masyarakat di wilayah sekitar,” kata Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral R Sukhyar, Kamis (12/12/2013), di Bandung.

Taman bumi merupakan konsep pembangunan kawasan pariwisata yang memadukan konservasi, edukasi, dan pengembangan sosial ekonomi masyarakat. Konsep yang diperkenalkan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) itu memadukan unsur geologi, biologi, dan budaya.

Sukhyar mengatakan, saat ini baru satu taman bumi Indonesia yang ditetapkan UNESCO masuk Jaringan Taman Bumi Global, yakni Gunung Batur di Bali. Sementara itu, ada empat taman bumi tingkat nasional, yakni Danau Toba (Sumatera Utara), Gunung Rinjani (Nusa Tenggara Barat), Taman Bumi Merangin (Jambi), dan Gunung Sewu (meliputi Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur).

Sekretaris Badan Geologi Kementerian ESDM Yunus Kusumahbrata mengatakan, Taman Bumi Parahyangan direncanakan meliputi tiga area. Area pertama membentang dari wilayah selatan Sukabumi sampai Pelabuhan Ratu yang memiliki warisan geologi tertua di Jabar. Batuan di wilayah itu merupakan hasil penunjaman atau tubrukan lempeng yang terjadi sekitar 60 juta tahun lalu.

Area kedua terdiri dari Pangandaran sampai wilayah selatan Tasikmalaya yang merupakan tempat letusan gunung api bawah laut. Area itu juga memiliki kawasan batu gamping yang sangat luas.

Area ketiga adalah kawasan Bandung Utara yang antara lain masuk wilayah Kabupaten Bandung Barat dan Kota Bandung. Wilayah itu memiliki proses geologi yang lebih muda dan umumnya hasil letusan gunung api, seperti Gunung Sunda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

”Kami sudah sosialisasi kepada masyarakat dan pemerintah daerah soal pengembangan Taman Bumi Parahyangan,” kata Yunus.

Menurut rencana, katanya, taman bumi itu akan dideklarasikan sebagai geopark tingkat nasional pada 2014. Lalu pada 2015, taman bumi itu akan diajukan ke UNESCO supaya diakui sebagai anggota Jaringan Taman Bumi Global.

Yunus menuturkan, pengembangan Taman Bumi Parahyangan masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Jabar. Dengan begitu, pengembangan itu bisa mendapat dukungan pemerintah kota atau kabupaten. ”Ada beberapa pemda yang akan terlibat, antara lain Pemkab Sukabumi, Cianjur, Pangandaran, Subang, dan Pemkot Bandung,” katanya. (hrs)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Maskapai di Jepang Jual Tiket Penerbangan Misterius Lewat Vending Machine

Maskapai di Jepang Jual Tiket Penerbangan Misterius Lewat Vending Machine

Travel Update
6 Oleh-oleh Populer Khas Palangka Raya, Ada Keripik Kelakai

6 Oleh-oleh Populer Khas Palangka Raya, Ada Keripik Kelakai

Travel Tips
Museum Kapal PLTD Apung di Banda Aceh, Saksi Bisu Tsunami Aceh

Museum Kapal PLTD Apung di Banda Aceh, Saksi Bisu Tsunami Aceh

Jalan Jalan
Pantai Jagu, Tempat Wisata Baru di Sudut Lhokseumawe Aceh

Pantai Jagu, Tempat Wisata Baru di Sudut Lhokseumawe Aceh

Jalan Jalan
Panduan Check-in Penerbangan Domestik di Bandara Soekarno-Hatta Saat Pandemi

Panduan Check-in Penerbangan Domestik di Bandara Soekarno-Hatta Saat Pandemi

Travel Tips
46 Negara Bisa Wisata ke Thailand Tanpa Karantina, Ada Indonesia?

46 Negara Bisa Wisata ke Thailand Tanpa Karantina, Ada Indonesia?

Travel Tips
Aturan Ganjil Genap, Puluhan Bus Wisata Gagal Masuk Gunungkidul

Aturan Ganjil Genap, Puluhan Bus Wisata Gagal Masuk Gunungkidul

Travel Update
Tempat Wisata Majalengka Boleh Buka Walau Masih PPKM Level 3

Tempat Wisata Majalengka Boleh Buka Walau Masih PPKM Level 3

Travel Update
Kepulauan Banyak Aceh, 99 Pulau dengan Paduan Pasir Putih dan Laut Biru

Kepulauan Banyak Aceh, 99 Pulau dengan Paduan Pasir Putih dan Laut Biru

Jalan Jalan
Desa Wisata Nusa Aceh, Desa Wisata Pertama Bertema Kebencanaan

Desa Wisata Nusa Aceh, Desa Wisata Pertama Bertema Kebencanaan

Jalan Jalan
9 Oleh-oleh Populer Khas Ambon, Ada Kerajinan Besi Putih

9 Oleh-oleh Populer Khas Ambon, Ada Kerajinan Besi Putih

Travel Tips
3 Tempat Wisata di Jakarta yang Bisa Dikunjungi Anak Usia di Bawah 12 Tahun

3 Tempat Wisata di Jakarta yang Bisa Dikunjungi Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Jalan Jalan
8 Satwa Langka Dilepasliarkan di Suaka Margasatwa Padang Sugihan

8 Satwa Langka Dilepasliarkan di Suaka Margasatwa Padang Sugihan

Travel Update
Daftar Tempat Wisata yang Boleh Dikunjungi Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Daftar Tempat Wisata yang Boleh Dikunjungi Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Jalan Jalan
InterContinental Bandung Dago Pakar Jadi Hotel Terbaik di Indonesia 2021

InterContinental Bandung Dago Pakar Jadi Hotel Terbaik di Indonesia 2021

Travel Update

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.