Kompas.com - 01/07/2014, 09:15 WIB
EditorI Made Asdhiana

Biko mengatakan, akan lebih baik dan lezat jika jagung yang digunakan untuk binthe biluhuta ini adalah jagung lokal yang banyak mengandung pati, bukan jagung manis yang memenuhi pasaran saat ini. ”Di Gorontalo, biasanya jagung pipil ini sebelumnya dimasak dahulu dengan kapur sirih sehingga menjadi lebih empuk dan pulen rasanya,” kata Biko.

Ihutilinanga

Gorontalo sebenarnya juga memiliki varietas jagung lokal berukuran kecil yang disebut binthe kiki. Namun, sayangnya jagung varietas lokal itu tak dikembangkan dengan gencar sehingga tenggelam di antara banjirnya jagung hibrida yang budidayanya membutuhkan pupuk kimia dan pestisida.

Selain binthe biluhuta, sajian lain yang tak kalah sedap siang itu adalah ihutilinanga, yakni berupa terung goreng dengan telur kocok. Masakan ini sebenarnya hanyalah terung yang diiris memanjang dan digoreng lalu disiram tumisan bumbu, santan, dan dicampur telur kocok. Kualitas terung yang baik cukup menentukan kelezatan masakan. Terung terasa masih pulen dan tidak terlalu layu.

Hidangan lain yang juga menggugah selera adalah bilenthango, yakni ikan yang digoreng dengan borehan bumbu. Ikan yang digunakan bisa berupa ikan laut ataupun ikan air tawar. Ikan yang telah dibersihkan kemudian dibelah pipih. Pada bagian dalam ikan ini kemudian diborehkan bumbu halus yang hanya berupa cabai merah, tomat, kemiri, dan bawang merah. Ikan yang telah dibalur bumbu halus itu kemudian digoreng dengan wajan datar tanpa harus dibolak balik. Oleh karena itu, untuk mencegah gosong, landasan wajan datar dapat dilapisi dengan daun pisang.

Sebagai penutup, pilihan kami siang itu adalah kue tradisional tobu’u, yakni kue kukus dari tepung beras bercampur santan dengan gula kelapa. Kue manis ini yang diwadahi daun pisang terasa lembut dan gurih. Aroma pandan sayup-sayup tercium di setiap gigitan. Karena teksturnya yang lembut, cara menikmatinya dengan disendok seperti menikmati puding.

KOMPAS/LASTI KURNIA Ihutili-nanga
Selain tobu’u, kami juga disodori camilan kue kering yang sangat identik dengan Gorontalo. Kue-kue ini dijuluki kue karawo yang merujuk pada sulam kerawang atau karawo, kerajinan tekstil khas Gorontalo. Kue-kue kering mungil ini setiap kepingnya berhiaskan lukisan bunga-bungaan berwarna-warni dari gula icing.

Meski belum terlalu populer di luar wilayahnya, masakan Gorontalo bisa dipastikan mudah akrab di lidah orang Indonesia pada umumnya. Sebab, ada dua karakter sajian Gorontalo yang menjadi kuncinya, yakni pedas dan gurih. (Sarie Febriane)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.