Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 02/07/2014, 08:32 WIB
EditorI Made Asdhiana
KOTA Palangkaraya, ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah, memiliki kerajinan khas anyaman rotan. Menganyam rotan bagi perajin dalam industri rumah tangga bagaikan menganyam kehidupan. Bahan baku rotan yang diperoleh dari sejumlah kabupaten di Kalteng itu berpindah-pindah tangan sebelum akhirnya menjadi aneka bentuk kerajinan, seperti tas, tikar, topi, kotak tisu, dan sandal.

Kota berpenduduk 229.599 orang tahun 2012 itu terdiri atas lima kecamatan, yaitu Pahandut, Sabangau, Jekan Raya, Bukit Batu, dan Rakumpit, dengan luas wilayah 2.678,51 kilometer persegi. Sesuai data Direktori Perusahaan Industri Kecil dan Menengah dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kota Palangkaraya, tahun 2013 terdapat 12 industri rumah tangga penghasil anyaman rotan.

Industri rumah tangga itu menyerap ratusan pekerja, dengan kapasitas produksi mencapai 9.750 buah kerajinan setiap tahun. Nilai produksinya mencapai Rp 330,4 juta per tahun, dengan nilai investasi sekitar Rp 54,2 juta per tahun.

Untuk mengolah menjadi anyaman, rotan yang diambil dari kebun atau hutan dipotong-potong dengan ukuran sekitar 1,5 meter. Lalu, perajin mulai meruntih atau membersihkan runtih (serbuk rotan) dan ruasnya. Setelah dijemur, batang rotan dipotong menjadi bilahan atau dalam bahasa setempat disebut dijangat berukuran sekitar 0,5 sentimeter (cm). Selanjutnya, bilahan itu diraut menggunakan pisau kecil agar rotan lentur dan tipis.

Hidupi keluarga

Menganyam rotan perlu waktu 2-3 hari, tergantung bentuk dan kerumitannya. Setelah dianyam, rotan diwarnai, didesain, dilem, dan dijahit. Pada proses ini, anyaman rotan berpindah tangan sesuai keahlian perajin. Menurut Sri Ngawang (68), pemilik industri kerajinan rotan Pahias, anyaman rotan bisa awet hingga lebih dari 10 tahun asalkan tidak terkena air dan dalam memprosesnya tak menggunakan varnish. Dompet, tas, dan tempat tisu dari anyaman rotan dijual Rp 25.000-Rp 500.000 per buah.

Sejumlah perajin mengaku, omzet setiap bulan yang didapat dari kerajinan anyaman rotan itu berkisar Rp 5 juta hingga Rp 25 juta. Setiap perajin dibantu oleh 3-25 pekerja, yang merupakan tetangga sekitar atau saudara dan kerabat.

Ramintje, misalnya, pemilik industri rumah tangga Pahari, dibantu 25 pekerja, yang adalah kerabatnya. Dia dapat memenuhi pemesanan tas atau ikat kepala khas Dayak sebanyak 400 buah setiap bulan. Setiap karyawan yang membantunya mendapatkan upah Rp 200.000 dari dua tas yang dihasilkan.

Esly S Lambung, pemilik kerajinan anyaman Galilea, menambahkan, ”Pemasukan sebulan mencapai Rp 5 juta. Bahkan, jika ada banyak pesanan, bisa lebih dari Rp 100 juta,” kata Esly yang dibantu 20 pekerja. Setiap pekerja di tempat usaha milik Esly setiap bulan memperoleh penghasilan hingga Rp 1,5 juta.

Dari usaha itu, perajin bisa memenuhi kebutuhan keluarganya, termasuk menyekolahkan anak-anaknya hingga perguruan tinggi. Esly yang memulai usaha tahun 2000 mampu menyekolahkan delapan anaknya hingga perguruan tinggi. Usaha itu juga memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan kerabat sekitarnya, yang umumnya ibu rumah tangga.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Tempat Wisata di Sulawesi Tenggara Selain Wakatobi, Ada Benteng

5 Tempat Wisata di Sulawesi Tenggara Selain Wakatobi, Ada Benteng

Jalan Jalan
5 Syarat Main Bareng Anabul di Bilik Kucing Cat Cafe, Jangan Berisik

5 Syarat Main Bareng Anabul di Bilik Kucing Cat Cafe, Jangan Berisik

Travel Tips
Menparekraf Ingin Ada Penerbangan Langsung dari India ke Indonesia

Menparekraf Ingin Ada Penerbangan Langsung dari India ke Indonesia

Travel Update
5 Wisata Dekat Buana Life Pangalengan, Ada Rumah Film 'Pengabdi Setan' 

5 Wisata Dekat Buana Life Pangalengan, Ada Rumah Film "Pengabdi Setan" 

Jalan Jalan
Bikin Paspor 1 Hari Jadi, Bayar Rp 1 Juta

Bikin Paspor 1 Hari Jadi, Bayar Rp 1 Juta

Travel Update
Infrastruktur dan Akses Dikeluhkan Usai Konser Dewa-19, Menparekraf Ingin Pengelolaan JIS Lebih Terintegrasi

Infrastruktur dan Akses Dikeluhkan Usai Konser Dewa-19, Menparekraf Ingin Pengelolaan JIS Lebih Terintegrasi

Travel Update
Sandal Upanat untuk Naik ke Candi Borobudur Dipakai Delegasi ATF 2023

Sandal Upanat untuk Naik ke Candi Borobudur Dipakai Delegasi ATF 2023

Travel Update
Sejumlah Delegasi ATF 2023 Jelajahi Tempat Wisata di Kulon Progo

Sejumlah Delegasi ATF 2023 Jelajahi Tempat Wisata di Kulon Progo

Travel Update
6 Tempat yang Dikunjungi Delegasi ATF 2023 di Yogyakarta, ke Mana Saja?

6 Tempat yang Dikunjungi Delegasi ATF 2023 di Yogyakarta, ke Mana Saja?

Jalan Jalan
Singapura Sumbang Turis Asing Terbanyak ke Indonesia Tahun 2022

Singapura Sumbang Turis Asing Terbanyak ke Indonesia Tahun 2022

Travel Update
Pemerintah Targetkan Segera Buka Penerbangan Langsung Australia-Labuan Bajo

Pemerintah Targetkan Segera Buka Penerbangan Langsung Australia-Labuan Bajo

Travel Update
Wisatawan Bisa Camping di Negeri Khayangan Magelang, Sekian Tarifnya

Wisatawan Bisa Camping di Negeri Khayangan Magelang, Sekian Tarifnya

Jalan Jalan
Kemenparekraf Garap Kerja Sama dengan Qatar Airways untuk Promosi Wisata Indonesia

Kemenparekraf Garap Kerja Sama dengan Qatar Airways untuk Promosi Wisata Indonesia

Travel Update
New Small World Purwokerto: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

New Small World Purwokerto: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

Travel Tips
Cap Go Meh 2023, Tingkat Okupansi Hotel di Singkawang Capai 100 Persen

Cap Go Meh 2023, Tingkat Okupansi Hotel di Singkawang Capai 100 Persen

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+