Kompas.com - 22/07/2014, 13:56 WIB
Musoleum Kemal Attaturk di Ankara, presiden pertama Turki modern setelah memproklamirkan berdirinya tahun 1923.

KOMPAS/ST SULARTOMusoleum Kemal Attaturk di Ankara, presiden pertama Turki modern setelah memproklamirkan berdirinya tahun 1923.
EditorI Made Asdhiana
MENGUNJUNGI obyek-obyek wisata di Turki, kita bisa menikmati bukan hanya pengembangan industri pariwisata, panorama alam, melainkan juga peradaban (hasil kebudayaan) manusia dari generasi ke generasi, dari usia ribuan tahun sebelum Masehi (SM) hingga abad ke-21.

Dari peradaban kuno dengan bangunan-bangunan kokoh batu-batu hingga bangunan-bangunan modern ber-AC. Dari peradaban paganisme di bawah kekuasaan Romawi, perkembangan kekaisaran Islam Usmani dengan ibu kota Istanbul-nya.

Wilayah Turki yang berada di atas dua benua, Asia dan Eropa, yang dipisahkan Selat Bosforus, dengan keseharian budaya Barat menonjol tanpa meninggalkan tradisi keagamaan Islami yang dipeluk oleh hampir 90 persen penduduknya. Dengan pengembangan industri pariwisata besar-besaran, Turki berpotensi menjadi ”saingan berat” Mesir. Dua puluh lima tahun lalu, bagi peserta ibadah umrah Indonesia, ”bonus”-nya mampir ke Mesir. Sekarang, hampir semua rombongan umrah memilih mampir ke Turki daripada Mesir.

Menurut Oemar—penduduk Istanbul—tiap tiga bulan sekali dari 6 rombongan turis yang diantarkannya berkeliling di Turki, satu di antaranya dari Indonesia. Dalam setiap perhentian dengan pasar-pasar suvenirnya di berbagai kota, dialog dalam bahasa Indonesia biasa diucapkan sepotong-sepotong. Apalagi di Pasar Besar yang terletak di belakang Museum Aya Sofia Sophia.

Tawar-menawar barang dengan kosakata bahasa Indonesia atau Melayu, oke. Tapi jangan heran, dalam tawar-menawar itu penjual tiba-tiba marah. Ketika transaksi tidak terjadi, mereka bertanya, ”Dari Malaysia?”. Begitu ada jawaban ”Indonesia”, mereka pun mencibir.

Turki menawarkan beragam obyek pluralistik kehidupan. Obyek-obyek wisata berlatar Islam seperti Masjid Biru (Blue Mosque), Masjid Sultan Ottoman di Istanbul, dan Museum Maulana Jalaluddin Rumi di Konya, Kanakkale, dengan latar belakang kehidupan Timur Tengah, kota tua Pergamon dengan ikonnya kuda troya yang hanya pernah kita baca dari karya Homerus dalam kisah Perang Troya tahun 1200 SM, kota tua peninggalan Romawi Kuno di Hierapolis (Pamukkale) dengan kolam-kolam air mineral bak kapas, dan naik balon mengitari rumah-rumah cerobong dari tanah liat di Kapadokia. Kedekatan dengan budaya Yunani Kuno masuk akal karena jarak terdekat ke perbatasan negara itu hanya sekitar 40 kilometer.

KOMPAS/ST SULARTO Istana Museum Topkapi di Istanbul.
Bagi yang tertarik kesejarahan dan latar belakang kekristenan, ditawarkan Efesus dengan petilasan yang konon Bunda Maria tinggal di Efesus selama tujuh tahun—dengan penghargaan tinggi tokoh Maryam dalam Al Quran, obyek ini pun menarik bagi non-Kristen—Kusadasi dengan reruntuhan Basilika Yohanes Penginjil tempat salah satu murid Yesus itu dimakamkan, Museum Terbuka Lembah Gerome yang pernah menjadi permukiman dan biara pemeluk Kristen (Katolik) awal dengan sejumlah orang kudus (santo) seperti St Barbara, St Philipus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bagi yang berminat ke latar belakang kesejarahan, Turki memanjakan mereka. Museum Istana Topkapi di Istanbul, kota tua Pergamon, kuil kuda troya, dan Musoleum tempat dimakamkan Kemal Attaturk berikut sejarah perjuangannya menjadikan Turki Modern di Ankara.

Efesus, Konya

Dari sekian obyek, kota kuno Efesus paling khas, merangkum tradisi paganisme (Romawi Kuno), kekristenan (Kristen awal) dan keislaman (Ottoman, era Kemal Attaturk yang kemudian membawa Turki sebagai sebuah negara modern sejak 1923), berikut makam tokoh sufi Jalaluddin Rumi di Konya.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Tiket Kopeng Treetop Semarang Tahun 2021, Cuma Buka Weekend dan Hari Libur

Harga Tiket Kopeng Treetop Semarang Tahun 2021, Cuma Buka Weekend dan Hari Libur

Jalan Jalan
Harga Tiket Masuk Tol Kahyangan Magelang, Cuma Ada Saat Akhir Pekan

Harga Tiket Masuk Tol Kahyangan Magelang, Cuma Ada Saat Akhir Pekan

Jalan Jalan
 Itinerary Wisata 3 Hari 2 Malam di Padang, Ada Batu Malin Kundang

Itinerary Wisata 3 Hari 2 Malam di Padang, Ada Batu Malin Kundang

Itinerary
Taman Safari Bogor Masuk Daftar Uji Coba, Ini 5 Vila di Sekitarnya

Taman Safari Bogor Masuk Daftar Uji Coba, Ini 5 Vila di Sekitarnya

Jalan Jalan
Pemkab Magelang Siapkan Tempat Wisata, Sinyal Internet Diperkuat

Pemkab Magelang Siapkan Tempat Wisata, Sinyal Internet Diperkuat

Travel Update
Aturan Ganjil Genap di Pinus Sari Sebabkan Banyak Wisatawan Putar Balik

Aturan Ganjil Genap di Pinus Sari Sebabkan Banyak Wisatawan Putar Balik

Travel Update
7 Villa Murah di Puncak, Harga Kurang dari Rp 1 Juta

7 Villa Murah di Puncak, Harga Kurang dari Rp 1 Juta

Jalan Jalan
Candi Borobudur Buka untuk Uji Coba Wisata, Catat Syarat Masuknya

Candi Borobudur Buka untuk Uji Coba Wisata, Catat Syarat Masuknya

Travel Update
Super Air Jet Buka Rute Baru Jakarta-Palembang, Harga Mulai Rp 300.000

Super Air Jet Buka Rute Baru Jakarta-Palembang, Harga Mulai Rp 300.000

Travel Update
Kunjungi Desa Wisata Tamansari, Sandiaga Yakin Wisata Banyuwangi Bangkit

Kunjungi Desa Wisata Tamansari, Sandiaga Yakin Wisata Banyuwangi Bangkit

Travel Update
 6 Oleh-oleh Makanan dan Minuman Siap Saji Khas Makassar, Ada Coto Makassar Instan

6 Oleh-oleh Makanan dan Minuman Siap Saji Khas Makassar, Ada Coto Makassar Instan

Jalan Jalan
7 Oleh-oleh Unik Khas Makassar, Ada Kain Sutera dan Minyak Tawon

7 Oleh-oleh Unik Khas Makassar, Ada Kain Sutera dan Minyak Tawon

Jalan Jalan
Langkawi Malaysia Sambut Turis Domestik Lewat Travel Bubble

Langkawi Malaysia Sambut Turis Domestik Lewat Travel Bubble

Travel Update
Sandiaga Sebut Desa Tamansari di Banyuwangi Bisa Jadi Wisata Kelas Dunia

Sandiaga Sebut Desa Tamansari di Banyuwangi Bisa Jadi Wisata Kelas Dunia

Travel Update
Kampung Blekok Situbondo Masuk 50 Besar ADWI 2021 karena Unggulkan Ekowisata

Kampung Blekok Situbondo Masuk 50 Besar ADWI 2021 karena Unggulkan Ekowisata

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.