Kompas.com - 06/08/2014, 12:18 WIB
EditorI Made Asdhiana

Penjaja durian gula-gula, Musbah, mengatakan, mengambil durian itu dari hutan-hutan di sekitar daerah Kalosi, Enrekang. Pada puncak musim durian di bulan Maret atau April, hasil panenan durian akan membanjiri tepian Jalan Raya Toraja. ”Anda beruntung masih bisa mencicipi durian gula-gula ini. Saat ini, musim panen durian sudah mulai habis,” kata Musbah, Mei lalu.

Meninggalkan jalan poros Toraja menuju Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, buah-buahan dari hutan semakin mudah dijumpai. Pedagang di tepi jalan raya menyuguhkan pemandangan menggiurkan ketika menjajakan buah langsat yang menawan dengan kulit kuning cerah nan cantik. Ukuran buahnya dua kali buah duku dengan rasa manis yang melampaui manis segar duku. Pedagang menjual buah langsat hutan dengan harga Rp 10.000 per porsi. Satu porsi langsat ditakar dengan satu tempat nasi atau ceting. Ceting beragam ukuran pun kemudian memenuhi etalase penjualan langsat.

Selain langsat, masih ada markisa dan terong belanda (tamarillo) yang populer di Toraja dan sekitarnya. Jus markisa maupun jus tamarillo bisa dijumpai di warung-warung makan dan disuguhkan sebagai minuman selamat datang di beberapa hotel di Toraja. Tamarillo yang berbentuk bulat oval dengan warna hitam keunguan ini bisa disantap seperti ketika kita menyantap buah kiwi. Menggunakan sendok, daging buah tamarillo yang manis asam lembut segera menyuguhkan sensasi menyegarkan.

Kopi Toraja

Mengunjungi Toraja terasa belum lengkap jika belum mencicipi kopi khas Toraja. Salah satu warung yang menjual kopi Toraja terletak di Jalan Emmy Saelan, Rantepao. Kedai bernama Rezeki Coffee Agro Industry tersebut menjajakan beragam jenis kopi seperti kopi arabika dan robusta.

Di dalam kedai, kita bisa membeli biji kopi utuh atau memilih kopi yang sudah digiling menjadi bubuk yang dikemas dalam wadah plastik. Ketika kopi digiling, aroma harum kopi segera menguar memenuhi ruangan. Sebelum digiling, biji kopi sudah menjalani proses produksi mulai dari pemilihan bahan baku, pencucian, penjemuran, hingga digoreng sangrai tanpa minyak.

Pemilik Rezeki Coffee Agro Industry, Hamka Saleh, sengaja memajang beragam piagam dan sertifikat yang diperoleh di dinding warung. Ia antara lain mengantongi sertifikat penyuluh keamanan pangan, dan piagam bintang keamanan pangan. Satu liter kopi robusta dijual Rp 23.000, sedangkan kopi arabika Rp 55.000.

Sayang kedai ini tidak menyediakan kopi Toraja yang sudah diseduh. Namun, tak perlu kecewa, karena cukup banyak kedai kopi yang menyediakan kopi seduh yang aroma dan citarasanya selalu mengundang rasa rindu untuk kembali ke Toraja. (Mawar Kusuma/Dwi A Setianingsih)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.