Kompas.com - 15/10/2014, 15:24 WIB
Pedagang perhiasan batu alam atau batu giok di Pasar Bogyoke Aung San di Yangon, Myanmar, Minggu (12/10/2014). Selain perhiasan dari batu, pasar tradisional ini juga menjual aneka kerajinan lain khas Myanmar. Wisatawan banyak mengunjungi tempat ini untuk berburu cendera mata untuk buah tangan. KOMPAS/HERU SRI KUMOROPedagang perhiasan batu alam atau batu giok di Pasar Bogyoke Aung San di Yangon, Myanmar, Minggu (12/10/2014). Selain perhiasan dari batu, pasar tradisional ini juga menjual aneka kerajinan lain khas Myanmar. Wisatawan banyak mengunjungi tempat ini untuk berburu cendera mata untuk buah tangan.
EditorI Made Asdhiana
KOTA Yangon, Myanmar, tidak hanya terkenal dengan pagodanya. Kota ini juga menyimpan sejarah cukup panjang dalam perdagangan batu mulia, khususnya batu giok.

Wajar jika para pedagang dan penggemar batu giok datang ke Yangon berburu batu giok di pusat perkulakannya, yaitu Pasar Bogyoke (baca Bokjog) atau populer juga dengan nama masa lalunya Scott Market.

Bogyoke Aung San Market merupakan pasar yang khas di Yangon. Di sini Anda bisa menemukan berbagai batu yang sudah dipoles dan dipotong, kerajinan tangan dari kayu, rotan, dan berbagai kain yang biasa dipakai warga Myanmar.

Pasar Bogyoke Aung San berada di jalan raya Bogyoke Aung San, yang merupakan salah satu jalan utama di wilayah ”kota lama” Yangon. Menempati sebuah bangunan tua peninggalan masa kolonial Inggris, Pasar Bogyoke menjadi salah satu tempat tujuan wisatawan di Yangon.

Di tempat ini pula Anda bisa menemukan barang ilegal, barang antik, dan juga penukaran mata uang asing tidak resmi.

Pasar Bogyoke dibangun pada tahun 1926, atau di masa akhir pendudukan Inggris di Myanmar. Meskipun banyak pihak meyakini penamaan Scott Market untuk mengabadikan nama James George Scott, pegawai negeri sipil Inggris yang memperkenalkan sepak bola kepada rakyat Myanmar, beberapa pihak menyebutkan nama Scott itu sebenarnya diambil dari nama Komisioner Kota pada saat itu, Gavin Scott.

Setelah Myanmar merdeka pada 1948, pasar dan jalan di depannya diberi nama Bogyoke Aung San, jenderal pahlawan kemerdekaan Myanmar yang tak lain adalah ayah tokoh demokrasi Myanmar, Aung San Suu Kyi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Begitu masuk ke pasar ini, Anda bisa menemukan batu giok kasar yang masih dalam bentuk bongkahan besar, batu yang sebagian sudah diolah, hingga batu yang telah dipotong, dan dihaluskan dengan baik untuk mata cincin, gelang, liontin, dan aksesori lainnya.

Harganya beragam, dari 500 kyat (Rp 6.000) hingga jutaan rupiah. Giok berbentuk gelang, misalnya, dijual mulai dari harga 1.000 kyat (Rp 12.000) sampai 20.000 kyat (Rp 240.000). Kualitas, ukuran, dan corak batunya memang beragam, tetapi hampir bisa dipastikan barang yang berharga murah pun bukan giok imitasi atau plastik.

Untuk giok berharga mahal, Anda akan mendapatkan sertifikat keasliannya sehingga Anda pun bisa menjual giok tersebut dengan harga yang tetap tinggi. ”Di sini tidak ada giok artifisial. Meskipun murah, ini batu giok asli, hanya saja kualitasnya memang rendah,” ungkap beberapa pedagang hampir senada.

Dari beratnya dan kontur permukaannya, memang terlihat tidak ada satu pun yang persis sama, yang menandakan itu memang bukan batu artifisial.

Jika merunut pada berbagai referensi, industri batu giok di Myanmar telah ada sejak abad ke-13. Produknya dinilai sebagai batu giok dengan kualitas terbaik di dunia. Pantaslah jika hingga saat ini Myanmar menjadi penyuplai 70 persen batu giok di seluruh dunia.

Tambang batu giok di Myanmar berada di kawasan yang dikenal sebagai ”Jejak Giok” di Negara Bagian Kachin, di wilayah utara Myanmar. Wilayah itu adalah sebuah kawasan perbukitan yang merupakan salah satu hulu Sungai Uyu. Penambangan dan industri giok di wilayah itu terutama dilakukan di kota-kota Tawmao, Hpakan, Hweka, Mamon, dan Hkamti. (Rakaryan Sukarjaputra dari Yangon, Myanmar)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erupsi Gunung Semeru, Wisata Air Terjun Tumpak Sewu Tetap Aman

Erupsi Gunung Semeru, Wisata Air Terjun Tumpak Sewu Tetap Aman

Travel Update
Bandara Juanda di Sidoarjo Tak Terdampak Letusan Gunung Semeru

Bandara Juanda di Sidoarjo Tak Terdampak Letusan Gunung Semeru

Travel Update
Jembatan Gladak Perak Lumajang Hancur Kena Erupsi Semeru, Lalu-lintas Dialihkan via Probolinggo

Jembatan Gladak Perak Lumajang Hancur Kena Erupsi Semeru, Lalu-lintas Dialihkan via Probolinggo

Travel Update
6 Fakta Jembatan Gladak Perak Lumajang yang Hancur Diterjang Erupsi Gunung Semeru

6 Fakta Jembatan Gladak Perak Lumajang yang Hancur Diterjang Erupsi Gunung Semeru

Jalan Jalan
4 Benda di Kamar Hotel yang Boleh Dibawa Pulang, Ada Sabun dan Sampo

4 Benda di Kamar Hotel yang Boleh Dibawa Pulang, Ada Sabun dan Sampo

Travel Tips
Kongres JKPI ke-V di Bogor Tetapkan 8 Ibu Kota Kebudayaan di Indonesia

Kongres JKPI ke-V di Bogor Tetapkan 8 Ibu Kota Kebudayaan di Indonesia

Travel Update
5 Atraksi Menarik Desa Nglanggeran, Desa Wisata Terbaik Dunia 2021 UNWTO

5 Atraksi Menarik Desa Nglanggeran, Desa Wisata Terbaik Dunia 2021 UNWTO

Jalan Jalan
Lawson Hadir Secara Virtual di Metaverse Parareal Akihabara Jepang

Lawson Hadir Secara Virtual di Metaverse Parareal Akihabara Jepang

Jalan Jalan
Sandiaga Puji Desa Wisata Nglanggeran, Desa Wisata Terbaik 2021 UNWTO

Sandiaga Puji Desa Wisata Nglanggeran, Desa Wisata Terbaik 2021 UNWTO

Travel Update
Hari Konservasi Kehidupan Liar Sedunia, Yuk Intip 7 Kawasan Konservasi di Indonesia

Hari Konservasi Kehidupan Liar Sedunia, Yuk Intip 7 Kawasan Konservasi di Indonesia

Jalan Jalan
Tempat Wisata Gunung Salak di Aceh Utara Bakal Tutup untuk Pembangunan Jembatan

Tempat Wisata Gunung Salak di Aceh Utara Bakal Tutup untuk Pembangunan Jembatan

Travel Update
Ascott Kerja Sama dengan Kimaya Group Perluas Hotel di 4 Provinsi

Ascott Kerja Sama dengan Kimaya Group Perluas Hotel di 4 Provinsi

Travel Update
Jangan Bawa Pulang 5 Benda Ini dari Hotel, Awas Kena Denda

Jangan Bawa Pulang 5 Benda Ini dari Hotel, Awas Kena Denda

Travel Tips
5 Tips Liburan Akhir Tahun agar Tetap Aman dan Nyaman

5 Tips Liburan Akhir Tahun agar Tetap Aman dan Nyaman

Travel Tips
Pawon Purba Hadirkan Sensasi Makan di Kaki Gunung Api Purba Nglanggeran

Pawon Purba Hadirkan Sensasi Makan di Kaki Gunung Api Purba Nglanggeran

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.