Kompas.com - 08/11/2014, 17:15 WIB
Lobi Hotel Tentrem di Yogyakarta. KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMANLobi Hotel Tentrem di Yogyakarta.
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menuturkan larangan pemerintah agar PNS tidak rapat di hotel, memberi kesan bahwa melakukan kegiatan di hotel adalah pemborosan.

"Mohon diluruskan saja, takutnya misleading, seakan melakukan kegiatan di hotel itu pemborosan," kata Hariyadi, di Jakarta, Jumat (7/11/2014).

Ia menuturkan pelarangan tersebut seakan-akan PNS sama sekali tidak boleh mengadakan rapat di hotel. Menurut Hariyadi, jika pertemuan besar yang mengundang banyak orang dari berbagai daerah dilakukan di kantor kementerian, mungkin saja bisa muat di ruang rapat di kantor kementerian tersebut.

"Tapi mereka tinggalnya di mana? Kalau menginap di hotel, rapat di kantor kementerian, repot juga wara-wirinya. Jadinya tidak efisien juga," kata Hariyadi.

Hariyadi menuturkan bahwa PHRI mendukung pemerintah dalam melakukan efisiensi. Hanya saja, ia mengusulkan pola anggaran yang dipakai pemerintah yang seharusnya diubah. Selama ini, kementerian harus menghabiskan anggaran tahun tersebut.

KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Hotel Harris Seminyak di Kecamatan Kuta, Bali.
"Jadinya ada kesan tiap akhir tahun kementerian dikejar untuk menghabiskan anggaran. Harusnya kalau bisa berhemat dan kinerjanya tercapai, diberi insentif atau reward (penghargaan). Ini malah kalau tidak habis, kena pinalti dikurangin tahun depan," kata Hariyadi.

Jadi, lanjut Hariyadi, jangan sampai mengadakan pertemuan atau rapat di hotel malah disimpulkan sebagai pemborosan. "Kalau pertemuannya diada-adain baru tidak benar. Jangan didramatisir, seakan-akan hotel yang salah. Kalau efisiensi mengadakan rapat, bisa saja dikurangi, misalnya tadinya 10 pertemuan jadi 8 pertemuan. Sekarang konotasinya kalau diadakan di hotel itu boros. Kesannya salah di hotel," katanya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.