Kompas.com - 21/12/2014, 09:39 WIB
|
EditorI Made Asdhiana
BENGKULU, KOMPAS.com - Belasan remaja berbaris membentuk formasi bendera merah putih, menyusul pelepasan ratusan balon udara dan lampion mewarnai peringatan tiga abad berdirinya Benteng Marlborough di Kota Bengkulu. Acara sore itu digelar cukup sederhana, dengan jajanan berupa ubi rebus, pisang dan lainnya untuk para pengunjung.

"Benteng ini dibangun pada 1714 hingga 1741 oleh Inggris. Ini bukan bentuk apresiasi terhadap penjajah yang mengukuhkan kekuatannya di Bengkulu kala itu tapi kami mengambil momentumnya saja sebagai semangat untuk menyemangati generasi muda untuk menjaga kelestarian warisan budaya sejarah dan alam Provinsi Bengkulu," kata Ketua Panitia pelaksana, Krishna Gamawan, yang digelar Bengkulu Heritage Society (BHS), Sabtu (20/12/2014).

Banyak sekali situs warisan budaya Bengkulu saat ini tak terawat, padahal itu merupakan sejarah yang tentu saja harus diingat termasuk potensi wisata alam, adat, tarian, seni dan lainnya. Benteng Marlborough dikenal juga dengan benteng kura-kura dibuat oleh Kerajaan Inggris Raya pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Joseph Collet. Benteng Marlborough berdiri kokoh di tepian Samudra Hindia di atas bukit dengan ketinggian sekitar 8,5 meter di atas permukaan laut.

Untuk mengerjakan pembuatan benteng Inggris sengaja membawa pekerja yang berasal dari Madras, hingga kini perkampungan pekerja tersebut masih tersisa di Kota Bengkulu yakni Kebun Keling. Bersamaan dengan hengkangnya Inggris dari Bengkulu para pekerja itu ikut pula angkat kaki, hanya beberapa orang saja yang tertinggal. Tak diketahui secara resmi apakah pekerja tersebut beranak pinak di Bengkulu.

Benteng menghadap ke selatan dan memiliki luas sekitar 44.100 meter persegi. Benteng yang dikelilingi parit buatan ini seolah memunggungi Samudra Hindia. Memiliki empat sudut yang dilengkapi meriam pengintai, meriam pertahanan dan meriam penghancur kapal musuh yang langsung mengarah ke laut. Pemandangan pantai sangat eksotis dilihat dari sudut ini, laut tampak terhubung tanpa putus mulai dari Tapak Paderi hingga Pantai Panjang yang dikenal cukup indah pemandangannya itu.

Donny Apriliananda Tim Avanzanation Journey mengunjungi Benteng Marlborough di Bengkulu.
Sebelum memasuki benteng ini kita akan melewati jembatan penghubung di atas parit, selanjutnya, di dinding pintu utama terdapat beberapa relief terbuat dari beton tebal. Selepas gerbang tersebut terdapat tiga makam di sebelah kanan, makam pertama terbaring jasad Residen Thomas Parr yang mati dibunuh pada 23 Desember 1807 oleh pemberontakan rakyat Bengkulu. Di sebelahnya dimakamkan pegawai Parr, Charles Murray. Murray berusaha menyelamatkan Parr, namun terluka dan meninggal. Sedangkan makam yang terakhir tidak dikenal.

Di gerbang kedua terdapat dua ruangan bawah tanah saling berhadapan, dalam salah satu ruang itu terdapat lukisan kompas yang dibuat oleh tahanan menggunakan bahasa Belanda tertempel di beton bangunan yang kokoh. Di dekat kompas terdapat tulisan yang digoreskan ke beton, “Die dit kompas mnzii berisp den knoeijer niet bedenk dat-lee cen leidt en dat voor tijdverdrijf ik dit hier nederschrijf.” Artinya: “Barang siapa mengamati kompas ini janganlah memarahi yang membuat coretan ini, ingatlah bahwa kesengsaraan dan waktulah yang membuat saya mencoret-coret di sini dan waktu saya menulis ini.” Tulisan tersebut diterjemahkan Prof Dr Haryati Soebado pada 14 Oktober 1983.

Konon di ruangan itu juga Bung Karno pernah mendekam ketika diasingkan di Bengkulu. Selanjutnya, di sebelah kiri, terdapat ruang tahanan bawah tanah juga gudang harta. Sedangkan memasuki ke pintu utama di sebelah kanan terdapat barak militer berisikan beberapa meriam dan peluru yang tersisa. Terus ke depan terdapat perkantoran yang digunakan untuk perwira. Terdapat pula beberapa gudang mesiu dan beberapa meriam tersisa.

Jika dilihat dari udara, maka benteng terlihat berbentuk seperti kura-kura memiliki kepala dan empat buah kaki, oleh karena itu benteng ini juga disebut dengan benteng kura-kura. Pada bagian sudut dahulunya digunakan sebagai menara pengintai dan terdapat beberapa meriam berjaga bila musuh datang menyerang. Benteng Marlborough merupakan dermaga laut milik Inggris untuk mengirim hasil jarahan ke negeri Inggris.

Beberapa literatur menyebutkan benteng ini merupakan benteng terbesar di kawasan Asia Tenggara. Fungsi benteng berubah menjadi kepentingan perdagangan. Benteng dijadikan tempat koordinasi bagi kelancaran suplai lada bagi perusahaan dagang Inggris, East Indian Company (EIC), dan pusat pengawasan jalur pelayaran dagang yang melewati Selat Sunda.

KOMPAS/ADHITYA RAMADHAN Benteng Marlborough di Bengkulu.
Perisitiwa bersejarah juga terjadi pada 17 Maret 1824, Belanda menyerahkan Malaka dan Semenanjung Melayu pada Inggris. Sedangkan, Inggris menyerahkan kekuasaannya di Bengkulu dan seluruh kepemilikannya di Pulau Sumatera kepada Belanda. Perjanjian tersebut dilakukan pada 17 Maret 1824 di London, dikenal dengan "traktat London". Pada perjanjian itu Belanda diwakili oleh Hendrik Fagel dan Anton Reinhard Falck, sedangkan Inggris diwakili George Canning dan Charles Watkins Williams Wynn. Hal ini dilakukan untuk menguasai wilayah jajahan masing-masing.

Benteng ini dibuka untuk umum pada 24 April 1984. Beberapa pemugaran terjadi yang mengubah bentuk dan keasliannya. Benteng ini selain berdekatan dengan samudera, juga dikelilingi kawasan wisata pecinan dan sebuah Vihara. Karena pada masa Inggris mereka menggunakan warga etnis Tionghoa sebagai pedagang dan pekerja.

Sebenarnya ada banyak wisata sejarah dan alam di Bengkulu, sayang belum dikelola secara baik dan terpadu antara pemerintah dan pihak swasta yang bergerak di bisnis pariwisata secara profesional sehingga tak banyak yang dikenal. Namun belakangan beberapa potensi wisata Bengkulu mulai membuka diri dan dikenali para pelancong dari dalam dan luar negeri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Balai Yasa Manggarai Dibuka untuk Tur Edukasi, Hanya sampai Besok

Balai Yasa Manggarai Dibuka untuk Tur Edukasi, Hanya sampai Besok

Jalan Jalan
Stasiun Samarang NIS, Stasiun Kereta Api Pertama Indonesia yang Hilang

Stasiun Samarang NIS, Stasiun Kereta Api Pertama Indonesia yang Hilang

Jalan Jalan
Menanti Dibukanya Alun-alun Bandungan di Semarang

Menanti Dibukanya Alun-alun Bandungan di Semarang

Travel Update
Pertemuan Menteri Pariwisata Anggota G20 Sepakati 5 Poin Bali Guidelines

Pertemuan Menteri Pariwisata Anggota G20 Sepakati 5 Poin Bali Guidelines

Travel Update
5 Tempat Ngeteh Instagramable di Jakarta

5 Tempat Ngeteh Instagramable di Jakarta

Jalan Jalan
Kunjungi Kampung Adat, Turis Portugal Pakai Kain Songke dan Selendang Manggarai

Kunjungi Kampung Adat, Turis Portugal Pakai Kain Songke dan Selendang Manggarai

Jalan Jalan
7 Tips Aman Berkendara di Jalan Tol agar Tidak Kecelakaan

7 Tips Aman Berkendara di Jalan Tol agar Tidak Kecelakaan

Travel Tips
3 Tren Terkini Pariwisata di Indonesia, Ada Sport Tourism

3 Tren Terkini Pariwisata di Indonesia, Ada Sport Tourism

Travel Update
Serunya Trekking di Bukit Lawang Sumatera Utara, Bertemu Orangutan dan Monyet

Serunya Trekking di Bukit Lawang Sumatera Utara, Bertemu Orangutan dan Monyet

Jalan Jalan
Awas Bahaya! Hindari 3 Hal Ini Saat Trekking

Awas Bahaya! Hindari 3 Hal Ini Saat Trekking

Travel Tips
Literasi dan Edukasi Sampah Plastik, Upaya Jaga Keindahan Labuan Bajo

Literasi dan Edukasi Sampah Plastik, Upaya Jaga Keindahan Labuan Bajo

Travel Update
Kenaikan Tiket Masuk TN Komodo Ditunda, Sudah Ada Turis yang Jajal Tarif Rp 3,75 Juta Per Orang

Kenaikan Tiket Masuk TN Komodo Ditunda, Sudah Ada Turis yang Jajal Tarif Rp 3,75 Juta Per Orang

Travel Update
Batik Air Terbang ke Samarinda dan Pekanbaru dari Halim per 1 Oktober

Batik Air Terbang ke Samarinda dan Pekanbaru dari Halim per 1 Oktober

Travel Update
7 Patung Yesus Tertinggi di Dunia, Ada yang dari Indonesia

7 Patung Yesus Tertinggi di Dunia, Ada yang dari Indonesia

Jalan Jalan
Harga Tiket Wahana Romokalisari Adventure Land, Wisata Baru Surabaya

Harga Tiket Wahana Romokalisari Adventure Land, Wisata Baru Surabaya

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.