Kompas.com - 13/01/2015, 11:19 WIB
Lanskap Pantai Karangpandan, di Pulau Nusakambangan bagian timur, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (5/3/2014), dengan pasir putih dikelilingi hutan tropis dan ratusan aneka tumbuhan yang asri. Selain merupakan pulau penjara, Nusakambangan juga menyimpan potensi wisata yang sangat indah. Di samping gugusan pantai, terdapat pula benteng-benteng peninggalan Belanda dan goa-goa alami. KOMPAS/GREGORIUS MAGNUS FINESSOLanskap Pantai Karangpandan, di Pulau Nusakambangan bagian timur, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (5/3/2014), dengan pasir putih dikelilingi hutan tropis dan ratusan aneka tumbuhan yang asri. Selain merupakan pulau penjara, Nusakambangan juga menyimpan potensi wisata yang sangat indah. Di samping gugusan pantai, terdapat pula benteng-benteng peninggalan Belanda dan goa-goa alami.
EditorI Made Asdhiana
CILACAP, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, bakal mengembangkan wisata bahari dan ekowisata di sekitar Segara Anakan dan Pulau Nusakambangan. "Wisata bahari dan ekowisata tersebut sedang kami garap di samping obyek-obyek wisata yang sudah ada. Ke depan diharapkan bisa menjadi wisata unggulan Kabupaten Cilacap," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Cilacap, Indar Yuli Nyataningrum di Cilacap, Senin (12/1/2015).

Dia berharap pengembangan wisata bahari dan ekowisata di Segara Anakan dan Pulau Nusakambangan sejalan dengan kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo di bidang kemaritiman khususnya wisata pantai. "Secara kebetulan sebagian besar obyek wisata Cilacap merupakan wisata pantai," katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Wakil Bupati Cilacap Akhmad Edi Susanto mengatakan bahwa potensi wisata bahari dan ekowisata di laguna Segara Anakan layak dipasarkan.

KOMPAS/GREGORIUS MAGNUS FINESSO Salah satu perahu nelayan yang membawa jolen atau rumah-rumahan sesaji di Pantai Teluk Penyu yang selanjutnya akan dilarung di Pulau Majeti, sebelah selatan Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (7/12/2012). Hal tersebut merupakan bagian dari prosesi Tradisi Sedekah Laut yang dilakukan setiap Bulan Sura sebagai ungkapan syukur nelayan atas hasil laut setahun ini dan berharap perlindungan selama setahun ke depan. Tradisi ini melibatkan ribuan nelayan di seluruh Cilacap dan menjadi agenda pariwisata unggulan wilayah setempat.
Menurut dia, di Kampung Laut yang berada di Segara Anakan terdapat ekowisata yang ditanami berbagai jenis tanaman mangrove. "Saya sempat membawa sekitar 70 wisatawan untuk mengunjungi Kampung Laut beberapa waktu lalu," katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Pengelola Sumber Daya Kawasan Segara Anakan (DKP2SDKSA) Cilacap Sudjiman mengatakan bahwa Pemkab Cilacap akan segera mengusulkan perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kawasan Segara Anakan kepada pemerintah pusat.

"Dengan adanya perubahan RTRW, nantinya di Segara Anakan akan terbagi menjadi beberapa zona di antaranya zona konservasi, zona ekowisata, zona pertahanan, dan zona perkotaan," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.