Kompas.com - 09/02/2015, 16:42 WIB
Pengunjung memotret lukisan di pameran lukisan Art & Toilet yang digelar hingga 3 Mei 2015, di Galeria Fatahillah, Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta, Sabtu (7/2/2015). Pameran itu menyajikan lukisan pemandangan Jakarta tempo dulu karya asli para maestro dari masa 1920-an hingga sekarang. KOMPAS/MADINA NUSRATPengunjung memotret lukisan di pameran lukisan Art & Toilet yang digelar hingga 3 Mei 2015, di Galeria Fatahillah, Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta, Sabtu (7/2/2015). Pameran itu menyajikan lukisan pemandangan Jakarta tempo dulu karya asli para maestro dari masa 1920-an hingga sekarang.
EditorI Made Asdhiana
KOTA Tua harus membenahi dahulu masalah air seni sebelum apresiasi seni dapat dilakukan sepenuhnya”, demikian pesan yang lumayan menyentil menyambut kedatangan pengunjung di pameran Art & Toilet di Galeria Fatahillah, Taman Fatahillah, di Kota Tua, Jakarta, Sabtu (7/2/2015).

Masalah air seni ini memang bukan hal sepele karena banyak sudut kota Jakarta ini menebarkan aroma pesing. Terminal, taman, trotoar, pinggir kali, adalah sedikit contoh lokasi bau tak sedap ini.

Saat keluar dari Stasiun Jakarta Kota, misalnya, bau pesing langsung tercium. Bau itu tercium lagi saat menyusuri trotoar Taman Fatahillah, sementara trotoar itu juga digunakan para pedagang kaki lima menjual makanan, minuman, dan suvenir.

Tak berlebihan jika Jakarta Endowment For Art and Heritage (Jeforah), komunitas seni penyelenggara pameran Art & Toilet, memberi sentilan soal masalah air seni ini untuk membangun kembali kesadaran pengunjung tentang permasalahan kota ini.

Diana, staf operasional pameran seni Jeforah, mengungkapkan, lewat pameran seni lukis itu, komunitas Jeforah ingin membawa pengunjung kembali ke suasana Kota Tua abad ke-16, saat Jakarta masih bernama Batavia. Lukisan-lukisan yang dipamerkan pun bertema soal masa itu.

Moleknya Batavia masa itu tergambar pada lukisan ”Gerbang Batavia”, hasil karya seniman Belanda, Carel Lodewijk Dake. Lukisan cat minyak di atas kanvas buatan tahun 1920 itu menampilkan gapura berukuran besar yang di kanan dan kirinya berdiri patung Dewa Mars (Dewa Perang) dan Dewi Minerva (Dewi Seni dan Ilmu Pengetahuan).

Namun dari kota yang bersih dan tertata itu, Batavia kemudian menjadi kota yang jorok seiring dengan industrialisasi pada abad ke-18. ”Berbagai suku dan bangsa datang ke kota ini mengadu nasib karena pesatnya industrialisasi. Kota Batavia menjadi kotor,” papar Diana.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hingga saat ini, kerusakan lingkungan itu masih terjadi di kawasan Kota Tua dan Jakarta pada umumnya.

Dengan semangat mengembalikan Kota Tua sebagai situs sejarah kota, kebersihan menjadi syarat penting. Diana mengungkapkan, dengan dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Jeforah bersama sejumlah pihak turut mempromosikan pembangunan toilet dalam jumlah banyak di Kota Tua.

Desain toilet itu pun dipamerkan di gedung Cipta Niaga yang berbeda satu blok dengan Galeria Fatahillah. ”Jeforah bersama sejumlah pihak akan membangun toilet dalam jumlah banyak di Kota Tua ini,” kata Diana.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rute ke Nawang Jagad Kaliurang dari Stasiun Yogyakarta

Rute ke Nawang Jagad Kaliurang dari Stasiun Yogyakarta

Jalan Jalan
Rute ke Curug Cikuluwung Bogor, 2 Jam dari Terminal Cibinong

Rute ke Curug Cikuluwung Bogor, 2 Jam dari Terminal Cibinong

Jalan Jalan
Botanica Sanctuary, Hotel Terbaru di Puncak Bogor yang Cocok untuk Keluarga

Botanica Sanctuary, Hotel Terbaru di Puncak Bogor yang Cocok untuk Keluarga

Travel Promo
Boon Pring, Tempat Wisata di Area Hutan Bambu Andalan Desa Wisata Sanankerto

Boon Pring, Tempat Wisata di Area Hutan Bambu Andalan Desa Wisata Sanankerto

Jalan Jalan
6 Tips ke Tol Kahyangan Bawang-Dieng, Kendaraan Mesti Kuat Menanjak

6 Tips ke Tol Kahyangan Bawang-Dieng, Kendaraan Mesti Kuat Menanjak

Travel Tips
Rute Menuju Tol Kahyangan Bawang-Dieng dari Kecamatan Bawang, Batang

Rute Menuju Tol Kahyangan Bawang-Dieng dari Kecamatan Bawang, Batang

Jalan Jalan
4 Tips Berwisata ke Curug Cikuluwung Bogor, Wajib Cek Ramalan Cuaca

4 Tips Berwisata ke Curug Cikuluwung Bogor, Wajib Cek Ramalan Cuaca

Travel Tips
7 Oleh-oleh Khas Bandar Lampung, Kopi Duren hingga Abon Jamur

7 Oleh-oleh Khas Bandar Lampung, Kopi Duren hingga Abon Jamur

Jalan Jalan
Tempat Wisata Dekat Angkringan Griyo Aji Somo Wonogiri, Ada Bali Lainnya

Tempat Wisata Dekat Angkringan Griyo Aji Somo Wonogiri, Ada Bali Lainnya

Jalan Jalan
Itinerary Wisata 3 Hari 2 Malam di Palu, Pantai sampai Sumur Raksasa

Itinerary Wisata 3 Hari 2 Malam di Palu, Pantai sampai Sumur Raksasa

Itinerary
3 Aktivitas Seru di Curug Cikuluwung Bogor, Berburu Foto Keren

3 Aktivitas Seru di Curug Cikuluwung Bogor, Berburu Foto Keren

Jalan Jalan
Fasilitas di Curug Cikuluwung Bogor, Ada Jaringan WiFi dan Area Kemah

Fasilitas di Curug Cikuluwung Bogor, Ada Jaringan WiFi dan Area Kemah

Jalan Jalan
Curug Cikuluwung, Wisata Dua Air Terjun di Bogor

Curug Cikuluwung, Wisata Dua Air Terjun di Bogor

Jalan Jalan
4 Tips Menginap di La' Ranch Glamping Adventure Pekalongan, Harus Reservasi

4 Tips Menginap di La' Ranch Glamping Adventure Pekalongan, Harus Reservasi

Travel Tips
Masuk 50 Desa Wisata Terbaik, Desa Wisata Selasari Pangandaran Andalkan Wisata Alam

Masuk 50 Desa Wisata Terbaik, Desa Wisata Selasari Pangandaran Andalkan Wisata Alam

Jalan Jalan

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.