Perkenalkan Ragam Makanan Pokok Sejak Dini

Kompas.com - 01/10/2015, 09:42 WIB
Pakar kuliner Bondan Winarno bersama pengunjung Eat Republic, sebuah pusat kuliner di Pondok Cabe, Tangerang Selatan yang resmi beroperasi Kamis (23/4/2015). KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAPakar kuliner Bondan Winarno bersama pengunjung Eat Republic, sebuah pusat kuliner di Pondok Cabe, Tangerang Selatan yang resmi beroperasi Kamis (23/4/2015).
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Makanan pokok Indonesia bukan hanya nasi. Ragam makanan pokok alternatif perlu diperkenalkan pada masyarakat Indonesia sejak dini. Hal ini dijabarkan Bondan Winarno saat diwawancara dalam acara Festival Nasi Indonesia yang diadakan Philip, Senayan City, Jakarta, Rabu (30/9/2015).

"Kita perlu public campaign mengurangi konsumsi beras, kalau tidak bisa-bisa impor beras lagi kita," kata pengamat kuliner ini.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Perdagangan, konsumsi beras di Indonesia menempati posisi tertinggi di Asia. Dalam setahun, rata-rata rumah tangga di Indonesia mengonsumsi 114 kilogram beras. Sementara negara-negara Asia lain rata-rata hanya mengonsumsi 90 kilogram beras per tahun. "Gara-gara ini (terlalu banyak nasi), sekarang Indonesia menempati posisi keempat penderita diabetes tertinggi," kata Bondan.

Menurut mantan pembawa acara Wisata Kuliner ini, masyarakat Indonesia bisa lepas dari ketergantungan nasi asal diedukasi. Salah satu caranya adalah memperkenalkan makanan pokok selain nasi. Berbagai daerah di Indonesia memiliki makanan pokok pengganti nasi yang dapat diadaptasi.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Gohu ikan di Festival Teluk Jailolo 2014. Gohu ikan dibuat dari ikan tuna mentah.
Bondan mencontohkan di Maluku, masyarakatnya menggunakan pisang rebus, jagung rebus, keladi rebus, ubi, atau singkong sebagai pendamping lauk kering. Sementara untuk lauk-lauk berkuah, ditemani dengan papeda atau bubur sagu. "Di sana (Maluku) nasi putih baru ada kalau diminta, kalau tidak gak akan dapat," kisahnya.

Atau masyarakat dapat mulai mencoba nasi jagung dari Madura. Nasi jagung dibuat dari jagung tua yang ditumbuk halus hingga jadi beras jagung. Setelah itu, beras jagung direndam air sekitar tiga hari. Sayang menurut Bondan masyarakat Madura sendiri sudah mulai meninggalkan nasi jagung.

Dapat juga mencoba ragam beras alternatif seperti beras konnyaku. Beras ini dibuat dari iles-iles. Dulu, saat penjajahan Jepang, masyarakat diminta membuat olahan makanan pokok dari iles-iles ini. Kalori yang terkandung dalam olahan iles-iles hampir 0. "Di Sidoardjo, iles-iles ini sudah diolah jadi beras, kalau dijadikan nasi dia agak bening. Makan seporsi juga tidak akan gemuk," terang Bondan.

Ada juga beras analog yang dikembangkan Institut Pertanian Bogor (IPB). Beras ini dibuat dari singkong, ubi, dan jagung. Bentuknya bisa menipu karena sangat mirip dengan nasi. Coba juga mi alternatif. Bondan mencontohkan mi lethek dari Yogyakarta dan mi golosor dari Bogor yang bahan bakunya dibuat dari 'gaplek' atau singkong kering.

Menurut Bondan olahan singkong juga memiliki potensi besar sebagai makanan pokok karena dapat ditanam di lahan marginal, tempat padi tak dapat tumbuh. "Saya ini suka membandingkan makanan ya. Dan saya yakin ada banyak protein yang cocok dengan karbohidrat tertentu," katanya.

KOMPAS/WISNU WIDIANTORO Warga memasak ikan kuah kuning dan papeda untuk makan siang keluarga mereka di Kampung Workwana, Distrik Arso, Keerom, Papua.
Ia memberi contoh rendang. Di Padang, di daerah Payakumbuh, 'orang awak' -- sebutan untuk orang Minang -- makan rendang didampingi kacimuih. Pendamping ini terbuat dari singkong yang ditabur kelapa parut dan gula di atasnya. Sementara untuk hidangan kalio, dimakan dengan ketan. "Wah ini enak sekali, lebih cocok daripada pakai nasi," jelas Bondan.

Bondan juga mencontohkan papeda di Maluku. Jika disantap tanpa lauk rasanya kurang cocok, tapi saat disiram kuah kakap jadi pas. Papeda lebih cocok digunakan sebagai pendamping kuah kakap daripada nasi. Untuk memperkenalkan ragam makanan seperti ini pada anak, Bondan memberi sedikit tipsnya, "Buat jadwal mingguan hari-hari apa yang tidak makan nasi," ujarnya.

Ia mengapresiasi propaganda "1 day no rice" di Depok. Tapi menurutnya satu hari belum cukup. Setidaknya tiga hingga empat hari tanpa nasi bisa dibiasakan dalam keluarga. "Ganti saja nasi dengan pisang, ubi, jagung, singkong, dan iles-iles. Saya bukannya anti nasi, tapi ini juga perlu agar nutrisi seimbang," katanya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Camilan ala Disney Park Gampang Dibuat di Rumah, Pernah Bikin yang Mana?

10 Camilan ala Disney Park Gampang Dibuat di Rumah, Pernah Bikin yang Mana?

Makan Makan
Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Makan Makan
Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Makan Makan
Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Makan Makan
Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Whats Hot
Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Makan Makan
Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Whats Hot
Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Whats Hot
Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Jalan Jalan
Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Jalan Jalan
Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Whats Hot
Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Whats Hot
Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X