Kompas.com - 18/12/2015, 17:11 WIB
Banyaknya penyelenggaraan acara festival seni, budaya, dan kuliner mulai menghidupkan kawasan Kota Lama di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (19/9/2015). Upaya meramaikan kawasan Kota Lama yang telah dilakukan banyak komunitas ini mulai banyak menarik investor. KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASABanyaknya penyelenggaraan acara festival seni, budaya, dan kuliner mulai menghidupkan kawasan Kota Lama di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (19/9/2015). Upaya meramaikan kawasan Kota Lama yang telah dilakukan banyak komunitas ini mulai banyak menarik investor.
|
EditorI Made Asdhiana
UNGARAN, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat baru-baru ini merilis E-Book Calender of Events Jawa Tengah 2016 atau kalender pariwisata 2016.

Namun, di kalender setebal 161 halaman tersebut tidak ada satu pun agenda kegiatan terkait pariwisata di Kabupaten Semarang.  

"Saya kaget waktu mengunduhnya. Saya pelototi tiap halamannya, tak ada satu pun agenda pariwisata Kabupaten Semarang tercantum di situ," ungkap Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Semarang, Eko Herry Subeno, di Semarang, Jumat (18/12/2015).

Menurut Beno, potensi pariwisata di Kabupaten Semarang selama ini sangat besar, baik yang bersifat fisik maupun non fisik. Mulai dari kebudayaan, kesenian, kuliner, religi semua ada di Kabupaten Semarang.

Pihaknya menduga, tidak tercantumnya potensi wisata di kalender tersebut mengindikasikan Dinas Pemuda, Olah Raga, dan Pariwisata (Disporapar) tidak serius menggarap atau memajukan pariwisata di wilayahnya sehingga tidak dilirik sebagai hal yang menarik untuk dikunjungi.

"Sungguh kami sayangkan ketika potensi yang lengkap dan besar di Kabupaten Semarang ini hanya sebatas konsumsi internal semata," ujarnya.

BARRY KUSUMA Lawang Sewu di Kota Semarang, Jawa Tengah. Dibangun pada 1904, dahulu gedung megah bergaya art deco ini merupakan kantor Nederlandsch Indische Spoorweg (NIS) alias kantor jawatan kereta api atau trem pemerintah Belanda.
Asumsi lainnya, menurut Beno, Disporapar secara sengaja atau tidak proaktif mengajukan diri kepada provinsi terhadap sejumlah potensi wisata yang ada.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seharusnya, jika berniat memajukan pariwisata, informasi dalam kelender wisata Jateng 2016 itu akan menjadi hal penting dan prioritas. Kalender pariwisa akan menjadi panduan atau referensi bagi wisatawan yang akan berkunjung ke suatu tempat.

"Pemkab Semarang seakan-akan tidak memiliki greget untuk mempopulerkan, mengenalkan lebih luas potensi wisata yang dimiliki. Kami saja secara keorganisasian tidak pernah diajak rembuk," tegas Beno.

"Kalau ditanya, ujung-ujungnya yang menjadi jurus andalan adalah alasan tidak ada anggaran," imbuhnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Travel Promo
Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Jalan Jalan
Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jalan Jalan
6 Fakta Menarik Polandia, Punya Kosakata yang Sama dengan Indonesia

6 Fakta Menarik Polandia, Punya Kosakata yang Sama dengan Indonesia

Jalan Jalan
Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film 'House of Gucci' di Italia

Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film "House of Gucci" di Italia

Jalan Jalan
Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Travel Update
Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Travel Update
Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Travel Update
Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Travel Update
Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Travel Update
Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Travel Update
Polres Semarang Bentuk Satgas Jalur Wisata Saat Nataru, Antisipasi Lonjakan Pengunjung

Polres Semarang Bentuk Satgas Jalur Wisata Saat Nataru, Antisipasi Lonjakan Pengunjung

Travel Update
Wow! Ubud Jadi Kota Ke-4 Terbaik Sedunia, Kalahkan Kyoto dan Tokyo

Wow! Ubud Jadi Kota Ke-4 Terbaik Sedunia, Kalahkan Kyoto dan Tokyo

BrandzView
Per 1 Desember 2021, WNI Bisa Terbang Langsung ke Arab Saudi Tanpa Karantina 14 Hari di Negara Ketiga

Per 1 Desember 2021, WNI Bisa Terbang Langsung ke Arab Saudi Tanpa Karantina 14 Hari di Negara Ketiga

Travel Update
PPKM Level 3 Serentak, Taman Rekreasi Diminta Serius Terapkan Protokol Kesehatan

PPKM Level 3 Serentak, Taman Rekreasi Diminta Serius Terapkan Protokol Kesehatan

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.