Kompas.com - 15/03/2016, 14:02 WIB
EditorNi Luh Made Pertiwi F

Sebelum sampai ke pelanggan, nangka muda atau gori harus melalui proses yang panjang. Setidaknya gori harus dimasak semalam dengan bumbu-bumbu yang begitu lengkap seperti ketumbar, bawang merah, bawang putih, kemiri, laos, jahe, salam, dan bebrapa bumbu lainnya.

Sedangkan untuk menghasilkan ayam yang empuk dan gurih, ayam yang telah dibersihkan dimasak bersama areh kurang lebih dua jam.

Tidak hanya dinikmati dengan nasi, gudeg Bu Djoyo ini juga bisa dinikmati dengan bubur.
"Khusus untuk bubur, kami menjualnya hanya pada pagi hari. Dari jam 05.00 pagi hingga 07.00 pagi," jelas Yani.

Untuk masalah harga, pengunjung tidak perlu khawatir, karena nasi gudeg dengan lauk telur, dapat Anda santap hanya dengan Rp 9.000. Sedang nasi gudeg suwir ayam hanya Rp 10.000.

Setiap harinya Yani mulai melayani pembeli mulai dari jam 16.00 hingga 07.00 pagi. Lokasi persisnya, Gudeg Bu Djoyo ini berada sekitar 100 meter selatan lampu merah Gedongkuning.  (Tribun Jogja/Hamim Thohari)

Artikel ini tayang di Tribun Travel dengan judul "Gudeg Bu Djoyo di Bantul Ini Sudah Eksis Sejak Zaman Penjajahan Jepang, Murah, Gurih dan Legit".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.