Kompas.com - 15/03/2016, 18:37 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Belgia, selain terkenal denga cokelatnya, juga penghasil bahan makanan terbaik dunia, di antaranya susu, kentang, roti, dan sayur-sayuran segar. Sehingga Belgia memiliki olahan makanan yang bergam, seperti Indonesia.

Tapi, tentunya setiap negara memiliki citarasanya masing-masing. Jika Anda bepergian ke Belgia, bersiaplah menikmati makanan dengan penampilan yang hampir serupa, tapi memiliki cita rasa yang berbeda.

Dari segi makanan pokok, di Belgia menggunakan kentang yang terkenal di dunia, hingga dijuluki The Land of Fries. Kentang di sini, memiliki beragam keunggulan dibanding kentang lain di dunia.

(BACA: Ini Rahasia Kelezatan Cokelat Belgia...)

“Kentang di Indonesia mengandung banyak air dan manis,” ujar Nic Vanderbeeken Executive Chef CasCades Restaurant, Viceroy Bali, yang berasal dari Belgia kepada KompasTravel, saat kunjungannya bersama para chef lain, produsen pangan, dan Putri Belgia dalam Misi Ekonomi Belgia di Pulman Hotel, Senin (14/3/2016).

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Putri Astrid sang putri Belgia sedang mencicipi masakan khas Belgia yang dimasak di Indonesia, saat kunjungannya dalam Misi Ekonomi Belgia di Pulman Hotel, Senin (14/3/2016).

Tanah di Belgia membuat kentang tumbuh dengan sedikit kadar air dan sedikit gula di dalamnya. Sehingga memiliki tekstur “crunchy” dan tidak mudah layu setelah digoreng. Sumber daya alamnya yang bagus, membuat negara ini menjadi salah satu pengekspor kentang terbaik di dunia, diantaranya ke benua Amerika, dan Eropa.

Sama seperti di Indonesia, Belgia memiliki beragam masakan tradisional yang sepintas terlihat kaya akan rempah seperti di Indonesia. Ada Belgian Bitterballen, Tomatoes Stuffed, Kidneysa la Liegeoise dan yang lainnya, semuanya nampak kaya akan rempah, tapi ternyata mereka tidak terbiasa menggunakan banyak rempah.

Alam mereka yang subur, tidak dikaruniai beragam rempah seperti di Indonesia. Oleh karena itu masakan di Belgia lebih menggunakan campuran saus-saus atau sari buah sebagai penyedap rasanya. Seperti mustard, butter, ekstrak aple, anggur, wine dan beer.

Oleh karena itu, jangan pernah mencari makanan pedas disana. Mereka tidak terbiasa bahkan tidak menyukai pedas. Cita rasa mereka lebih suka makanan asam, hasil dari beragam saus, juga sayur dan buah-buahan mereka yang cenderung asam “pickle”.

Sayuran mereka pun seringkali dibuat acar, seperti lalapan di tanah Sunda, Indonesia, tapi memiliki cita rasa asam yang kuat.

“Kita tidak terbiasa pedas, karena tidak menggunakan banyak bumbu. Ciri khas kita ada di rasa asam yang dihasilkan dari beragam saus dan sayuran acar. Selain asam, rasanya cenderung mild,” ujar Nic Vanderbeeken.

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Strauberry Cheese Cake Bites ala Belgia.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Fakta Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak yang Baru Diresmikan Jokowi

3 Fakta Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak yang Baru Diresmikan Jokowi

Travel Update
5 Tips Keliling Ngarai Sianok di Sumatera Barat Naik Jip Offroad

5 Tips Keliling Ngarai Sianok di Sumatera Barat Naik Jip Offroad

Travel Tips
Berwisata ke Bantul Saat Bulan Suro, Ada Banyak Event Budaya

Berwisata ke Bantul Saat Bulan Suro, Ada Banyak Event Budaya

Travel Update
Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Momentum Tingkatkan Kualitas UMKM Lokal

Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Momentum Tingkatkan Kualitas UMKM Lokal

Travel Update
Kebun 123, Wisata Tanaman Hias di Kabupaten Malang yang Instagramable

Kebun 123, Wisata Tanaman Hias di Kabupaten Malang yang Instagramable

Jalan Jalan
Sanur Bali Bakal Jadi KEK Kesehatan dan Pusat Wisata Medis

Sanur Bali Bakal Jadi KEK Kesehatan dan Pusat Wisata Medis

Travel Update
Pop Art Jakarta 2022 Digelar Mulai 12 Agustus, Ini Cara Pesan Tiketnya

Pop Art Jakarta 2022 Digelar Mulai 12 Agustus, Ini Cara Pesan Tiketnya

Travel Update
HUT Ke-77 RI, Upacara 17 Agustus Akan Digelar di Puncak Gunung Talang

HUT Ke-77 RI, Upacara 17 Agustus Akan Digelar di Puncak Gunung Talang

Travel Update
Jelajahi Ngarai Sianok Sumatera Barat dengan Naik Jip Off-Road

Jelajahi Ngarai Sianok Sumatera Barat dengan Naik Jip Off-Road

Jalan Jalan
Jalan ke Taman Dinosaurus Potorono, Wisata Anak Yogyakarta yang Gratis

Jalan ke Taman Dinosaurus Potorono, Wisata Anak Yogyakarta yang Gratis

Jalan Jalan
Kemenparekraf Siapkan Pola Perjalanan untuk Wisatawan ke TN Komodo

Kemenparekraf Siapkan Pola Perjalanan untuk Wisatawan ke TN Komodo

Travel Update
Tips Berkunjung ke Sawah Segar Sentul Bogor, Naik Kendaraan Pribadi

Tips Berkunjung ke Sawah Segar Sentul Bogor, Naik Kendaraan Pribadi

Travel Tips
Delegasi G20 Akan Kunjungi Museum Maritim di Belitung

Delegasi G20 Akan Kunjungi Museum Maritim di Belitung

Travel Update
Peringati Haul Leluhur Setiap 10 Muharram, Warga Gondanglegi Malang Gelar Arak-Arakan

Peringati Haul Leluhur Setiap 10 Muharram, Warga Gondanglegi Malang Gelar Arak-Arakan

Travel Update
Daftar Kalender Kegiatan Pariwisata Sumatera Barat Agustus-Akhir 2022

Daftar Kalender Kegiatan Pariwisata Sumatera Barat Agustus-Akhir 2022

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.