Kompas.com - 14/04/2016, 07:03 WIB
Dua remaja menaiki sepeda kebo tandem di kawasan Kota Lama, Semarang, Jateng, Rabu, (18/9/2013). Dua sepeda karya Komunitas Oase tersebut akan disewakan pada acara Symfoni Kota Lama Sabtu (21/9/2013). TRIBUN JATENG/WAHYU SULISTIYAWANDua remaja menaiki sepeda kebo tandem di kawasan Kota Lama, Semarang, Jateng, Rabu, (18/9/2013). Dua sepeda karya Komunitas Oase tersebut akan disewakan pada acara Symfoni Kota Lama Sabtu (21/9/2013).
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F

JAKARTA, KOMPAS.com - Semarang adalah salah satu kota dengan warisan sejarah yang kaya. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tengah berusaha merevitalisasi kawasan Kota Lama Semarang agar 'hidup' kembali.

Dibanding Kota Tua Jakarta, Kota Lama Semarang masih kalah gaungnya soal wisata heritage. Padahal, banyak bangunan bersejarah yang asyik dikunjungi seperti Gereja Blenduk dan Stasiun Semarang Tawang.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tergerak untuk merevitalisasi kawasan Kota Lama Semarang sehingga kembali 'hidup' dan lebih layak dikunjungi.

"Kita sedang dalam upaya revitalisasi, menghidupkan kembali Kota Lama Semarang. Belasan tahun belakangan kita dibantu oleh orang Belanda dalam upaya ini," tutur Ganjar dalam konferensi pers Semarang Great Sale & Semarang Night Carnival di Balairung Soesilo Soedarman, Kemenparekraf, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (13/4/2016) malam.

Ganjar menyebutkan revitalisasi Kota Lama Semarang butuh desain penataan ulang. Mulai dari pemugaran fisik, pengisian dengan kegiatan dan event yang kontinyu, berujung pada upaya pelabelan Kota Lama sebagai Warisan Dunia UNESCO.

"Coba lihat sekarang, gedung-gedung nggak ada pemiliknya. Isinya demit semua," candanya.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya membenarkan bahwa revitalisasi Kota Tua bisa mencontoh negara-negara barat terutama Belanda.

"Kemudian yang harus dilakukan adalah identifikasi Kota Semarang. Bandung misalnya, didaulat UNESCO sebagai Kota Kreatif. Dengan event Semarang Great Sale mendatang, saatnya menjadikan Semarang kota yang kurang lebih setara dengan itu," papar Arief.

Semarang Great Sale dan Semarang Night Carnival adalah dua agenda utama dalam merayakan HUT ke-469 Kota Semarang. Pesta diskon Semarang Great Sale akan digelar mulai 16 April-15 Mei 2016, sementara Semarang Night Carnival akan digelar pada Sabtu, 7 Mei 2016. 

Parade Semarang Night Carnival akan dimulai di kawasan Kota Lama, dan berakhir di Balaikota. Akan ada 500 peserta karnaval yang ikut serta, terdiri dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Mereka akan memeragakan kostum kreasi mereka dipadu dengan riasan menarik, konsep fashion yang unik, formasi serta koreografi yang apik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.