Tanjung Lesung Bisa Datangkan Sejuta Wisman - Kompas.com

Tanjung Lesung Bisa Datangkan Sejuta Wisman

Kompas.com - 09/06/2016, 05:17 WIB
KOMPAS/DWI BAYU RADIUS Sejumlah wisatawan menikmati panorama pantai di kawasan wisata Tanjung Lesung, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, akhir Februari 2015. Di pantai wisata ini wisatawan juga dapat memancing, menyelam dan naik perahu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pariwisata menargetkan destinasi pariwisata di Tanjung Lesung, Banten, bisa mendatangkan sejuta wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2019.

"Pemerintah yakin bisa memenuhi target itu," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya di Jakarta, Rabu (8/6/2016).

Menurut Arief Yahya, Tanjung Lesung sebagai destinasi wisata prioritas tahun ini, terus melakukan pembenahan akses dan amenitas.

Untuk akses, jaraknya yang hanya sekitar 180 kilometer dari Jakarta, dan saat ini sedang dibangun tol Serang-Panimbang sepanjang 84 km. Sehingga waktu tempuh dari Jakarta tidak akan lebih dari 2,5 jam saja.

"Kalau sudah tersambung tol maka Banten dan sepanjang pantai sampai ke Tanjung Lesung akan sejahtera," kata Arief.

Pemerintah bahkan sudah menyiapkan lahan untuk membangun bandar udara bertaraf internasional di Pandeglang

Arimbi Ramadhiani Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten.
Menurut Anggota Tim Percepatan Destinasi Tanjung Lesung Ida Irawaty, pembangunan bandar udara dirasa sangat penting.

Alasannya meski perjalanan darat dari Jakarta hanya memakan waktu sekitar 2-3 jam, namun wisman biasanya lebih memilih datang ke daerah tujuan wisata yang memiliki akses langsung ke bandar udara.

Selain itu, Ida mengatakan sedang berusaha menjadikan Pelabuhan Tanjung Lesung sebagai pelabuhan pariwisata sehingga kapal-kapal wisata berbendera asing bisa langsung bersandar tanpa harus merapat terlebih dahulu di pelabuhan barang dan kargo Pandeglang.

Sebagai obyek wisata yang menyuguhkan obyek wisata bahari, Tanjung Lesung harus bisa memberikan akses yang mudah kepada wisatawan yang biasa melakukan perjalanan wisata melalui jalur laut karena hubungannya erat dengan berbagai kegiatan internasional yang akan berlangsung di Tanjung Lesung.

Ida juga mengungkapkan pihaknya juga berencana untuk kembali mengaktifkan jalur transportasi kereta api.

KOMPAS.com/Wahyu Adityo Prodjo Para travel blogger dan jurnalis bersiap menaiki banana boat di Beach Club, Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, Jumat (13/3/2015).
Menurut Ida, dengan jalur kereta yang sudah ada saat ini, mubazir bila sarana tersebut tidak dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung pertumbuhan pariwisata.

"Yang jelas semua ini terus kami kebut untuk bisa memenuhi target satu juta wisatawan mancanegara di tahun 2019," kata Ida.

Untuk amenitas, dalam kunjungan kerja ke Korea Selatan (Korsel), Arief Yahya berhasil meyakinkan salah satu perusahaan raksasa Korsel untuk berinvestasi di Tanjung Lesung.

Perusahaan Korea Selatan, DW Development Ltd, melakukan investasi sebesar 500 juta dollar AS atau sekitar Rp 6,5 triliun.

Kesepakatan investasi itu dilakukan dalam penandatanganan nota kesepahaman dengan PT Jababeka Tbk selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung, disaksikan Menteri Pariwisata Arief Yahya, di Seoul, Korsel, Jumat (3/6/2016).

Penandatanganan nota kesepahaman itu dilakukan oleh Presdir Jababeka Tedjo Budianto Liman dan Direktur Pengembangan Bisnis Hyanto Wihadhi dengan Chairman DW Development Sang Young Lee dan Presiden DW Development Jasen Han.

Penandatanganan kesepakatan itu juga disaksikan Menteri Budaya, Olahraga, dan Pariwisata Korsel Kim Jong Deok, di Museum Nasional Seni Modern dan Kontemporer Korsel di Seoul.

Kompas.com/Wahyu Adityo Prodjo Pantai Tanjung Lesung, Pandeglang, Jawa Barat, Jum'at (13/3/2015). Di pantai ini akan dibangun marina terbesar se-Asia Tenggara.
DW Development masuk sebagai pemegang saham sebesar 49 persen, untuk membangun kawasan seluas 1.500 hektar.

"Saya sudah hitung, Tanjung Lesung itu membutuhkan total investasi sebesar 5 miliar dollar AS selama 10 tahun. Tahap pertama 500 juta dollar AS dengan perusahaan Korea itu cukup bagus," ujar Arief Yahya.

Tanjung Lesung memiliki atraksi wisata yang mempesona, ada hamparan pasir putih sepanjang 15 kilometer dan kekayaan biota laut yang lengkap.


EditorI Made Asdhiana
SumberANTARA

Close Ads X