Jurus Lezat Duo Nenek

Kompas.com - 10/08/2016, 10:33 WIB
Ikan Bakar Bambu di Rumah Makan Duo Nenek, Jalan Hayam Wuruk, Kota Jambi. KOMPAS/TOTOK WIJAYANTOIkan Bakar Bambu di Rumah Makan Duo Nenek, Jalan Hayam Wuruk, Kota Jambi.
EditorI Made Asdhiana

JANGAN remehkan kemampuan seorang nenek. Apalagi dua nenek. Kolaborasi keduanya dalam memasak bisa bikin lidah menggelepar bahagia.

Buktikan dengan mencicipi tempoyak, brengkes, atau sop ikan di Duo Nenek, tempat makan yang berlokasi di Jalan Hayam Wuruk, Kota Jambi. Duo Nenek menawarkan berbagai menu masakan khas Jambi dalam balutan suasana ala kafe. Namun, untuk mendukung atmosfer jadul yang sesuai dengan napas Duo Nenek, dipasanglah foto-foto dan barang-barang antik, seperti termos, radio, dan lampu petromaks.

Mari kita cicipi seperti apa khazanah masakan khas Jambi. Ada beberapa ikan yang dijadikan bahan dasar masakan, seperti ikan nila, patin, tongkol, gabus, dan lambak. Masih ditambah lagi dengan kerang dan udang. Bahan-bahan ini dimasak menjadi sop, ikan bakar, gulai, asam manis, goreng tepung, ikan bakar bambu, dendeng, brengkes, kerutup, atau tempoyak.

Selain itu, tersaji pula berbagai menu sayur, seperti sayur kacang, sambal terong kacang, kacang petai cabai hijau, sambal jengkol, sayur pakis, dan sayur sambung yang berasal dari bunga kecombrang. Rasa pedas menggigit dan aroma khas bunga kecombrang bisa bikin merem melek yang menyantapnya.

Jika ingin cepat, kita bisa pergi langsung ke etalase di bagian depan restoran yang berisi beberapa menu yang siap santap. Diatur ala prasmanan, tamu tinggal memilih sendiri mana menu yang memenuhi selera saat itu. Namun, kami memilih untuk memesan terlebih dulu dan duduk-duduk menunggu sambil mengobrol dan memperhatikan interior ruangan.

Meja yang ada di hadapan kami adalah daun pintu yang diberi penutup kaca sehingga memberi suasana unik. Di salah satu sisi ruang terdapat sebuah drum bekas yang dicat kuning dan juga diberi penutup kaca berbentuk lingkaran. Di atasnya ditaruh vas bunga dan toples-toples lawas.

Pada dinding di dekatnya digantung alat-alat masak, seperti wajan, parutan, tempat nasi, kendil, dan solet (spatula). Testimonial pengunjung diabadikan di atas selembar papan kayu yang bertuliskan spidol serta potongan-potongan kecil kayu yang disusun seperti mozaik.

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO Brengkes, ikan lambak tepung, dendeng, dan sayur kacang di Restoran Duo Nenek, Jalan Hayam Wuruk, Kota Jambi.
Ada nama-nama dan pujian yang terpasang di sana. Tempatnya merupakan dinding yang berada di bagian luar ruang berpendingin yang khusus diperuntukkan bagi pengunjung yang tidak ingin diganggu asap rokok.

Sedang asyik-asyiknya menunggu, aroma rempah pun menyapa indera penciuman. Rupanya berasal dari sop ikan nila pesanan kami yang datang.

Hmm, kuahnya yang bening berhias irisan tomat, daun bawang, dan bawang goreng segera saja mendorong tangan-tangan kami untuk menyendokinya. Kuahnya yang segar segera menjadi pengguyur dahaga dan lapar perut-perut yang seharian itu berpuasa.

Daging ikannya dengan tingkat kelunakan yang pas menghadirkan rasa manis yang datang dari kesegaran daging tanpa bumbu yang berlebihan.

Ikan bakar bambu

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X