Imbas Insiden Penembakan, WNI Diimbau Tak Pergi ke Las Vegas

Kompas.com - 03/10/2017, 15:20 WIB
Korban dibawa ke tempat aman setelah terjadi penembakan massal di festival musik country di Las Vegas, Nevada, Minggu (1/10/2017). Seorang pria bersenjata melepaskan serentetan tembakan di festival musik di Las Vegas hingga menewaskan lebih dari 20 orang. Polisi telah menembak mati seorang tersangka. AFP/GETTY IMAGES/ETHAN MILLERKorban dibawa ke tempat aman setelah terjadi penembakan massal di festival musik country di Las Vegas, Nevada, Minggu (1/10/2017). Seorang pria bersenjata melepaskan serentetan tembakan di festival musik di Las Vegas hingga menewaskan lebih dari 20 orang. Polisi telah menembak mati seorang tersangka.
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Los Angeles mengimbau warga negara Indonesia tak melakukan perjalanan ke Las Vegas. Hal itu terkait peristiwa penembakan di Las Vegas, Amerika Serikat, Minggu (1/10/2017) malam waktu setempat.

"Apabila tidak ada urgensi, mohon rencana melakukan perjalanan ke Las Vegas dapat ditiadakan untuk sementara waktu hingga seluruh situasi di Las Vegas kembali dalam kondisi yang aman dan nyaman," demikian keterangan KJRI Los Angeles yang diunggah lewat akun Twitter @kjrilosangeles, Selasa (3/10/2017).

(BACA: Menengok Mandalay Bay, Lokasi Penembakan di Las Vegas)

KJRI Los Angeles menegaskan imbauan ini ditujukan kepada warga negara Indonesia yang berada di negara bagian California dan Nevada maupun yang akan melakukan perjalanan ke kedua wilayah tersebut.

KJRI Los Angeles menyebut imbauan tersebut sebagai upaya dini untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian.

"Agar masyarakat di kedua negara bagian Amerika Serikat tersebut meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati serta melihat berbagai perkembangan keadaan/situasi Las Vegas," tulis KJRI Los Angeles.

Otoritas keamanan di Las Vegas menyebutkan, peristiwa penembakan yang terjadi di tengah konser musik Route 91 Harvest concert dilakukan dari lantai 32 Mandalay Bay.

Saat itu tengah berlangsung konser musik di ruang terbuka yang dipadati oleh pengunjung.

Rekaman video yang disebar melalui jejaring Youtube memperlihatkan kepanikan massa seketika pecah saat terdengar rentetan bunyi tembakan dari senapan mesin.

Salah satu saksi mata yang diwawancarai CNN mengaku sempat mengira suara di tengah malam menjelang pergantian hari itu adalah suara kembang api atau petasan.

Korban akibat peristiwa penembakan tersebut setidaknya menyebabkan 50 orang tewas dan lebih dari 200 orang terluka.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X