Kompas.com - 23/11/2017, 07:11 WIB
Sejumlah pengunjung memanfaatkan musim libur akhir tahun 2015 dengan menaikki delman sambil berkeliling Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat pada Kamis (24/12/2015) Dian Ardiahanni/Kompas.comSejumlah pengunjung memanfaatkan musim libur akhir tahun 2015 dengan menaikki delman sambil berkeliling Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat pada Kamis (24/12/2015)
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah DKI Jakarta berencana mengizinkan kembali delman beroperasi di Tugu Monas, untuk keperluan wisata. Wacana ini tercetus seusai Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menerima pengaduan dari Persatuan Delman Betawi, Senin (20/11/2017).

Bagaimana kisah perjalanan delman menapaki Monas? Dari arsip Kompas.com, delman atau bendi itu tercatat mulai "bermesra" dengan Monas sejak tahun 1992.

Dahulu, berhiaskan kembang kelapa khas Betawi, delman lalu-lalang mengantarkan pengunjung Monas. Wisatawan naik, dari gerbang luar hingga keliling pelataran Monas yang luasnya mencapai 80 hektar tersebut.

(Baca juga : Kerak Telor sampai Miniatur Monas)

Di tahun 1990-an akhir, Monas dan delman memang begitu erat. Foto-foto pengunjung Monas kala itu juga populer dengan latar tugu Monas dan delman di sampingnya. Pengunjung Monas kala itu tercatat mencapai 6.000 orang per hari.

Hingga Agustus 2007, Pemerintah DKI Jakarta kala itu yang dipimpin Gubernur Sutiyoso tak lagi memperbolehkan delman ada di dalam Monas. Larangan tersebut juga dialami para kusir delman di Gang Kubur, Joglo, dan Kolong Jembatan tol Kemanggisan.

(Baca juga : Paket Menginap di The 101 Bogor, Tamu Bisa Keliling Naik Delman)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejak saat itu hentakan kaki delman di Pelataran Monas berganti dengan jejak putaran ban mobil atau mobil gandeng yang bisa mengangkut 36 orang sekaligus.

Delman atau andong menjadi salah satu alternatif wisata disekitaran Istana Bogor, dan Kebun Raya Bogor.KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Delman atau andong menjadi salah satu alternatif wisata disekitaran Istana Bogor, dan Kebun Raya Bogor.
Sejak saat itu, delman hanya beroperasi mengitari luar pagar kawasan Monas dengan tarif Rp 50.000 untuk sekali jalan dengan daya angkut empat orang dewasa.

Delman pun mati perlahan, karena jumlah penarik kereta kuda yang hanya beroperasi pada Sabtu-Minggu terus berkurang menjadi sekitar 30 delman dari sebelumnya 50 delman.

Berjalannya waktu, pada tahun 2016 keberadaan delman kembali dilarang pemerintah DKI, walaupun di luar Monas. Alasannya karena ditemukan penyakit menular berbahaya yang menjangkit sebagian besar kudanya.

Saat itu juga ditemukan beberapa kasus kematian kuda akibat tidak mendapat makanan dan perawatan yang baik dari sang empunya.

Kini delman kembali diwacanakan menghiasi Monas, yang sudah kian cantik dengan adanya air mancur dan pusat kulinernya.

********************

Mau paket wisata gratis ke Thailand bersama 1 (satu) orang teman? Ikuti kuis kerja sama Omega Hotel Management dan Kompas.com dalam CORDELA VACATION pada link INI. Hadiah sudah termasuk tiket pesawat (PP), penginapan, dan paket tur di Bangkok.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tantangan Mempertahankan Desa Wisata Saat Sudah Berkembang

Tantangan Mempertahankan Desa Wisata Saat Sudah Berkembang

Travel Update
Pendapatan Utama Warga Desa Wisata Ternyata Bukan dari Sektor Pariwisata

Pendapatan Utama Warga Desa Wisata Ternyata Bukan dari Sektor Pariwisata

Travel Update
5 Tempat Wisata di Guatemala, Kampung Halaman Pebulutangkis Kevin Cordon

5 Tempat Wisata di Guatemala, Kampung Halaman Pebulutangkis Kevin Cordon

Jalan Jalan
Tradisi Lompat Batu Bawomataluo, Persiapan sebelum Perang

Tradisi Lompat Batu Bawomataluo, Persiapan sebelum Perang

Jalan Jalan
Kendala Pengembangan Desa Wisata, Konflik hingga Penyediaan Toilet Standar

Kendala Pengembangan Desa Wisata, Konflik hingga Penyediaan Toilet Standar

Travel Update
6 Destinasi Wisata yang Jadi Hadiah untuk Dikunjungi Greysia Polii/Apriyani Rahayu

6 Destinasi Wisata yang Jadi Hadiah untuk Dikunjungi Greysia Polii/Apriyani Rahayu

Jalan Jalan
5 Wisata Alam di Sabang, Bawah Laut hingga Gunung Api

5 Wisata Alam di Sabang, Bawah Laut hingga Gunung Api

Jalan Jalan
Pesona Wisata Konawe, Kampung Halaman Apriyani Sang Peraih Emas Olimpiade

Pesona Wisata Konawe, Kampung Halaman Apriyani Sang Peraih Emas Olimpiade

Jalan Jalan
Raih Emas Olimpiade, Greysia Polii/Apriyani Rahayu Dapat Hadiah dari Menparekraf Sandiaga

Raih Emas Olimpiade, Greysia Polii/Apriyani Rahayu Dapat Hadiah dari Menparekraf Sandiaga

Travel Update
Itinerary Sehari di Kopeng Semarang, Bisa Kulineran dan Lihat Sunset

Itinerary Sehari di Kopeng Semarang, Bisa Kulineran dan Lihat Sunset

Itinerary
6 Aktivitas di GLOW Kebun Raya Bogor, Belajar Sejarah dan Tumbuhan

6 Aktivitas di GLOW Kebun Raya Bogor, Belajar Sejarah dan Tumbuhan

Jalan Jalan
Desa Wisata Percontohan, Desa Wisata Mandiri yang Punya Produk Wisata

Desa Wisata Percontohan, Desa Wisata Mandiri yang Punya Produk Wisata

Travel Update
Pemkab Ende Akan Gelar Festival Kelimutu, Promosi Wisata dan Ekraf

Pemkab Ende Akan Gelar Festival Kelimutu, Promosi Wisata dan Ekraf

Travel Update
Kasus Covid-19 Terus Turun, Pemkab Semarang Harap Usaha Wisata Dapat Kelonggaran

Kasus Covid-19 Terus Turun, Pemkab Semarang Harap Usaha Wisata Dapat Kelonggaran

Travel Update
Ini Waktu Kunjungan Terbaik ke Merbabu View & Cafe, Bisa Lihat Sunset

Ini Waktu Kunjungan Terbaik ke Merbabu View & Cafe, Bisa Lihat Sunset

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X