Festival Maksaira 2018 Resmi Digelar - Kompas.com

Festival Maksaira 2018 Resmi Digelar

Kompas.com - 15/04/2018, 14:34 WIB
Para peserta yang akan memancing ikan kerapu dalam Festival Maksaira 2018, di Kepulauan Sula, Maluku Utara, Minggu (15/4/2018). KOMPAS.com/ANGGITA MUSLIMAH Para peserta yang akan memancing ikan kerapu dalam Festival Maksaira 2018, di Kepulauan Sula, Maluku Utara, Minggu (15/4/2018).


SANANA, KOMPAS.com – Lebih dari 3.000 perserta mengikuti lomba memancing di laut dari titik Pantai Wai Ipa hingga Desa Bajo di Kepulauan Sula, Maluku Utara, Minggu (15/4/2018).

"Hari ini kegiatan memancing ini diikuti oleh 3.041 orang dengan melibatkan penduduk dari 47 desa. Armada tangkap yang digunakan ada 1.177 unit yang terdiri dari 713 unit sampan, 125 unit ketinting, 79 unit long boat, 284 unit fiber, dan 12 unit jiob," ujar Ketua Pelaksana Festival Maksaira 2018, I Ketut Suparjana dalam pembukaan Festival Maksaira 2018 di Pantai Timbunan, Kepulauan Sula, Maluku Utara.

Ia melanjutkan, kegiatan memancing ini juga menjadi kegiatan mancing ikan kerapu dengan peserta terbanyak untuk mendapatkan Rekor MURI.

Pantauan KompasTravel, para peserta sudah bersiap-siap berada di laut dangkal di sekitar Pantai Timbunan sejak pukul 11.00 Wita. Bupati Kepulauan Sula, Hendrata Thes meresmikan acara sekitar pukul 12.00 Wita dan para peserta pun menuju tengah laut.

Para peserta yang akan memancing ikan kerapu dalam Festival Maksaira 2018, di Kepulauan Sula, Maluku Utara, Minggu (15/4/2018). KOMPAS.com/ANGGITA MUSLIMAH Para peserta yang akan memancing ikan kerapu dalam Festival Maksaira 2018, di Kepulauan Sula, Maluku Utara, Minggu (15/4/2018).

Mereka yang berhasil memancing ikan terbanyak akan mendapatkan hadiah dari penyelenggara yakni Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sula.

“Peserta dengan ikan terbanyak akan mendapatkan hadiah (perahu) body fiber lengkap dengan mesinnya,” kata Hendrata.

Maksaira sendiri, lanjut Hendrata, dalam bahasa daerah Sula memiliki arti gotong royong. Sebelumnya, kegiatan dalam Festival Maksaira sendiri bukanlah memancing ikan melainkan membakar ikan bersama sepanjang 15 kilometer.

“Tahun ini ingin membuat sesuatu hal yang berbeda. Jadi tidak mungkin bakar ikan lagi,” kata dia.

Memancing ikan, kata Hendrata, merupakan salah satu budaya yang biasa dilakukan oleh masyarakat di Kepulauan Sula. Hendrata berahrap agenda ini diharapkan dapat terus berlangsung setiap tahunnya untuk bisa memperkenalkan budaya Sula ke seluruh Indonesia bahkan mancanegara.

Selain itu, dia juga berharap melalui event ini pemerintah provinsi dan pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih untuk Kabupaten Kepulauan Sula.


Komentar

Close Ads X