Nyoman Nuarta dan Kisahnya soal Pembangunan Patung GWK - Kompas.com

Nyoman Nuarta dan Kisahnya soal Pembangunan Patung GWK

Kompas.com - 15/05/2018, 17:19 WIB
Seniman penggagas pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana, Nyoman NuartaDok. Pribadi Nyoman Nuarta Seniman penggagas pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana, Nyoman Nuarta

JAKARTA, KOMPAS.com – Patung Garuda Wisnu Kencana di kawasan Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) ditargetkan selesai pada Agustus 2018.

Seniman penggagas patung GWK, Nyoman Nuarta, mengatakan, patung ini akan menjadi hadiah bagi perayaan HUT ke-73 Republik Indonesia.

Nyoman mengisahkan, pembangunan patung ini sudah dimulai sejak 28 tahun silam dengan menggunakan dana pribadi. Dalam prosesnya, tak sedikit kendala yang dihadapi.

Baca juga: Viral, Video Pemasangan Kepala Patung Wisnu Seberat 4 Ton di GWK Bali

“Kami usahakan selesai Agustus. Agustus kan hari kemerdekaan Indonesia. Patung GWK ini akan jadi hadiah,” kata Nyoman saat dihubungi Kompas.com (15/05/2018).

 

Begini cara kerja kami menyabung nyawa UNTUK INDONESIA

A post shared by Nyoman Nuarta (@nyoman_nuarta) on May 11, 2018 at 4:29pm PDT


Vide-video yang diunggah Nyoman di akun Instagramnya, @nyoman_nuarta, viral di media sosial dan dibagi secara luas oleh para warganet.

Lebih jauh, Nyoman mengungkapkan, melalui karya ini, ia ingin menunjukkan budaya yang dimiliki oleh Indonesia.

Selain itu, untuk memajukan sektor pariwisata di Indonesia, khususnya Bali.

Baca juga: GWK Jadi Tujuan Destinasi Raja Salman di Bali

“Saya bukan sedang membuat patung ya, tapi membangun infrastruktur pariwisata di Bali. Selama ini budaya memberi sumbangsih yang besar terhadap pariwisata, sekitar 60 persen,” kata Nyoman.

“Patung GWK ini besar, stunning. Dia kelihatan dari bandara, bahkan dari jarak 60 kilometer. Diharapkan ini akan menjadi ikon baru wisata di Bali. Walaupun tinggi, kita buat patung enggak asal tinggi-tinggian, tetapi memang ada arti dan manfaat yang dimaksudkan,” lanjut dia.

Nyoman memulai pembangunan Patung GWK pada 1990 di atas lahan seluas 67 hektar.

Kompas TV Gubernur Bali juga sudah mengundang para konsulat untuk meyakinkan keamanan di daerahnya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Close Ads X