4 Daerah Wisata yang Kembali "Bangkit" Usai Diterjang Tsunami

Kompas.com - 30/09/2018, 14:11 WIB
Pengunjung melintas depan Gedung Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Kamis (21/2/2013). Selain berisi informasi tentang gempa dan tsunami, museum berlantai empat dengan arsitektur modern  yang dibangun tahun 2007 tersebut juga diperuntukkan sebagai tempat evakuasi bencana alam. SERAMBI INDONESIA/M ANSHARPengunjung melintas depan Gedung Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Kamis (21/2/2013). Selain berisi informasi tentang gempa dan tsunami, museum berlantai empat dengan arsitektur modern yang dibangun tahun 2007 tersebut juga diperuntukkan sebagai tempat evakuasi bencana alam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tsunami meninggalkan luka yang mendalam bagi keluarga korban dan penduduk sekitar. Namun daerah-daerah berikut dapat bangkit setelah diterjang tsunami.

Daerah tersebut kembali membangun insfratsruktur dan menjadi destinasi wisata yang terkenal. Di mana saja?

1. Aceh, Indonesia

Tsunami di Aceh yang terjadi 26 Desember 2004 menjadi salah satu bencana paling dahsyat di Indonesia. Gempa dan tsunami di Aceh terjadi karena gempa bumi megathrust bawah laut, yang memicu tsunami di pesisir Samudera Hindia.

Bukan hanya Aceh, ada 14 negara yang terkena bencana gempa dan tsunami di hari yang sama.

Aceh menjadi tempat paling terdampak dengan perkiraan korban melebihi 200.000 jiwa. Kini Aceh kembali bangkit dan beberapa situs mengenai tsunami dibangun sebagai peringatan sekaligus sarana edukasi.

Situs tersebut adalah Museum Tsunami, PLTD Apung, Kapal Apung Lampulo, dan Monumen Aceh Thanks to the World.

2. Phuket, Thailand

Selain Aceh, ada pula Phuket, Thailand yang terkena dampak dari gempa bumi megathrust pada 26 Desember 2004.

Daerah wisata andalan Thailand ini luluh lantah diterjang tsunami. Selain warga lokal, ada banyak turis yang meninggal akibat bencana ini.

Daerah lain selain Phuket yang terkena bencana tsunami adalah Krabi, Ranong, Satun, Trang, dan Phang Nga. Saat ini Phuket sudah sepenuhnya pulih dan masih menjadi destinasi incaran wisatawan asing berkunjung ke Thailand.

Kota Male, ibu kota Maladewa dilihat dari pesawat.NOVA DIEN Kota Male, ibu kota Maladewa dilihat dari pesawat.

3. Maladewa

Sama seperti Aceh dan Phuket, Maladewa juga menjadi lokasi yang terkena dampak tsunami di momen yang sama. Dilaporkan ada 82 korban meninggal dan 40 orang hilang akibat tsunami.

Jumlah korban di Maladewa lebih sedikit dibanding Aceh dan Phuket lantaran menurut warga lokal, ketinggian ombak tidak masif namun tetap merendam satu pulau.

Saat ini ancaman Maladewa justru permukaan daratan yang tenggelam ditelan laut karena pemanasan global.

Warga berdoa untuk para korban tsunami di tugu peringatan SD OKawa di Ishinomaki, Prefektur Miyagi. Saat tsunami menghantam kawasan ini dua tahun lalu, sedikitnya 70 orang siswa sekolah ini meninggal dunia.TOSHIFUMI KITAMURA / AFP Warga berdoa untuk para korban tsunami di tugu peringatan SD OKawa di Ishinomaki, Prefektur Miyagi. Saat tsunami menghantam kawasan ini dua tahun lalu, sedikitnya 70 orang siswa sekolah ini meninggal dunia.

4. Tohoku, Jepang

Gempa bumi melanda daerah Tohoku, Jepang dengan kekuatan 9,0 Skala Ritcher pada 2011. Akibat gempa bumi ini terjadi tsunami yang dengan tinggi mencapai 40,5 meter.

Gempa bumi yang ter jadi 11 Maret 2011 ini sering disebut sebagai gempa bumi terdahsyat yang dialami di Jepang bagian timur.

Sekitar 15.000 orang tewas karena bencana ini. Jumlah korban dapat ditekan karena sistem penanggulangan bencana di Jepang yang baik. Namun gempa bumi ini memicu kebocoran Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Fukushima.

Sampai saat ini Jepang masih terus melakukan upaya rekonstruksi. Bencana yang menimpa Jepang ini tidak membuat Negeri Sakura kehilangan daya tarik sebagai destinasi wisata dunia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X