Kompas.com - 01/10/2018, 10:41 WIB
Para pebalap melintas di tengah kota Banyuwangi tepatnya di depan Masjid Baiturrahman Banyuwangi, Sabtu (29/9/2018). KOMPAS.com/IRA RACHMAWATIPara pebalap melintas di tengah kota Banyuwangi tepatnya di depan Masjid Baiturrahman Banyuwangi, Sabtu (29/9/2018).

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar International Tour de Banyuwangi Ijen yang diikuti puluhan pebalap yang tergabung dalam 19 tim yang berasal dari 22 negara yang digelar 26-29 September 2018.

Perhelatan akbar yang sudah diselenggarakan selama 7 tahun berturut-turut ini merupakan ajang olahraga berbalut wisata karena di sepanjang rute sejauh 599 kilometer, para pebalap melewati beberapa tempat wisata di Banyuwangi.

Salah satunya adalah Paltuding yang masuk wilayah Gunung Ijen Banyuwangi yang terkenal dengan blue fire atau api biru yang diambil menjadi tema ITdBI tahun 2018, "Spirit of Blue Fire".

"Para pebalap berasal dari 22 negara dan ajang ini menjadi promo wisata untuk Banyuwangi sehingga semakin banyak dikenal oleh masyarakat luar. Bukan hanya itu, ITdBI ini juga menjadi bagian dari konsolidasi perbaikan infrastruktur dan pengungkit ekonomi daerah. Seperti tema kita Spirit of Bue Fire, semangatnya akan tetap menyala," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kepada Kompas.com, Sabtu (29/9/2108).

Baca juga: Turis Malaysia Suka Pantai dan Kuliner Banyuwangi

Ia mengatakan, setiap tahun ITdBI selalu digelar namun yang membedakannya adalah rute yang dilewati setiap tahun selalu beragam sehingga semua masyarakat bisa merasakan dampaknya secara langsung.

Para pebalap peserta ITDBI 2018 saat start di Kantor Pemda Banyuwangi Rabu (26/9/2018).KOMPAS.com/IRA RACHMAWATI Para pebalap peserta ITDBI 2018 saat start di Kantor Pemda Banyuwangi Rabu (26/9/2018).
"Saat di etape pertama finish di Rowo Bayu saya sempat terkejut ketika turun dari mobil dipeluk oleh pemuda yang bertato. Dia mengucapkan terima kasih karena finish di Rowo Bayu sehingga jalan depan rumahnya diperbaiki dan mereka bisa melihat bule balapan sepeda. Ini menjadi spirit buat kita untuk terus berbenah," kata Anas.

Sementara itu Director ITdBI, Jamaluddin Mahmood mengatakan Tour de Banyuwangi Ijen sudah digelar sejak 2012 dan kualitas balap sepeda internasional level 2.2 yang telah masuk agenda rutin Federasi Balap Sepeda Dunia (UCI) itu terus meningkat. Sehingga berdampak pada kemudahan mengundang tim mancanegara.

"Kalau dulu untuk mengundang tim, Banyuwangi harus subsidi. Tapi kini mereka langsung datang. Seperti Kinan Cycling Team, juara Asia Tour, ikut tanpa subsidi. Yang penting mereka bisa datang balapan dan menambah poin UCI,” kata warga Malaysia yang malang-melintang menangani ajang balap di berbagai negara itu.

Jamaluddin mengatakan, saat ini ITdBI sudah digolongkan sebagai balap level 2.2 terbaik. Level 2.2 sendiri adalah tiga tingkat di bawah World Tour Team seperti Tour de France.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan istrinya Ipuk Festiandani ikut dalam iring-iringan ITdBI 2018KOMPAS.com/IRA RACHMAWATI Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan istrinya Ipuk Festiandani ikut dalam iring-iringan ITdBI 2018
“ITdBI termasuk balap 2.2 terbaik Asia. Selain Banyuwangi, ada China, Jepang, Hongkong, Langkawi, Kazakhstan. Predikat terbaik itu diberikan karena kualitas lomba. Begitu juga antusiasme penonton yang tinggi, namun trafik tetap terjaga. Dan yang tak kalah penting adalah nilai jual event berkat dukungan media,” katanya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.