Borobudur Travel Mart and Expo 2018 Kembali Digelar - Kompas.com

Borobudur Travel Mart and Expo 2018 Kembali Digelar

Kompas.com - 14/10/2018, 10:00 WIB
Candi BorobudurKOMPAS.COM/AMIR SODIKIN Candi Borobudur


MAGELANG, KOMPAS.com - Borobudur Travel Mart and Expo (BTMX) 2018 kembali digelar di Hotel Grand Artos Magelang, Jawa Tengah mulai 12 hingga 15 Oktober 2018.

Event yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jawa Tengah ini mempertemukan puluhan seller produk wisata di Jawa Tengah dengan buyer dari seluruh Indonesia dan luar negeri.

Ketua BTMX 2018 Sugeng Sugiantoro, menjelaskan event didesain agar sellers Jawa Tengah lebih agresif menjual semua potensi wisata di Jawa Tengah dan sekitarnya. Di sisi lain supaya buyers lebih mengerti dan paham dengan produk-produk yang ada di Jawa Tengah.

"Dengan demikian mereka akan mudah mau mempromosikan dan menjualnya," ungkap Sugeng, dalam jumpa pers di Hotel Grand Artos Magelang, Sabtu (13/10/2018).

Sugeng melanjutkan bahwa BTMX merupakan sebuah kegiatan "business to business" dan juga expo (business to customer) yang terbuka untuk masyarakat umum. Kegiatan tahunan ini menjadi event travel berskala internasional terlengkap yang ada di Jawa Tengah.

"Tahun ini ada kurang 83 buyers dan 83 sellers yang terlibat," sebut Sugeng.

Dalam tiga tahun terakhir, jumlah seller maupun buyer mengalami kenaikan. Pada 2016, jumlah seller sebanyak 36 booth dengan 65 delegasi dan buyer sebanyak 57 delegasi. Tahun 2017 junlah seller yaitu 80 delegasi dan buyer 63 delegasi.

Para buyer adalah pengusaha biro perjalanan wisata dari Jakarta, Bekasi, Bandung, Cirebon, Majalengka, Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Kediri, Malang, Ngawi, Ponorogo, Bali, Lampung, Balikpapan, Manado, Belitung, Medan, dan Padang.

"Untuk buyers luar negeri berasal dari Singapura, Malaysia, dan Kantor Perwakilan Spanyol di Jakarta," katanya.

Sesuai permintaan para sellers, lanjut Sugeng, BTMX 2018 ini dihadirkan lebih banyak buyers dari dalam negeri yang tersebar di banyak kota di Indonesia. Meski demikian, mereka memiliki pangsa pasar luar negeri.

Suasana BTMX 2018 di Grand Artos Hotel Magelang, Sabtu (13/10/2018).KOMPAS.com/IKA FITRIANA Suasana BTMX 2018 di Grand Artos Hotel Magelang, Sabtu (13/10/2018).

Selain mengikuti pertemuan "business to business", katanya, para buyer juga akan mengikuti kegiatan post tour dengan mengunjungi sejumlah obyek wisata di Kota Semarang dan Kabupaten Magelang.

Ia menyebutkan target transaksi pada BTMX 2018 sebanyak Rp 7,4 miliar transaksi atau lebih besar dari realiasi transaksi BTMX 2017 sebanyak Rp 6,3 miliar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Urip Sihabudin, menambahkan BTMX 2018 menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di Jawa Tengah, terutama wisatawan mancanegara (wisman).

Urip menyebutkan, angka kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah terus mengalami peningkatan. Tahun 2016 angka kunjungan mencapai 34,6 juta, kemudian naik menjadi 41 juta di tahun 2017.

"Tahun 2018 ini kita targetkan kembali naik menjadi 45 juta," ungkap Urip.

Sejumlah upaya untuk mendongkrak angka kunjungan wisatawan dilakukan oleh Disporapar, termasuk menggandeng BPPD untuk melaksanakan BTMX.

"Kami juga mengikuti beberapa travel mart di negara-negara tetangga untuk promosi dan selling, sekaligus jemput bola wisatawan," terang Urip.

Pergerakan jumlah wisatawan ke Jawa Tengah untuk wisatawan nusantara (wisnus) hampir sama dengan tahun sebelumnya, antara lain Jakartam Jawa Timur, Bali, Jawa Barat dan lainnya.

Sedangkan, untuk angka wisman yang berkunjung ke Jawa Tengah ada pergeseran dari wisman asal Eropa ke wisman asal Asia Tenggara dan Cina.


Close Ads X