PT KA Pariwisata Incar Turis Malaysia

Kompas.com - 29/12/2018, 07:41 WIB
Wisatawan sedang berfoto berlatarkan mozaik kaca di bangunan arsitektur Eropa, di Lawang Sewu, Semarang, Rabu (28/3/2018). KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIAWisatawan sedang berfoto berlatarkan mozaik kaca di bangunan arsitektur Eropa, di Lawang Sewu, Semarang, Rabu (28/3/2018).

SEMARANG, KOMPAS.com – PT KA Pariwisata menargetkan 2 juta pengunjung pada 2019 khusus di Gedung Lawang Sewu dan Museum KA Ambarawa. Berbagai langkah dipersiapkan agar target itu terpenuhi.

Direktur Utama PT KA Pariwisata, Totok Suryono, menjelaskan, pemasaran dua obyek wisata itu nantinya tidak lagi berskala lokal, melainkan nasional dan internasional.

Untuk pasar nasional, promosi akan digencarkan lebih serius. Paket wisata yang ditawarkan tidak hanya melihat bangunan gedung tua, namun eksplorasi wisata lain.

“Sekarang event di Lawang Sewu saya lihat dipasarkan di lokal, nanti 2019 akan dipasarkan event di pasar nasional dan internasional,” ujar Totok, saat ditemui di Lawang Sewu Semarang, Jawa Tengah, Jumat (28/12/2018).

Baca juga: Libur Natal, 60 Ribu Pengunjung Sambangi Lawang Sewu

KA Pariwisata yang merupakan anak usaha PT KAI akan bekerja sama dengan KA Malaysia untuk mendatangkan wisatawan asal negeri jiran itu. Setidaknya, sekitar 100.000 wisatawan mancanegara, termasuk Malaysia akan coba didatangkan.

Pengunjung hendak menaiki salah satu kereta api uap di Museum KA Ambarawa, Selasa   (28/9/2016)Kompas.com/ Syahrul Munir Pengunjung hendak menaiki salah satu kereta api uap di Museum KA Ambarawa, Selasa (28/9/2016)
“Kami tidak terlalu muluk targetnya. Angka 2 juta wisatawan itu pasti dominasi wisatawan lokal. Kami kebetulan kerja sama dengan KA Malaysia. Mereka ada anak perusahaan juga kelola wisata, akan akan pasarkan Lawang Sewu dan Museum KA di sana. Mungkin dapat 100.000 wisman,” tambahnya.

Baca juga: KA Pariwisata Ditunjuk Kelola Lawang Sewu dan Museum KA Ambarawa

Selain upaya tersebut, pihak pengelola akan secara rutin membuat acara dan atraksi di gedung tua tersebut. Pengelola juga akan menawarkan ke semua pihak agar menggunakan gedung tua di Lawang Sewu sebagai tempat-tempat pertemuan dan sejenisnya.

“Semarang ini kan banyak destinasi, kami akan pasarkan lebih spesifik Lawang Sewu dan Ambarawa. Wisatawan tidak saja melihat gedung, tapi hal-hal yang lebih menarik lagi,” kata Totok.

Baca juga: Berapakah Jumlah Sebenarnya Pintu di Lawang Sewu?

Berdasarkan data PT KAI, jumlah pengunjung 2018 telah melewati 1 juta pengunjung atau tepatnya 1.022.693 orang. Jumlah itu meningkat pesat ketimbang tahun 2012 sebanyak 121.696 orang, 2013 sebanyak 233.559 orang, 2014 sebanyak 483.068 orang.

Jumlah wisatawan ke Lawang Sewu tercatat meningkat setiap tahunnya. Pada 2015, jumlah kunjungan mencapai 688.995 wisatawan, 2016 sebanyak 861.111 wisatawan dan 2017 sebanyak 992.343 wisatawan.

Keindahan bangunan arsitektur Eropa, buatan Belanda di Lawang Sewu, Semarang, Rabu (28/3/2018). KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Keindahan bangunan arsitektur Eropa, buatan Belanda di Lawang Sewu, Semarang, Rabu (28/3/2018).
Gedung Lawang Sewu merupakan kantor perusahaan kereta api swasta Nedherland Indische Spoorweg Maatschaapij yang dibangun pada 1904. Sesudah kemerdekaan, gedung Lawang Sewu digunakan sebagai Kantor Eksploitasi Tengah Djawatan Kereta Api RI atau cikal bakal PT KAI.

Gedung ini juga saksi sejarah perlahan Indonesia melawan tentara Jepang saat pertempuran lima hari di Semarang.

Lawang Sewu dipugar pada 2009 dan rampung pada 2011. Lawang Sewu menjadi salah satu gedung cagar budaya kemudian dialihfungsikan menjadi museum. Gedung ini menjadi landmark Kota Semarang, sehingga menjadi tujuan wisatawan ketika berkunjung ke ibu kota Provinsi Jawa Tengah ini.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X