Garuda Indonesia Dukung Kualanamu Sebagai Hub Penerbangan Wilayah Barat dan Asia Tenggara

Kompas.com - 22/03/2019, 21:04 WIB
Penumpang berjalan menuju ruang tunggu Gate 8 di Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara, Selasa (23/8/2016). Bandara Kualanamu adalah satu pintu masuk wisatawan menuju Danau Toba.KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Penumpang berjalan menuju ruang tunggu Gate 8 di Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara, Selasa (23/8/2016). Bandara Kualanamu adalah satu pintu masuk wisatawan menuju Danau Toba.

JAKARTA, KOMPAS.com - Garuda Indonesia memperkuat komitmen pengembangan Bandara Internasional Kualanamu Medan sebagai hub penerbangan domestik wilayah Barat dan wilayah Asia Tenggara.

"Bandara Internasional Kualanamu sebagai bandara komersial terbesar keempat di Indonesia dengan potensi ekonomi serta posisi geografis yang strategis, memiliki modal utama sebagai hub internasional dan domestik kedua di Indonesia selain Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Kami juga akan terus mengembangkan Kualanamu sebagai hub penerbangan untuk pariwisata yang terhubung dengan kota kota internasional di kawasan," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara sesuai siaran pers yang diterima KompasTravel, Jumat (22/3/2019).

Ari juga menyebutkan bahwa posisi Medan semakin diuntungkan dengan dekat akan Singapura dan Kuala Lumpur yang tercatat sebagai pusat perekonomia di Asia Tenggara.

"Tentunya perlu dukungan semua pihak agar Kualanamu menjadi pintu masuk wisatawan asing ke Indonesia barat atau wilayah Indonesia lainnya. Kualanamu harus menjadi hub yang penting untuk mengimbangi bandara Singapura dan Kuala Lumpur". jelas Ari.

Potensi pasar yang terbuka luas tersebut, turut didukung dengan rencana pengembangan infrastruktur dan kapasitas bandara yang terus ditingkatkan oleh AP II, dimana pada tahun 2027 mendatang Bandara Internasional Kualanamu diproyeksikan dapat menampung lebih dari 47 juta penumpang.

“Komitmen memperkuat jaringan penerbangan Bandara Internasional Kualanamu tersebut juga terus kami optimalkan melalui penjajakan sinergi komersial bersama sejumlah mitra strategis internasional agar nantinya Banda Internasional Kualanamu dapat memiliki daya saing internasional melalui berbagai keunggulan infrastruktur dan kapasitas penerbangannya”tutur Awaluddin.

Kata Pengamat Mengenai Kualanamu

Pengamat penerbangan Alvin Lie, lewat pernyataan di siaran pes yang sama menyatakan sektor industri transportasi udara nasional selayaknya memiliki bargaining point (nilai tawar) dalam pengembangan dan optimalisasi jaringan penerbangan nasional.

Khususnya dalam mengoptimalkan trafik penumpang serta potensi kepariwisataan melalui pemanfaatan jaringan penerbangan nasional oleh maskapai penerbangan lokal.

“Untuk itu, perlu kiranya kembali dicermati upaya tata kelola pengembangan hub penerbangan internasional agar tetap mengedepankan prioritas pengembangan jaringan hub penerbangan nasional yang tentunya dapat menunjang trafik pergerakan wisatawan internasional melalui optimalisasi kapasitas bandara internasional di Indonesia beserta jaringan penerbangan maskapai nasional," kata Alvin.

Pengamat kebijakan Publik, Agus Pambagio mengungkapkan bahwa Indonesia seharusnya menjadi tuan rumah dalam strategi peningkatan kunjungan wisatawan nasional dan internasional.

"Khususnya melalui pengembangan optimalisasi hub & spoke bandara-bandara nasional yang tentunya juga memiliki daya saing tersendiri atas posisi strategis geografis dan keunggulan konektivitas penerbangan nasional.

Komitmen pengembangan sektor kepariwisataan sebaiknya juga turut diselaraskan dengan upaya proteksi berkelanjutan terhadap sektor industri penunjangnya, yang salah satunya adalah industri penerbangan nasional," jelas Agus.

Catatan trafik pergerakan penumpang di Bandara Kualanamu mencapai 10 juta penumpang pada 2018 lalu. Sepuluh persen di antaranya merupakan penumpang internasional. (*)

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X