Tidak ke Mal, Apa Hiburan Orang Jakarta Zaman Dahulu?

Kompas.com - 23/06/2019, 10:09 WIB
Pemutaran film layar tancap di kawasan Bojongsari, Depok, Jawa Barat, pada 28/1/2017. KOMPAS/RIZA FATHONIPemutaran film layar tancap di kawasan Bojongsari, Depok, Jawa Barat, pada 28/1/2017.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebelum dipenuhi pilihan mal, warga Jakarta terbilang kreatif mencari hiburan. Mereka senang berkumpul bersama keluarga dan teman untuk melakukan aktivitas menyenangkan. Ide aktivitas hiburan warga Jakarta zaman dahulu ini juga dapat menjadi inspirasi untuk berlibur di Jakarta, tanpa harus ke mal.

Berikut rekomendasi berbagai hiburan di Jakarta sesuai buku "Tenabang Tempo Doloe" karya Abdul Chaer dan buku "Jakarta 1950-1970 "karya Firman Lubis:

1. Radio, radio rakyat, dan mesin ngomong

Radio jadi temuan bermanfaat bagi umat manusia. Tidak hanya untuk menyebarkan informasi tetapi juga hiburan. Zaman dahulu, tepatnya 1950-an hanya ada stasiun Radio Republik Indonesia yang mengudara. Tidak hanya musi, stasiun radio juga menyiarkan sandiwara radio.

Selain radio biasa, juga ada radio rakyat yang berasal dari PESARRA (Perusahaan Saluran Radio Rakyat) yang meneruskan siaran radio RRI melalui kabel ke rumah yang tidak memasang listrik. Caranya menyangkutkan kabel ke rumah pelanggan yang tersambung ke kotak berat berfungsi sebagai penguat suara.

Pada era 1950-an, mesin ngomong aslias gramofon juga terkenal. Hanya orang yang terbilang mampu dapat membeli gramofon. Untuk itu biasanya rumah yang memiliki gramofon selalu ramai anak-anak tetangga, sekalipun lagu yang diputar itu itu saja.

2. Gambar idup alias film

Film pertama kali ditayangkan pada 5 Desember 1900 di Tanah Abang oleh De Nederlandsch Bioseopi Maatschappij. Film yang diputar adalah film bisu dan tidak diputar di gedung bisokop permanen. Jadi pertunjukan diselenggarakan berpindah-pindah.

Ada juga bioskop rakyat dengan harga yang terjangkau. Penonton biasanya menonton film dari ruang bilik bambu yang tidak punya atap, sehingga saat gerimis penonton bubar. Jadilah bisokop ini sering disebut misbar.

3. Sahibul hikayat

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X