Tak Hanya Lovina Bali, 4 Tempat Ini Juga Bisa Melihat Lumba-lumba

Kompas.com - 20/07/2019, 14:06 WIB
Wisatawan melihat dari jarak cukup dekat lumba-lumba yang muncul di permukaan di Pantai Lovina, Singaraja, Bali. KOMPAS/BENNY D KOESTANTOWisatawan melihat dari jarak cukup dekat lumba-lumba yang muncul di permukaan di Pantai Lovina, Singaraja, Bali.

KOMPAS.com – Beberapa waktu lalu warganet dihebohkan dengan berita munculnya lumba-lumba yang berjumlah ratusan di Pantai Lovina.

Baca juga: Cerita di Balik Video Viral Kawanan Lumba-lumba di Perairan Bali Utara, Muncul Pagi Hari di Jalur Transit

Kawasan Pantai Lovina memang terkenal dengan lumba-lumbanya.

Namun sebenarnya selain Pantai Lovina ada beberapa tempat lagi yang bisa digunakan untuk melihat lumba-lumba. Berikut KompasTravel rangkum untuk kamu tempat melihat lumba-lumba di Indonesia.

1. Teluk Kiluan

Lumba-lumba di Teluk Kiluan, Lampung.BARRY KUSUMA Lumba-lumba di Teluk Kiluan, Lampung.

Teluk Kiluan berlokasi di desa Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Lampung.

Pasir putih berpadu gradasi biru yang menghiasi Teluk Kiluan kian cantik ketika wisatawan bisa menikmati atraksi lumba-lumba yang ada di tengah laut.

Menariknya para lumba-lumba di Teluk Kiluan terkenal berani tampil tanpa malu-malu dan mendekat ke perahu nelayan.

Pesona para lumba-lumba di Teluk Kiluan bisa dinikmati pagi hari sebelum mentari menjelang.

2. Derawan

Pulau Derawan, pulau andalan pariwisata Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menyajikan pemandangan bawah air dan atas air yang memesona, Minggu (7/12/2014).KOMPAS/LUKAS ADI PRASETYA Pulau Derawan, pulau andalan pariwisata Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menyajikan pemandangan bawah air dan atas air yang memesona, Minggu (7/12/2014).

Derawan yang berlokasi di Kalimantan Timur ternyata selain memiliki bawah laut yang terkenal cantik, juga sesekali wisatawan akan dihadiahi pemandangan lumba-lumba yang meloncat-loncat.

Mendatangi Derawan, layaknya mendatangi surga Kalimantan Timur yang mempesona. Kawasan ini cukup terkenal sebagai wisata yang memang memiliki keindahan panorama alam yang memukau.

Baca juga: Berau Tak Hanya Derawan, Ada Teluk Alulu yang Juga Eksotis

3. Wakatobi

Para diver atau penyelam sedang menikmati keindahan bawah laut di perairan WakatobiDok. Humas Kementerian Pariwisata Para diver atau penyelam sedang menikmati keindahan bawah laut di perairan Wakatobi

Wakatobi yang beribu kota di Wangi-wangi, Sulawesi Tenggara terkenal sebagai daerah surga bahari.

Wakatobi memiliki 25 gugusan terumbu karang dengan keliling pantai dari pulau-pulau karang sepanjang 600 kilometer.

Sekitar 750 spesies karang laut juga tinggal di tempat ini dan bisa dinikmati dengan diving. Selain itu, perairan Wakatobi juga menjadi tempat untuk melihat lumba-lumba di alam terbuka.

4. Pulau Merah

Pantai Pulau Merah di Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.ARSIP HUMAS PEMKAB BANYUWANGI Pantai Pulau Merah di Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Lokasi Pulau Merah di Banyuwangi juga menjadi salah satu kawasan yang bisa digunakan untuk melihat lumba-lumba di alam bebas.

Perairan Pulau Merah menjadi jalur migrasi para lumba-lumba.

Pulau Merah juga memiliki pantai yang menarik layaknya di Kuta Bali, namun dengan ombak yang lebih bergulung, sehingga bisa digunakan untuk berselancar. Pulau Merah juga menawarkan keindahan alam yang cukup menawan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Unik, Watergong Klaten Punya Sungai Jernih Penuh Ikan Seperti di Jepang

Unik, Watergong Klaten Punya Sungai Jernih Penuh Ikan Seperti di Jepang

Jalan Jalan
Sebelum Buka Kembali, Pendakian Gunung Semeru Tutup Setahun

Sebelum Buka Kembali, Pendakian Gunung Semeru Tutup Setahun

Whats Hot
Perkuat Mitigasi dan Tanggap Darurat Bencana, Wae Rebo Akan Dilengkapi Helipad

Perkuat Mitigasi dan Tanggap Darurat Bencana, Wae Rebo Akan Dilengkapi Helipad

Whats Hot
5 Alasan Mi Instan Jangan Jadi Bekal Utama Saat Mendaki Gunung

5 Alasan Mi Instan Jangan Jadi Bekal Utama Saat Mendaki Gunung

Travel Tips
Air Terjun Cunca Jami yang Masih Tersembunyi di Sekitar Labuan Bajo

Air Terjun Cunca Jami yang Masih Tersembunyi di Sekitar Labuan Bajo

Jalan Jalan
7 Aturan yang Harus Dipatuhi Ketika Berwisata ke Kuil di Thailand

7 Aturan yang Harus Dipatuhi Ketika Berwisata ke Kuil di Thailand

Travel Tips
Berlibur ke Thailand, Kenali Apa yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan

Berlibur ke Thailand, Kenali Apa yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan

Travel Tips
Disneyland Hong Kong Dibuka Kembali 25 September 2020

Disneyland Hong Kong Dibuka Kembali 25 September 2020

Whats Hot
Urus Paspor Datang ke Rumah dengan Eazy Passport, Ini Ketentuan dan Prosedurnya

Urus Paspor Datang ke Rumah dengan Eazy Passport, Ini Ketentuan dan Prosedurnya

Travel Tips
Tak Bisa ke Kantor Imigrasi karena Pandemi? Coba Layanan Eazy Passport

Tak Bisa ke Kantor Imigrasi karena Pandemi? Coba Layanan Eazy Passport

Travel Tips
Cara Buat Paspor Masih Sama, Wajib Daftar Online Sebelum ke Kantor Imigrasi

Cara Buat Paspor Masih Sama, Wajib Daftar Online Sebelum ke Kantor Imigrasi

Travel Tips
Cara Booking Online Pendakian Gunung Semeru, Wajib bagi Calon Pendaki

Cara Booking Online Pendakian Gunung Semeru, Wajib bagi Calon Pendaki

Travel Tips
Pendakian Gunung Semeru Dibuka 1 Oktober 2020, Perhatikan 14 Poin Ini

Pendakian Gunung Semeru Dibuka 1 Oktober 2020, Perhatikan 14 Poin Ini

Travel Tips
Pendakian Gunung Semeru Buka Kembali 1 Oktober, Hanya 2 Hari 1 Malam

Pendakian Gunung Semeru Buka Kembali 1 Oktober, Hanya 2 Hari 1 Malam

Whats Hot
Taman Benyamin Sueb, Kilas Balik Perjalanan Karier Budayawan Betawi

Taman Benyamin Sueb, Kilas Balik Perjalanan Karier Budayawan Betawi

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X