Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Yogya Tak Hanya Malioboro, Kawasan Kotabaru Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata

Kompas.com - 28/04/2024, 18:06 WIB
Wisang Seto Pangaribowo,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta, terus mendorong kawasan Kotabaru menjadi kawasan wisata.

Bahkan untuk menarik wisatawan datang ke Kotabaru, Pemkot Yogyakarta bakal menggelar event Kotabaru Ceria tiap bulannya.

Hal ini bertujuan agar wisatawan tidak hanya bertumpuk di kawasan Tugu, Keraton, dan Malioboro.

Baca juga: Bea Cukai Yogyakarta Berikan Izin Tambah Lokasi Usaha ke Produsen Tembakau Iris

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko mengatakan, Pemkot Yogyakarga mencoba mengulik tempat wisata baru agar daya tarik pariwisata tidak bertumpu di wilayah Tugu, Malioboro, dan Keraton.

Oleh sebab itu, pihaknya mengangkat kawasan cagar budaya, salah satunya Kotabaru melalui kegiatan Kotabaru Ceria.

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kompas Travel (@kompas.travel)

"Kita pilih Jalan Suroto di Kotagede tanpa melakukan penutupan jalan. Jadi tiap bulan kita akan menyelenggarakan event ini pada malam Minggu dengan mengangkat industri kreatif di Kota Yogyakarta," jelas Wahyu, dalam keterangan tertulis, Minggu (28/4/2024).

Lanjut Wahyu Pihaknya sudah melakukan survei kepada masyarakat atau wisatawan mengapa ingin datang ke Kota Yogyakarta. Dengan adanya survei tersebut, menurut dia dapat sebagai acuan pengembangan kawasan Kotabaru.

Baca juga: Nyamuk Wolbachia di Kota Yogyakarta Diklaim Turunkan Kasus DBD 77 Persen

"Ternyata ada 3 alasan yaitu destinasi di Yogya dan sekitarnya, souvenir seperti kuliner, fesyen dan kriya serta event atau acara. Untuk itu strategi membuat acara dipilih agar menarik wisatawan di Kotabaru," beber dia.

Penyangga wisata Malioboro

Sementara itu, Penjabat Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo mengatakan kawasan Kotabaru ini dapat menjadi penyangga pariwisata di Malioboro sehingga dengan demikian dapat menghidupkan kawasan ini. Ditambah lagi, jarak Kotbaru dengan Malioboro tak terlalu jauh.

"Saya kira bisa menjadi second opinion di Kotabaru (Ceria) ini. Karena berbagai macam daya tarik bisa dinikmati di sini kuliner dan small skill performance," ujarnya.

Suasana di sekitar Gereja Katolik Kotabaru di DI Yogyakarta dan rindangnya pepohonan.KOMPAS.com/WIJAYA KUSUMA Suasana di sekitar Gereja Katolik Kotabaru di DI Yogyakarta dan rindangnya pepohonan.

Menurutnya sebetulnya Kotabaru sebagai kawasan cagar budaya sudah sangat menarik dinarasikan dan dikemas dalam cerita.

Konsep tata kota Kotabaru dan gaya arsitekturnya juga akan menarik kalau bisa diungkap dalam satu paket wisata. Terutama, wisatawan mancanegara yang peminatannya pada cagar budaya, arsitektur dan story telling.

Baca juga: Makna Nama Songgo Buwono, Burger Tradisional Yogyakarta

"Perlu nanti trial untuk paket Kotabaru yang  dibuat oleh Dinas Pariwisata. Kita trial untuk beberapa wisatawan mancanegara tentunya, untuk menambah daya tarik mereka terhadap Kota Yogyakarta," tutur Singgih.

Kotabaru Ceria  menghadirkan beberapa kegiatan yakni taman ria, workshop, bazar ria, talk show, penampilan seni, panggung musik dan marching band.

Bazar menampilkan produk ekonomi kreatif, antara lain kuliner, kriya, fesyen dan buku lawas. Kotabaru Ceria menjadi ruang ekspresi dan apresiasi bagi insan kreatif di Kota Yogyakarta.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com