Rabu, 22 Oktober 2014

/ Travel

Wisata Hong Kong

Hong Kong, Primadona Para Turis

Minggu, 31 Juli 2011 | 09:46 WIB

KOMPAS.com - Siapa tak kenal Hong Kong? Hong Kong terkenal karena keunikan budaya dan kehidupannya. Dengan luas hanya sekitar 1.000 kilometer persegi dan jumlah penduduk sekitar 7 juta jiwa, Hong Kong menjadi salah satu negara dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi di dunia. Ketersediaan lahan yang sangat terbatas, membuat pemerintah Hong Kong sangat efisien dalam memanfaatkan lahan, sehingga akhirnya Hong Kong menampilkan pemandangan kota metropolitan yang sangat khas dan menarik, tidak heran Hong Kong mampu menarik banyak turis berdatangan ke negara kepulauan ini setiap tahunnya.

Hong Kong diserahkan kepada China oleh pemerintah Inggris pada tahun 1997, setelah hampir 100 tahun Inggris memerintah di sana. Perpaduan budaya Barat dan Timur mewarnai kehidupan masayarakat Hong Kong dalam segala aspek, hal ini tidak mengherankan karena  masyarakat masih memelihara budaya dan tradisi China yang mereka anut. Hong Kong, kota kepulauan yang berjarak 4,5 jam perjalanan udara dari Jakarta ini memang memiliki keunikan yang khas dan daya tarik yang luar biasa, sehingga untuk menikmatinya diperlukan persiapan sebaik-baiknya.

Secara geografis, Hong Kong terletak di selatan dataran China berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan. Dengan luas wilayah 1.104 kilometer persegi, Hong Kong meliputi Hong Kong Island atau the Island, area Kowloon yang dipisahkan oleh selat Kowloon dengan the Island, Sai Kung, New Territory, Pulau Lantau dan 260 pulau-pulau lain di sekitarnya.

Tingkat kepadatan penduduk Hong Kong termasuk tinggi, yaitu 6.300 jiwa per kilometer persegi, kepadatan tertinggi terdapat di area Kowloon. Jumlah penduduk Hong Kong saat ini sekitar 7 juta jiwa (95 persen dari etnis China, 5 persen Asia Selatan seperti Filipino, Indonesia, Jepang dan Eropa).

Di utara, Hong Kong berbatasan langsung dengan China Daratan (Shenzhen) dan di selatan dengan laut China Selatan. Penduduk Hong Kong 95 persen berasal dari etnis China dan sisanya adalah pendatang asing dari berbagai negara. Bahasa resmi yang digunakan adalah bahasa Inggris, Hokkian dan Putonghua. Bahasa Inggris banyak digunakan dalam pemerintahan, dokumen hukum dan bisnis internasional, sementara dalam percakapan sehari-hari masyarakat lebih banyak menggunakan bahasa Hokkian dan Putonghua. Walapun Hong Kong berada di bawah kendali Britania Raya selama hampir 100 tahun, penggunaan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari sangat jarang dilakukan, terutama oleh kalangan orang-orang tua.

Hong Kong beriklim subtropis, dengan perbedaan cuaca yang cukup ekstrem, suhu udara bisa dibawah 10 derajat Celcius pada musim dingin dan lebih dari 31 derajat Celcius pada musim panas. Rekor suhu minimal tercatat 0 derajat Celcius pada bulan Januari dan suhu maksimal 36 derajat Celcius pada bulan Agustus. Sembilan puluh persen hujan turun di antara bulan April dan September. Kelembaban rata-rata sekitar 75 persen. Bulan Juni hingga Agustus  merupakan bulan dengan suhu tertinggi, sedang Desember sampai Februari merupakan bulan dengan rata-rata suhu terendah.

Hujan turun hampir sepanjang tahun dengan curah hujan tertinggi pada musim panas antara bulan Juni hingga Agustus. Seringkali antara bulan Juli hingga September, Hong Kong dilanda angin topan (Hurricane) yang sangat besar, seluruh masyarakat diperingatkan dengan sinyal topan, Signal 1: Topan berjarak 800 km dari Hong Kong, Signal 3: Topan dalam perjalanan menuju Hong Kong, Signal 8: sebaiknya tetap tinggal di hotel, angin topan sangat berbahaya.

Waktu Berkunjung

Hong Kong memiliki perbedaan waktu +1 jam dengan WIB atau +8 jam dengan GMT. Waktu berkunjung ke Hong dapat dilakukan sepanjang tahun, walaupun secara statistik kunjungan terbanyak dilakukan antara bulan Mei hingga September. Pada musim panas (Juni – September) suhu bisa menjadi sangat panas, sementara pada bulan Desember-Februari suhu bisa mencapai titik terendah. Namun bagi orang Indonesia musim panas adalah waktu yang tepat untuk berkunjung, karena bertepatan dengan liburan sekolah. Pada bulan-bulan tertentu, seperti pada saat Tahun Baru, Imlek dan Pertandingan Rugby hotel-hotel menaikkan tarif, karena jumlah pengunjung yang meningkat.

Sepanjang tahun Hong Kong didatangi turis dari seluruh dunia. Pada tahun 2010 jumlah turis yang berkunjung mencapai 32 juta orang, naik 5 persen dibanding tahun sebelumnya. Tingkat hunian hotel di seluruh Hong Kong mencapai rata-rata 85 persen dengan harga kamar bervariasi mulai dari 180 dollar Hong Kong untuk single room per malam. (Budi Sulis)


Editor : I Made Asdhiana
Sumber: