Minggu, 23 November 2014

/ Travel

Minum Teh di Istana Pura Mangkunegaran

Jumat, 30 September 2011 | 15:13 WIB

KOMPAS.com - Minum teh di sore hari sambil makan kue kudapan berupa kue khas keraton seperti kue lemper dan sosis Solo di dalam lingkungan Istana Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah, adalah acara minum teh paling istimewa.

Apalagi bisa menjelajah masuk sampai ruang keputren di dalam kamar permaisuri Raja Mangkunegaran. Sekarang ini, ruangan tersebut sering dipakai untuk kamar pengantin putri raja.

Minum teh sambil diiiringi gending-gending gamelan Jawa dan mendapat cerita sejarah Istana Mangkunegaran sangat nikmat.Untuk mengikuti acara minum teh ini harus ikut paket tur acara bareng minum teh.

Tidak bisa secara pribadi datang langsung. Ketika ada tawaran paket tour penulis tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.

Di Pendopo Istana Mangkunegaran  kami disambut pemandu bernama Mas Heru yang siap dengan busana lengkap adat Jawa. Mas Heru menjelaskan silsilah Raja Mangkunegaran dan isi bangunan.

Kata-katanya yang selalu teringat, “Mulai zaman Nabi Adam sampai sampai Adam Jourdan sekarang marmer istana selalu didatangkan dari Italia.”

Masuk ke Bale Warni, wisatawan bisa meilihat koleksi perhiasan dan kursi singgasana raja yang digunakan apabila ada acara upacara keraton. Dalam upacara menikahkan putri raja, singgasana dipakai untuk acara sungkeman putra-putri raja kepada orangtuanya.

Di kawasan keputren kamimelewati, lorong taman yang dihiasi pohon buah rambutan yang sedang berbuah lebat dan berwarna merah menarik hati untuk dipetik. Di halaman taman banyak patung wanita dan taman rumput yang terawat.

Acara minum teh dimulai setelah wisatawan melihat suasana istana dan dipersilahkan ke ruang tamu. Lokasinya tepat di depan kamar putri keraton.

Kami bisa masuk sampai ke kamar utama putri keraton yang biasa digunakan untuk kamar pengantin putri Raja Mangkunegaraan. Kelebihan kamar ini memiliki kaca tujuh cermin yang mengelilingi tembok kamar.

Apabila seseorang berdiri di depan salah satu kaca , badan kita akan memantul dari semua sudut kaca cermin dan pengantin yang sedang berdandan akan kelihatan kecantikannya dari semua sudut.

Di kamar mandi dekat kamar juga ada pancuran dari mata air yang berasal dari Gunung Merbabu. Konon air itu dapat membuat awet muda dan menambah kecantikan wajah putri keraton. Apalagi buat calon pengantin putri raja akan pecah pamor kecantikannya apabila mandi dari sumber mata air tersebut.

Penulis beruntung kedatangannya rombongannya disambut oleh Gusti Putri BRA Satoeti Yamin, salah seorang putri Raja Mangkunegara VIII yang kebetulan pulang kampung di istana.

Gusti Satoeti dengan senang hati mau diajak foto bersama dan ramah sekali menyambut rombongan dari kelompok Majalah More dari Gramedia Majalah. (Asita DK Suryanto)


Editor : kadek