Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenparekraf Dorong Parekraf di Bogor Lewat FIFTY, Ada Bantuan Modal

Kompas.com - 09/05/2024, 18:05 WIB
Ramdhan Triyadi Bempah,
Silvita Agmasari

Tim Redaksi

BOGOR, KOMPAS.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyiapkan Kota Bogor, Jawa Barat, sebagai pusat pengembangan industri pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) lewat program Fintech Financing For Tourism and Creative Economy (FIFTY).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, meningkatnya nilai ekonomi di sektor parekraf Kota Bogor dapat dilihat dari tingginya jumlah pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bogor di industri tersebut.

Baca juga:

Gunung Batu Jonggol Bogor: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Lokasi

4 Tempat Wisata di Rumpin Bogor Jawa Barat, Ada Curug dan Taman

"Target kita tentunya menjadikan Kota Bogor ini sebagai pusat epicentrum produk-produk parekraf, jasa jasa parekraf kita, dengan target menciptakan 4,4 juta lapangan kerja," ucap Sandiaga, di Bogor, Rabu (8/5/2024).

Sandiaga menjelaskan, para pelaku industri parekraf di Kota Bogor dapat memanfaatkan program FIFTY di mana salah satu manfaatnya yakni bantuan permodalan atau pembiayaan usaha.

Ia menargetkan, sekitar Rp 50 miliar dapat disalurkan kepada para pelaku parekraf sehingga produk atau jasa yang ditawarkan semakin maju.

Pawai seni budaya pada perayaan puncak Cap Go Meh Bogor Street Festival (CGM-BSF) 2023 di Jalan Suryakencana, Bogor Tengah, Kota Bogor, Minggu (5/2/2023). Atraksi seni budaya seperti Ogoh-ogoh dari Bali, Kendang Beleq dari Lombok, dan Bouraq dari Cirebon, Ondel-ondel Betawi, Reog Ponorogo, serta belasan pertunjukan dari sanggar kesenian dari Jawa Barat dan sekitarnya memeriahkan acara ini.KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO Pawai seni budaya pada perayaan puncak Cap Go Meh Bogor Street Festival (CGM-BSF) 2023 di Jalan Suryakencana, Bogor Tengah, Kota Bogor, Minggu (5/2/2023). Atraksi seni budaya seperti Ogoh-ogoh dari Bali, Kendang Beleq dari Lombok, dan Bouraq dari Cirebon, Ondel-ondel Betawi, Reog Ponorogo, serta belasan pertunjukan dari sanggar kesenian dari Jawa Barat dan sekitarnya memeriahkan acara ini.

"Kalau kita lihat meningkatnya kegiatan yang ada di wilayah Jakarta dan sekitarnya, Kota Bogor ini lah yang mendapatkan limpahan begitu banyak kegiatan parekraf," sebutnya

"Jawa Barat sendiri adalah surganya para pencari healing maupun kegiatan kegiatan wisata, baik wisata MICE, wisata kuliner, maupun wisata belanja, dan juga wisata alam. Jadi ini potensinya bisa kita tetapkan luar biasa ke depan," tambahnya.

Baca juga: Wahana dan Fasilitas di Marcopolo Water Adventure Bogor

Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf Anggara Hayun Anujuprana mengatakan, masih sulitnya pelaku usaha parekraf untuk mengakses pembiayaan menjadi alasan utama diselenggarakannya program FIFTY 2024.

Anggara berharap, lewat program tersebut dapat membantu pelaku parekraf mendapatkan bantuan pembiayaan.

"Diharapkan pelaku usaha parekraf lebih mudah mendapatkan pembiayaan teknologi finansial baik P2P Lending maupun Securities/Equity Crowdfunding yang telah berizin OJK," pungkas Anggara.

Baca juga:

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Kompas Travel (@kompas.travel)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Travel Update
Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Travel Update
World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

Travel Update
Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Travel Update
Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Travel Update
5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Travel Update
Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Travel Tips
Turis Asing Beri Ulasan Negatif Palsu ke Restoran di Thailand, Berakhir Ditangkap

Turis Asing Beri Ulasan Negatif Palsu ke Restoran di Thailand, Berakhir Ditangkap

Travel Update
19 Larangan dalam Pendakian Gunung Lawu via Cemara Kandang, Patuhi demi Keselamatan

19 Larangan dalam Pendakian Gunung Lawu via Cemara Kandang, Patuhi demi Keselamatan

Travel Update
Harga Tiket Camping di Silancur Highland, Alternatif Penginapan Murah

Harga Tiket Camping di Silancur Highland, Alternatif Penginapan Murah

Travel Update
Harga Tiket dan Jam Buka Terkini Silancur Highland di Magelang

Harga Tiket dan Jam Buka Terkini Silancur Highland di Magelang

Travel Update
Awas Celaka! Ini Larangan di Waterpark...

Awas Celaka! Ini Larangan di Waterpark...

Travel Tips
BOB Downhill 2024, Perpaduan Adrenalin dan Pesona Borobudur Highland

BOB Downhill 2024, Perpaduan Adrenalin dan Pesona Borobudur Highland

Travel Update
Terraz Waterpark Tanjung Batu: Harga Tiket, Lokasi, dan Jam Buka

Terraz Waterpark Tanjung Batu: Harga Tiket, Lokasi, dan Jam Buka

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com