Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bantul Kembangkan Wisata Berbasis Budaya Mataram Islam

Kompas.com - 08/05/2024, 13:56 WIB
Markus Yuwono,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengembangkan wisata berbasis budaya peninggalan Kerajaan Mataram Islam.

Plt Kepala Dispar Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan, Bantul memiliki potensi budaya yang bisa dikembangkan untuk menyambut wisatawan.

Baca juga: Harga Tiket Wisata Pantai di Bantul Terkini, Parangtritis hingga Pandansimo

Untuk itu, Dispar Kabupaten Bantul berupaya mengembangkan pariwisata berbasis budaya dan heritage. Hal ini memperkuat identitas Bantul sebagai Bumi Mataram atau "Bantul cikal bakal Mataram".

Seperti diketahui, di wilayah Bantul terdapat bekas bangunan Keraton Mataram, bahkan sampai raja-raja Mataram.

"Jadi di sana tidak hanya bercerita tentang situs bangunan atau sejarah," kata Kwintarto saat ditemui Bantul, Rabu (8/5/2024).

Ia melanjutkan, wisatawan bisa mempelajari etika dan kehidupan masyarakat di Mataram kala itu, baik di sektor pertanian maupun perdagangan. Hal ini juga bisa menggaet wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Bantul.

"Segmen suguhan wisatawan mancanegara yang notabene di luar negeri sudah banyak kemajuan zaman yang meninggalkan kultur terkait dengan budaya-budaya tradisional," jelasnya.

Baca juga:

Umpak atau alas tiang kayu dari Keraton Mataram Islam di Kerto.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Umpak atau alas tiang kayu dari Keraton Mataram Islam di Kerto.

Kwintarto mengatakan, branding "Bantul cikal bakal Mataram" termasuk daya tarik yang bisa mempertahankan kunjungan wisata ke Bantul.

Apalagi dalam waktu dekat ada pembangunan tol DIY-Semarang otomatis membuat jalur masuk semakin banyak.

Dengan demikian, Bantul harus memiliki strategi menguatkan branding sebagai wilayah yang memiliki daya tarik wisata dan potensi ekonomi kreatif, yang salah satu andalannya adalah craft (kerajinan tangan).

Baca juga: Ada Parkir dan Resto Nakal yang Beri Harga Tak Wajar di Bantul, Ini Cara Laporkannya

"Craft Bantul itu sangat terkenal di luar negeri. Dalam artian begini, tidak terkenal tetapi produk Bantul ini cukup banyak dikirim ke luar negeri," kata dia

Menurut dia, craft di Bantul cukup beragam dan menarik. Wisatawan bisa belajar cara pembuatannya dan bisa menginap saat belajar.

"Produk-produk ini dimunculkan branding-nya saya yakin wisatawan tidak hanya mancanegara negara. Tapi dalam negeri pun berkeinginan melihat proses produksinya seperti apa, letaknya di mana dia bisa belajar kalau belajar industri kerajinan kreatif itu berarti dia harus berlama-lama di situ kemungkinan nginap di Bantul," terang dia.

Baca juga:

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Kompas Travel (@kompas.travel)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Travel Update
Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Travel Update
World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

Travel Update
Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Travel Update
Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Travel Update
5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Travel Update
Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Travel Tips
Turis Asing Beri Ulasan Negatif Palsu ke Restoran di Thailand, Berakhir Ditangkap

Turis Asing Beri Ulasan Negatif Palsu ke Restoran di Thailand, Berakhir Ditangkap

Travel Update
19 Larangan dalam Pendakian Gunung Lawu via Cemara Kandang, Patuhi demi Keselamatan

19 Larangan dalam Pendakian Gunung Lawu via Cemara Kandang, Patuhi demi Keselamatan

Travel Update
Harga Tiket Camping di Silancur Highland, Alternatif Penginapan Murah

Harga Tiket Camping di Silancur Highland, Alternatif Penginapan Murah

Travel Update
Harga Tiket dan Jam Buka Terkini Silancur Highland di Magelang

Harga Tiket dan Jam Buka Terkini Silancur Highland di Magelang

Travel Update
Awas Celaka! Ini Larangan di Waterpark...

Awas Celaka! Ini Larangan di Waterpark...

Travel Tips
BOB Downhill 2024, Perpaduan Adrenalin dan Pesona Borobudur Highland

BOB Downhill 2024, Perpaduan Adrenalin dan Pesona Borobudur Highland

Travel Update
Terraz Waterpark Tanjung Batu: Harga Tiket, Lokasi, dan Jam Buka

Terraz Waterpark Tanjung Batu: Harga Tiket, Lokasi, dan Jam Buka

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com