Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menikmati Indahnya "Sunrise" di Puncak Sinai

Kompas.com - 17/12/2011, 15:33 WIB

KOMPAS.com - Gunung Sinai dikenal juga dengan Gunung Musa atau Jabal Musa dalam bahasa Arab. Gunung ini dipercaya sebagai tempat di mana Nabi Musa menerima sepuluh perintah Tuhan.

Perjalanan dari Kairo ke Gunung Sinai ditempuh dengan jarak kira-kira 316 km. Perjalanan yang santai dan tidak terburu-buru ini memungkinkan kami untuk mampir ke kota Alexandria dan mengunjungi bekas bunker Israel ketika perang dengan beberapa negara arab (http://en.wikipedia.org/wiki/Six-Day_War). Juga sempat menengok kapal-kapal besar bermuatan ratusan kontainer menelusuri Terusan Suez (Suez Canal - http://en.m.wikipedia.org/wiki/Suez_Canal).

Kota-kota seperti Kairo dan Alexandria terlihat hiruk-pikuk dengan berbagai kendaraan bermotor, hampir sama dengan Jakarta, namun dengan lebih sedikit jumlah motor dan kemacetan tentunya.

Perjalanan panjang diselingi dengan sekali makan siang dan berbagai macam snack. Kebetulan di Kairo ada beberapa restoran yang menyajikan masakan Indonesia. Sebelum berangkat, Kami sudah berbekal nasi padang. Nikmat sekali rasanya nasi bungkus saat itu. Ya gitu deh, walau kami berlima sama-sama hidup di rantau; dua orang kuliah di universitas Al Azhar, yang lain bekerja di Kopenhagen, Manama, dan Kairo; namun lidah tetap tidak mau pindah ke lain rasa.

Kami sampai di kaki Gunung Sinai kira-kira pada siang menjelang sore hari. Kami memang memilih penginapan yang sederhana, bukan hotel berbintang. Ini dikarenakan kami hanya berencana menginap semalam di Sinai, dan juga mengingat budget yang terbatas.

Perjalanan mendaki Gunung Sinai dimulai sekitar pukul 02.30 dini hari. Walau lelah kami tetap sangat excited untuk memulai pendakian dengan rute yang dipercaya sebagai Moses' path ini.

Kami memutuskan untuk berjalan kaki dan sampai di puncak sebelum matahari terbit. Benar-benar perlu stamina yang bagus untuk bisa mencapai puncak Sinai. Selain jalur pendakian yang panjang dan berbatu, aroma kotoran onta tersebar dimana-mana. Maaf, joke's aside, maksud saya, kalau kurang olah raga pasti cepat lelah dan bisa-bisa terlambat sampai puncak.

Terlihat banyak kumpulan orang yang juga mencoba untuk mendaki. Ada yang berjalan kaki, ada pula yang naik onta. Perlu diingat, onta tidak bisa mendaki lebih jauh pada ketinggian tertentu, jadi anda harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Dengan berbekal sinar bulan dan beberapa buah senter kami sampai di puncak kira-kira jam 4 pagi. Pada saat musim panas, matahari terbit lebih awal dan terbenam lebih lama dibanding ketika musim dingin.

Di puncak terdapat gereja ortodoks yang pada saat itu dipenuhi jemaat untuk berdoa. Juga terdapat mushalla tua yang masih terawat dengan baik. Di sisi lain puncak, terlihat turis Jepang yang duduk-duduk menunggu matahari terbit. Anda pasti tahu kalau orang Jepang menyembah matahari, mungkin karena itu mereka mendaki Gunung Sinai. Beberapa orang melaksanakan shalat subuh. Senang rasanya melihat kehidupan beragama yang akur dan saling menghormati.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Deal With Ascott 2024 Digelar Hari Ini, Ada Lebih dari 60 Properti Hotel

Deal With Ascott 2024 Digelar Hari Ini, Ada Lebih dari 60 Properti Hotel

Travel Update
4 Tempat Wisata Indoor di Kota Malang, Alternatif Berlibur Saat Hujan

4 Tempat Wisata Indoor di Kota Malang, Alternatif Berlibur Saat Hujan

Jalan Jalan
3 Penginapan di Rumpin Bogor, Dekat Wisata Favorit Keluarga

3 Penginapan di Rumpin Bogor, Dekat Wisata Favorit Keluarga

Hotel Story
Pendakian Rinjani 3 Hari 2 Malam via Sembalun – Torean, Perjuangan Menggapai Atap NTB

Pendakian Rinjani 3 Hari 2 Malam via Sembalun – Torean, Perjuangan Menggapai Atap NTB

Jalan Jalan
Rekomendasi 5 Waterpark di Tangerang, Harga mulai Rp 20.000

Rekomendasi 5 Waterpark di Tangerang, Harga mulai Rp 20.000

Jalan Jalan
Tips Pilih Kursi dan Cara Hindari Mual di Pesawat

Tips Pilih Kursi dan Cara Hindari Mual di Pesawat

Travel Tips
4 Playground di Tangerang, Bisa Pilih Indoor atau Outdoor

4 Playground di Tangerang, Bisa Pilih Indoor atau Outdoor

Jalan Jalan
Tradisi Syawalan di Klaten, Silaturahmi Sekaligus Melestarikan Budaya dan Tradisi

Tradisi Syawalan di Klaten, Silaturahmi Sekaligus Melestarikan Budaya dan Tradisi

Jalan Jalan
Aktivitas Seru di World of Wonders Tangerang, Bisa Nonton 4D

Aktivitas Seru di World of Wonders Tangerang, Bisa Nonton 4D

Jalan Jalan
Cara ke Pasar Senen Naik KRL dan Transjakarta, buat yang Mau Thrifting

Cara ke Pasar Senen Naik KRL dan Transjakarta, buat yang Mau Thrifting

Travel Tips
8 Tips Kemah, dari Barang Wajib DIbawa hingga Cegah Badan Capek

8 Tips Kemah, dari Barang Wajib DIbawa hingga Cegah Badan Capek

Travel Tips
Harga Tiket Candi Borobudur April 2024 dan Cara Belinya

Harga Tiket Candi Borobudur April 2024 dan Cara Belinya

Travel Update
8 Tips Hindari Barang Bawaan Tertinggal, Gunakan Label yang Mencolok

8 Tips Hindari Barang Bawaan Tertinggal, Gunakan Label yang Mencolok

Travel Tips
Sandiaga Harap Labuan Bajo Jadi Destinasi Wisata Hijau

Sandiaga Harap Labuan Bajo Jadi Destinasi Wisata Hijau

Travel Update
10 Tips Bermain Trampolin yang Aman dan Nyaman, Pakai Kaus Kaki Khusus

10 Tips Bermain Trampolin yang Aman dan Nyaman, Pakai Kaus Kaki Khusus

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com