Jumat, 29 Agustus 2014

/ Regional

Infrastruktur

Tongkang, Ancaman bagi Jembatan di Kalimantan

Rabu, 15 Februari 2012 | 08:57 WIB

SANGGAU, KOMPAS.com — Tongkang batubara masih menjadi ancaman bagi sejumlah jembatan di Kalimantan. Ada beberapa jembatan yang cukup sering ditabrak tongkang, padahal kondisi jembatan sudah didesain sedemikian rupa agar aman.

Subagyo, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah VII, di sela-sela peninjauan lokasi bakal Jembatan Tayan dalam rangka road show trans-Kalimantan lintas selatan hari pertama dari Pontianak, Kalimantan Barat, menuju Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Selasa (14/2/2012), mengatakan, beberapa jembatan yang kerap ditabrak tongkang adalah Jembatan Mahakam di Kalimantan Timur, serta Jembatan Hasan Basri dan Jembatan Kalahien di Kalimantan Tengah.

”Penyebabnya mungkin masalah kedisiplinan pengguna sungai. Harusnya kalau jarak antarpilar sudah dibuat 200 meter, seperti Kalahien, aman dari tabrakan, namun ini tetap saja ditabrak,” ujarnya.

Suryadiono, Pejabat Pembuat Komitmen 04 Pontianak-Tayan, mengatakan, jembatan di Sungai Kapuas, Kalimantan Barat, juga tidak luput dari tertabrak tongkang, termasuk tongkang pengangkut minyak sawit mentah (CPO), bauksit, dan kayu.

Baru-baru ini Jembatan Kapuas I juga tertabrak tongkang. ”Untungnya si penabrak tertangkap tangan sehingga mereka diminta memperbaiki,” ujarnya.


Penulis: Defri Werdiono
Editor : Marcus Suprihadi