Kamis, 24 April 2014

/ Travel

Selat Solo

Sabtu, 25 Februari 2012 | 10:57 WIB

Baca juga

Oleh Sri Rejeki

Dari namanya sudah mengisyaratkan ini merupakan makanan khas kota Solo. Masakan dengan paduan rasa gurih, manis, dan sedikit asam itu bisa ditemui di berbagai warung dan restoran di Solo. Salah satunya Warung Selat Mbak Lies.

Warung Mbak Lies terletak di Serengan Gang II/42, di tengah Kota Solo, Jawa Tengah. Selat solo ala Mbak Lies berisi bahan-bahan yang disebutnya memenuhi standar empat sehat. Ada rebusan wortel, buncis, kacang polong, kentang ditambah irisan tomat, daun selada, dan timun segar, serta telur dan daging. Agar sayur-sayurannya selalu terasa segar, ia hanya memasak dalam jumlah sedikit tetapi dilakukan setiap jam. Racikan bahan-bahan ini dilengkapi dengan mayones dan kuah serta irisan bawang merah segar.

Ada dua macam selat yang ditawarkan di Warung Selat Mbak Lies, yakni selat bestik dan selat galantin. Menu sayur-sayurannya sama, hanya pada selat bestik ditambah dua kerat daging yang empuk serta telur pindang atau telur yang dimasak dengan kecap, dilengkapi dengan ceriping kentang atau gorengan kentang yang diiris tipis.

Pada selat galantin, daging diganti galantin yang dibuat dari cacahan daging sapi ditambah bumbu-bumbu serta mentega, bawang bombai, lada, dan pala. Untuk telurnya, diganti telur kukus yang dicetak ke dalam wadah berbentuk bunga.

Kuah selat bestik lebih encer yang disebut kuah segar, sedangkan selat galantin bisa menggunakan kuah segar atau kuah saus yang lebih kental. Kuah selat dibuat dari air rebusan daging dan tulang sapi yang ditambah lada, pala, cengkeh, bawang bombai, gula pasir, garam, dan bawang merah. Untuk mayonesnya dibuat sendiri dari adonan mentega ditambah kentang, kuning telur, cuka apel, dan gula pasir.

Selain selat bestik dan galantin, pembeli juga bisa mencoba menu lain di Warung Mbak Lies, seperti tahu acar, gado-gado, sup manten, dan timlo. Harganya sangat terjangkau mulai dari Rp 7.000-Rp 9.500 per porsi. Untuk minumannya, selain jus aneka buah, juga ada es tape, es degan, es kolak, dan lainnya mulai dari harga Rp 2.500-Rp 12.000 per porsi.

Langgam jawa

Warung Mbak Lies di kampung Serengan menyatu dengan rumah tinggalnya. Ada aneka keramik berbentuk sepatu atau piring biru bergambar kincir angin, vas, boneka, atau perangkat pecah belah lainnya hingga lukisan yang ditata apik di dinding warung yang berada di halaman rumah.

Lies atau Lilies juga ”mendandani” para pegawainya. Setiap hari mereka memakai seragam tertentu, mulai dari tradisional seperti kain dengan baju lurik atau kebaya lengkap dengan cundhuk mentul-nya hingga baju bergaya noni-noni belanda, tidak lupa dengan kain penutup kepala. Semuanya dirancang oleh Lilies.

Dibantu 10 pegawai tetap, Lilies merasa cukup dengan satu-satunya warung yang dimilikinya. Ia enggan membuka cabang meski tawaran yang datang tidak kurang. Pelayanan pun dibuat cepat, tidak kalah dari restoran cepat saji. Lilies kerap melayani langsung para pelanggannya sambil bercakap-cakap akrab. Warung Selat Mbak Lies yang buka pukul 10.00-17.00 paling ramai dikunjungi siang hari.

Merintis warung pada tahun 1987, awalnya Lilies hanya menggunakan dua meja. Sajiannya pun saat itu ”suka-suka” karena sekadar menyalurkan hobi memasaknya. Lilies menimba ilmu memasak dari sang nenek. Dalam memasak, ia kerap memodifikasi bumbu yang umum diketahui, termasuk selat yang menjadi makanan favoritnya sejak kecil.

Usaha kecil-kecilan ini lama-lama bertambah maju berkat komunikasi dari mulut ke mulut atau gethok tular pelanggannya. Dari semula warungnya hanya berlokasi di rumah sang nenek di tengah kampung di Serengan, bertambah luas hingga ke rumah di depannya. Selain dijadikan warung di bagian halamannya, rumah itu juga menjadi tempat tinggal Lilies bersama keluarga. Rumah neneknya kini khusus untuk pembeli yang ingin makan sambil lesehan atau sekalian arisan dan kumpul-kumpul.

Segelas jus atau semangkuk es teler atau es blewah akan menambah kenikmatan acara makan dengan selat solo, apalagi dengan buaian langgam jawa atau keroncong.


Editor : I Made Asdhiana
Sumber: