Jumat, 22 Agustus 2014

News / Travel

Tips Wisata ke Samosir

Sabtu, 2 Juni 2012 | 19:08 WIB

Berita Terkait

KOMPAS.com – Pulau Samosir memiliki keunikan tersendiri sebagai pulau yang berada di tengah danau terluas di Asia Tenggara. Segala kehidupan di pulau ini begitu identik dengan Danau Toba. Adat Batak yang kental sampai kuliner khas yang menggunakan bahan ikan dari danau.

Sayangnya, wisata Danau Toba seperti tak lepas dari Prapat. Padahal Kabupaten Samosir pun begitu layak untuk dijelajahi. Belakangan, kabupaten ini mulai membenahi pariwisatanya untuk menarik kunjungan wisatawan.

Apa saja yang bisa Anda lihat di Samosir? Mulai dari pantai tepi danau, pemandian air panas, sampai kampung tua dengan tradisi Batak yang turun temurun. Belum lagi kulinernya yang bisa membuat ketagihan penikmatnya. Hawanya yang sejuk saja sudah membuat wisatawan betah di Samosir.

Perjalanan menuju Samosir biasanya melalui Medan. Ya, pintu masuk dengan pesawat terbang hanya bisa  melalui Bandara Polonia. Setelah itu, perjalanan harus ditempuh melalui darat sekitar 4 sampai 5 jam. Berminat melancong ke Samosir? Berikut tips wisata ke Samosir.

Transportasi. Perjalanan ke Samosir dari Medan bisa dengan menyewa mobil. Sewa mobil mudah Anda temukan di kota Medan. Kisaran harga mulai dari Rp 350.000 sudah termasuk supir, namun belum dengan bensin.

Pilihan lain adalah dengan naik taksi. Taksi yang dimaksud adalah mobil travel jurusan Medan-Samosir. Anda bisa naik Taxi Merpati Medan, Taxi Merpati Pangururan, dan Taxi Samosir Indah Pangururan. Harga sekali jalan hanya mulai dari Rp 65.000.

Setiba di Pulau Samosir, Anda bisa menyewa sepeda atau motor untuk berkeliling Pulau Samosir. Harga sewa motor per hari mulai dari Rp 40.000. Anda bisa mencari sewa sepada dan motor di daerah Tuktuk.  

Seru juga jika Anda mengelilingi Pulau Samosir. Hanya ada satu jalan utama yang bentuknya mengelilingi Pulau Samosir, letaknya agak menepi dekat dengan Danau Toba. Cara lain untuk berkeliling bisa dengan naik bentor atau becak motor.

Akses menuju Samosir.
Ada empat akses yang bisa dipilih untuk perjalanan menuju Samosir. Tiga akses dengan melintasi Danau Toba, satu akses melalui jalan darat. Paling tenar tentu saja akses masuk Samosir, melalui Pelabuhan Ajibata di Prapat menuju Pelabuhan Tomok di Samosir.

Melalui akses Ajibata-Tomok harus dengan kapal feri. Di akhir pekan dan musim liburan, Anda harus bersabar menunggu giliran naik ke kapal feri. Kadang waktu menunggu bisa berjam-jam. Harga tiket feri itu sendiri untuk mobil roda empat sebesar Rp 91.500, sudah termasuk penumpang di dalamnya.

Perjalanan melintasi Danau Toba itu tersendiri begitu mengasyikan. Pemandangan danau dan bukit hijau. Jadi, jangan hanya duduk di dalam mobil. Keluarlah dan nikmati udara segar Danau Toba.

Akses lainnya adalah Simanindo-Tigaras. Pelabuhan Simanindo berada di Samosir, sementara Tigaras berada di Simalungun. Harga tiket feri untuk mobil roda empat melalui pelabuhan ini sebesar Rp 95.000. Sama halnya dengan Ajibata-Tomok, feri tersedia setiap hari.

Akses berikutnya adalah Nainggolan di Samosir dengan Muara di Tapanuli Utara. Harga tiket kapal feri seharga Rp 99.000 belum termasuk asuransi, untuk mobil roda empat. Hanya saja, feri tersedia tiga kali seminggu, yaitu Senin, Kamis, dan Sabtu.

Nah, paling menarik adalah akses melalui jalur darat. Pulau Samosir sebenarnya terhubungkan dengan daratan Sumatera Utara. Sebuah jembatan buatan kolonial Belanda menjadi penghubungnya.

Jalur darat ini akan melalui Jalan Tele. Jalan Tele menghubungkan Samosir dengan Kabupaten Humbang Hasundutan. Medan jalan yang dilalui berkelok-kelok dan cenderung curam. Walaupun demikian, jalannya aspal dan bagus. Perlu diingat, jalan hanya selebar sekitar tiga meter. Jadi pengendara perlu perhatian ekstra saat menyetir.

Kesusahan ini akan terbayar dengan pemandangan yang indah. Semakin naik ke atas, pengendara dapat melihat panorama Danau Toba dari ketinggian. Pun Gunung Pusuk Buhit, gunungnya orang Batak, terlihat jelas. Jangan lupa mampir di menara pandang Tele.

Penginapan.
Sangat mudah mencari penginapan di Samosir. Penginapan model resor berjamuran di daerah Tuktuk. Dari Pelabuhan Tomok ke Tuktuk hanya sekitar setengah jam perjalanan darat. Sayangnya penginapan di Samosir tampaknya terpusat hanya di kawasan Tuktuk Siadong.

Kawasan Tuktuk berbentuk tanjung dan menghadap ke Danau Toba. Penginapan resor bisa Anda temukan pula di daerah Pangururan, ibu kota Samosir. Sementara hotel-hotel kecil ada pula di daerah Ambarita, Kecamatan Simanindo. Harga penginapan relatif bervariasi mulai dari Rp 50.000.

Kuliner. Warung-warung makan di Samosir sangat banyak dan mudah dicari. Makanan khas daerah Samosir yang perlu Anda coba seperti mi gomak dan ikan arsik. Namun, perlu berhati-hati saat memilih makanan. Sebagian besar makanan khas Batak tidak halal. Mau cari aman, makan saja di penginapan atau pilih warung-warung bertuliskan “halal”.

Sinyal Handphone dan Internet. Hampir semua operator telepon genggam mendapatkan sinyal di Pulau Samosir. Sinyal sangat bagus di Pulau Samosir bahkan di tempat-tempat terpencil seperti di tengah sawah.

Internet seperti jaringan Wifi bisa ditemukan di beberapa tempat terutama di hotel-hotel. Warung internet ada di beberapa daerah seperti Pangururan, ibu kota Kabupaten Samosir.

Bank dan ATM.
Delapan tahun yang lalu, Samosir memang tidak memiliki Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Namun kini, sudah ada beberapa ATM yang dengan mudah dapat ditemukan di Pangururan sebagai ibu kota kabupaten dan Tuktuk sebagai pusat pariwisata Samosir.

Obyek wisata. Kabupaten Samosir terdiri dari 9 kecamatan. Masing-masing kecamatan memiliki daya tarik wisata sendiri-sendiri. Fokus wisata di Samosir seputar wisata alam dan wisata budaya.

Pecinta wisata budaya dan sejarah bisa mengunjungi Makam Raja Sidabutar, Batu Parsidangan, dan Museum Huta Bolon. Anda bisa mengenal lebih dalam mengenai budaya Batak di sebuah kampung tua di Samosir. Bisa juga dengan menonton pertunjukan Sigale-gale di Tomok.

Sedangkan wisata alam, bisa mampir ke Batu Marhosa, Goa Marlakkop, Pantai Ambarita, Aek Natonang, Pantai Pasir Putih, sampai pemandian air panasi di dekat kota Pangururan.  Ini baru sebagian obyek wisata, sejatinya Samosir memiliki banyak tempat wisata yang layak untuk dijelajahi.

Waktu berkunjung. Sebaiknya, habiskan waktu minimal empat hari untuk benar-benar menjelajahi keseluruhan Kabupaten Samosir. Untuk mendapatkan pengalaman yang lebih, datang dan pulang melalui akses yang berbeda. Misalnya datang melalui Pelabuhan Tomok dan pulang melalui Jalan Tele.

Karena Samosir berada di Pulau Sumatera yang condong sudah di wilayah barat Indonesia, matahari tenggelam lebih lama di Samosir. Matahari terbenam pada sekitar pukul 18.30 WIB. Begitupula dengan matahari terbit, yang biasanya lebih lama dibanding daerah lainnya di zona waktu Indonesia bagian barat.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Editor : kadek