Rabu, 30 Juli 2014

News / Travel

Jumlah Wisman ke Sumut Meningkat

Jumat, 29 Maret 2013 | 16:13 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Sumatera Utara (Sumut) dalam enam tahun terakhir terus meningkat, di mana pada tahun 2012 mencapai 241.833 orang.

"Peningkatan kunjungan wisman selama enam tahun terakhir menunjukkan semakin bagusnya sinergi antara pemerintah, swasta dan masyarakat dalam penanganan pariwisata di Sumut," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumut, H. Naruddin Dalimunthe, di Medan, Jumat (29/3/2013).

Pada 2011 kunjungan wisman ke Sumut masih 223.126 orang atau naik 16,53 persen dari 2010 yang sebanyak 191.472 orang. Meningkatnya kunjungan wisman dipicu kenaikan kunjungan dari beberapa negara khususnya asal Malaysia, Korea Selatan, Jepang, Jerman, Australia dan Taiwan.

Menurut Naruddin, pemerintah gembira karena dengan bertambahnya terus jumlah wisman maupun wisatawan nusantara dan termasuk semakin membaiknya bisnis industri pariwisata itu secara otomatis mendorong peningkatan perekonomian serta membantu menekan angka pengangguran.

Untuk mendorong peningkatan wisman itu,  Disbudpar Sumut juga sudah dan terus melakukan berbagai langkah yang bisa membantu mempermudah perusahaan perjalanan wisata di Sumut menjaring wisatawan itu.

Disbudpar Sumut terus melakukan pembenahan destinasi dan meningkatkan promosi obyek wisata Sumut itu. "Penandatangan MoU antara Disbudpar Sumut dengan Disbudpar Bali dalam penanganan wisman adalah salah satu bukti nyata dukungan pemerintah," katanya.

Belum lagi langkah pemerintah melakukan promosi obyek wisata Sumut ke luar negeri. "Mudah-mudahan dengan dukungan Disbudpar dan kerja sama Disbudpar dengan Asita untuk memajukan kepariwisataan Sumut, bisa semakin memulihkan kujungan wisman seperti sebelum terjadi krisis moneter 1997/1998 di mana jumlah turis mencapai hampir 500.000 orang," paparnya.

Ketua Asita Sumut, Solahuddin Nasution, mengakui ada tren peningkatan kunjungan wisman ke Sumut dalam beberapa tahun terakhir dan itu menggembirakan. "Masih perlu kerja keras untuk bisa menarik wisatawan lebih banyak lagi seperti yang sudah bisa dilakukan provinsi lain di Jawa, Bali dan bahkan Sumatera Barat," kata Solahuddin.

Menurut dia, Sumut masih terkendala dengan infrastruktur yang belum memadai dari dan ke obyek wisata. "Kalau mau jujur obyek wisata di Sumut jauh lebih bagus daripada yang ada di negara lain seperti Malaysia. Tapi karena infrastruktur jalannya  kurang memadai dan termasuk obyek wisatanya kurang perawatan, maka kalah saing," katanya.


Editor : I Made Asdhiana
Sumber: